Kapan Sebenarnya Jadwal Berhubungan Agar Cepat Hamil?

jadwal berhubungan agar cepat hamil

Memiliki momongan merupakan hal yang paling dinantikan bagi pasangan suami istri yang telah menikah. Meski begitu, tidak sedikit yang membutuhkan waktu lebih lama untuk hadirnya buah hati. Salah satu usaha yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan hubungan suami istri dengan teratur. Lantas, kapan jadwal berhubungan agar cepat hamil?

Jadwal Berhubungan Agar Cepat Hamil

Bagi pasangan yang sudah menikah melakukan hubungan intim merupakan hal yang wajar. Namun, siapa sangka, ada waktu-waktu terbaik untuk bercinta agar cepat memiliki keturunan. Jadwal berhubungan agar cepat hamil sebaiknya dilakukan pada saat masa subur wanita. Masa subur wanita terjadi sekitar hari ovulasi.

Masa ovulasi berlangsung tiga hari menjelang hari pertama saat ovulasi. Masa subur wanita terjadi sejak hari ke-12 hingga 16 sebelum jadwal menstruasi berikutnya. Hal ini berlaku bagi wanita yang memiliki siklus menstruasi normal selama 28 hari.

Namun, bagi wanita yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur tak perlu khawatir, Anda dapat menentukan masa ovulasi dengan cara mengetahui kapan hari pertama menstruasi atau melakukan konsultasi dengan dokter cara menghitung masa subur yang tepat.

Menghitung masa subur wanita penting untuk menentukan peluang Anda mendapatkan kehamilan. Cara menghitung masa subur dapat dilakukan dengan menghitung siklus menstruasi Anda.

  • Jika siklus menstruasi rata-rata Anda adalah 28 hari, Anda berovulasi sekitar hari ke-14, dan hari-hari paling subur Anda adalah hari ke-12, 13 dan 14.
  • Jika siklus menstruasi rata-rata Anda adalah 35 hari, ovulasi terjadi sekitar hari ke-21 dan masa paling subur Anda adalah hari ke 19,20 dan 21.
  • Jika Anda memiliki siklus yang lebih pendek, katakanlah 21 hari, ovulasi terjadi sekitar hari ke 7 dan subur Anda adalah hari ke 5, 6 dan 7.

Tanda-tanda ovulasi yang harus Anda ketahui:

  • Nyeri payudara
  • Perubahan lendir serviks
  • Nyeri bagian bawah perut
  • Perubahan suhu basal tubuh
  • Gairah seks meningkat
  • Perubahan posisi leher rahim

Frekuensi Berhubungan Agar Cepat Hamil

Selain ‘waktu terbaik’ untuk bercinta, nyatanya frekuensi berhubungan suami istri perlu diperhatikan bagi pasangan suami istri yang ingin cepat hamil. Banyak pasangan menganggap bahwa melakukan hubungan intim setiap hari dapat meningkatkan peluang kehamilan.

Nyatanya, berhubungan sebaiknya dilakukan dua hingga tiga kali dalam seminggu atau pada saat menjelang ovulasi. Pastikan Anda dan pasangan menghindari menggunakan alat kontrasepsi sehingga akan membantu meningkatkan peluang kehamilan.

Lantas, bagaimana jika hubungan seksual dilakukan setiap hari? Hal ini justru akan berdampak bagi pria. Pasalnya, berhubungan setiap hari dapat menurunkan kualitas sperma. Hal ini karena memerlukan waktu yang lebih lama untuk memproduksi sperma dengan kualitas yang baik.

Posisi Tidur Setelah Berhubungan Agar Cepat Hamil

Meski belum ada penelitian mengenai hal ini, namun banyak yang percaya, jika posisi saat berhubungan memengaruhi peluang hamil. Tidak ada salahnya mencoba beberapa posisi tidur setelah berhubungan, berikut ini:

Anda dapat berbaring selama 20 – 30 menit setelah berhubungan intim. Posisi tidur ini dipercaya dapat meningkatkan peluang kehamilan dengan kemungkinan sperma masuk sehingga menyebabkan pembuahan.

Berbaring dengan posisi mengangkat kedua kaki ke atas setelah berhubungan juga bisa Anda coba. Hal ini memungkinkan sperma bisa masuk ke dalam serviks sehingga meningkatkan peluang kehamilan.

cinta suami istri

Faktor Lain yang Meningkatkan Peluang Kehamilan

Selain melakukan hubungan intim dengan menentukan jadwal berhubungan agar cepat hamil, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan agar dapat meningkatkan peluang kehamilan.

Rajin olahraga

Olahraga yang teratur dapat membantu meningkatkan peluang kehamilan. Olahraga juga dapat mengencangkan otot termasuk jantung yang harus memompa hingga 50 persen lebih banyak darah untuk memasok tubuh.

Selain itu, rutin olahraga juga dapat melancarkan proses ovulasi dan menstruasi, serta membantu tubuh mempersiapkan kehamilan dan persalinan nantinya.

Jaga berat badan ideal

Salah satu yang menghambat kehamilan adalah berat badan berlebihan atau obesitas. Orang yang mengalami obesitas akan membutuhkan waktu lebih lama untuk hamil dibandingkan yang memiliki berat badan ideal.

Namun, memiliki berat badan terlalu kurus juga bisa menjadi masalah pada ovulasi yang bisa menyebabkan menstruasi tidak teratur hingga ovulasi terhenti.

Berhenti merokok

Zat-zat berbahaya yang terkandung di dalam rokok bisa mengganggu kesuburan baik pria maupun wanita. Efek rokok bagi pria dapat meningkatkan disfungsi ereksi, memengaruhi kualitas sperma, sehingga menyebabkan masalah infertilitas.

Sedangkan bagi wanita, merokok bisa menyebabkan masalah ovulasi, masalah genetic, masalah para organ reproduksi, gangguan pada sel telur atau menopause. Wanita perokok juga lebih berisiko mengalami keguguran.

Menjalani pola hidup sehat

Menjalani pola hidup sehat juga menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan peluang hamil. mengubah pola makan menjadi lebih sehat, perbanyak mengonsumsi sayuran yang mengandung vitamin, serat, mineral, dan antioksidan tinggi.

Tidak lupa untuk mengonsumsi buah-buahan yang juga mengandung berbagai vitamin penting yang dapat meningkatkan kesuburan sehingga peluang kehamilan makin tinggi.

Kapan Harus Melakukan Pemeriksaan ke Dokter?

Jika semua cara di atas telah dilakukan namun Anda belum berhasil hamil dalam jangka waktu satu tahun maka Anda dapat melakukan konsultasi dengan dokter. Pasalnya, jika Anda belum berhasil hamil setelah melakukan hubungan intim selama setahun, hal tersebut bisa saja disebabkan masalah infertilitas. Infertilitas tidak hanya dialami oleh wanita tetapi juga bisa dialami pria.

Infertilitas pada wanita bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

Usia

Tingkat kesuburan wanita biasanya menurun secara signifikan ketika menginjak usia 30 tahun.

Gaya hidup

Kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko keguguran, pengurangan jumlah sel telur, gangguan ovulasi dan pertumbuhan endometriosis.

Fisik

Kelainan genetik bawaan atau kelebihan berat badan dapat menghambat kehamilan.

Tanpa sebab tertentu

Infertilitas tanpa sebab tertentu atau yang disebut infertilitas idiopatik merupakan kondisi di mana Anda dan pasangan telah melakukan sejumlah pemeriksaan dan dinyatakan normal namun tak kunjung hamil.

Sedangkan pada pria, infertilitas bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

Usia

Tingkat kesuburan Ayah biasanya menurun secara signifikan ketika menginjak usia 38.

Gaya hidup

Gaya hidup yang dapat memengaruhi kesuburan, seperti obesitas, kebiasaan merokok, dan mengonsumsi alkohol.

Paparan Zat Berbahaya

Zat berbahaya seperti pestisida, merkuri logam berat, benzena dan borium dapat mempengaruhi kesuburan pria.

Tanpa sebab tertentu

Sama seperti wanita, infertilitas tanpa sebab tertentu juga bisa dialami pria.

Jika Anda mengalami infertilitas, tidak perlu khawatir, Anda dapat merencanakan program hamil dengan teknologi berbantu, seperti inseminasi intra uterine (IUI) dan bayi tabung (IVF).

cheer

Jadwalkan Konsultasi

Kami dengan senang hati akan mendiskusikan opsi finansial yang ada dan membantu menjawab pertanyaan Anda.

Jadwalkan konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau dengan mengisi formulir melalui tombol dibawah.

  1. Hsiu-Wei Su, Yu-Chiao Yi, Ting-Yen Wei, Ting-Chang Chang, Chao-Min Cheng. Detection of ovulation, a review of currently available methods. First published: 25 February 2017. 
  2. Susan B. Bullivant, Sarah A. Sellergren, Kathleen Stern, Natasha A. Spencer, Suma Jacob, Julie A. Mennella. Women’s sexual experience during the menstrual cycle: Identification of the sexual phase by noninvasive measurement of luteinizing hormone. Pages 82-93, Published online: 11 Jan 2010. 
  3. James R.RoneyZachary L.Simmons. Hormonal predictors of sexual motivation in natural menstrual cycles. Volume 63, Issue 4, April 2013, Pages 636-645. 
  4. Audrey J. Gaskins, Sc.D., Rajeshwari Sundaram, Ph.D., Germaine M. Buck Louis, Ph.D., and Jorge E. Chavarro, M.D., Sc.D. Predictors of sexual intercourse frequency among couples trying to conceive. Published online 2018 Mar 6. doi: 10.1016/j.jsxm.2018.02.005
  5. Allen J Wilcox, et al. The timing of the “fertile window” in the menstrual cycle: day specific estimates from a prospective study. BMJ. 2000 Nov 18; 321(7271): 1259–1262.
  6. Stephenson, J., et al. (2018). Before the beginning: nutrition and lifestyle in the preconception period and its importance for future health. April 2018The Lancet 391(10132).
Share:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Reservasi