Mengenal Infertilitas Sekunder, Sulitnya Memiliki Anak Kedua

infertilitas sekunder

Banyak pasangan suami istri menganggap jika telah berhasil hamil anak pertama maka akan berhasil dengan mudahnya hamil dengan anak kedua. Nyatanya, tidak seperti itu. Ada pasangan suami istri yang membutuhkan bertahun-tahun untuk memiliki anak kedua. Lantas, apa saja penyebab infertilitas sekunder?

Apa Itu Infertilitas Sekunder?

Pengertian infertilitas sekunder adalah kondisi pasangan suami istri yang mengalami kesulitan hamil anak kedua setelah berusaha lebih dari satu tahun. Selama rentang waktu sejak melahirkan anak pertama hingga merencanakan untuk hamil anak kedua terdapat perubahan yang terjadi pada tubuh suami istri, termasuk salah satunya kesuburan.

Sama seperti infertilitas primer, infertilitas sekunder bisa dialami oleh pria dan wanita. Banyak faktor yang menyebabkan kondisi infertilitas sekunder. Selain kondisi organ reproduksi, usia juga memengaruhi kemampuan seseorang untuk mendapatkan kehamilan.

Penyebab Infertilitas Sekunder

Penyebab infertilitas sekunder hampir sama dengan infertilitas primer. Terdapat beberapa penyebab infertilitas sekunder yang bisa dialami pria dan wanita.

1. Faktor usia

Jika Anda dan pasangan merencanakan untuk memiliki keturunan di atas usia 35 tahun maka Anda harus memerhatikan hal tersebut. Menurut Jamie Grifo, M.D., Ph. D., direktur program New York University Fertility Center, salah satu yang memengaruhi wanita sulit hamil kedua adalah usia. Pasalnya, banyak orang tua berencana untuk memiliki anak kedua pada usia lebih dari 35 tahun.

Kesuburan seorang wanita mencapai puncaknya pada usia 25 tahun dan turun secara signifikan seiring pertambahan usia. Semakin bertambahnya usia maka kualitas sel telur juga menurun. Wanita yang berusia lebih dari 35 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesuburan.

2. Kualitas sperma menurun

Salah satu penyebab seseorang sulit hamil anak kedua adalah menurunnya kualitas sperma. Pasalnya, seiring pertambahan usia juga dapat memengaruhi kondisi kesuburan pria. Beberapa hal yang dapat memengaruhi kualitas sperma adalah usia, kesehatan, mengonsumsi obat-obatan tertentu, mengonsumsi alkohol berlebihan, menderita penyakit kronis, hingga penyakit menular seksual.

3. Kondisi PCOS

Sindrom ovarium polikistik (PCOS) adalah kondisi gangguan hormon yang terjadi pada usia subur wanita. Wanita yang mengalami PCOS memiliki hormon androgen berlebihan. Selain itu, PCOS membuat seorang wanita mengalami gangguan menstruasi.

Kondisi PCOS terjadi ketika hormon androgen yang berlebihan menyebabkan indung telur akan memproduksi banyak kantung yang berisi cairan. Kondisi tersebut bisa menyebabkan wanita susah hamil anak kedua.

4. Gaya hidup tidak sehat

Mungkin banyak yang menganggap jika menjalani gaya hidup tidak sehat merupakan hal yang normal pasca melahirkan. Nyatanya, gaya hidup yang tidak sehat dapat memengaruhi kondisi kesuburan dan menjadi penyebab infertilitas sekunder.

Yang meliputi gaya hidup tidak sehat, seperti mengonsumsi makanan junk food, merokok, mengonsumsi alkohol berlebihan. Pasalnya, zat-zat beracun yang ada di dalam rokok dapat mengurangi kesuburan pada pria dan wanita.

5. Berat badan berlebihan

Jika Anda memiliki rencana untuk melakukan program hamil anak kedua maka sebaiknya menjaga berat badan tetap ideal adalah opsi terbaik. Pasalnya, jika Anda memiliki berat badan berlebihan maka akan membuat tubuh mengalami resistensi insulin dan kadar testosterone meningkat.

Jika hal ini terjadi maka dapat menyebabkan gagal ovulasi. Bukan hanya pada wanita, berat badan berlebihan juga bisa menyebabkan penurunan kualitas sperma.

Beberapa kondisi yang memengaruhi infertilitas sekunder:

  • Anovulasi yang menyebabkan infertilitas sekunder
  • Endometriosis
  • Tuba falopi tersumbat
  • Kondisi medis yang dapat menyebabkan masalah infertilitas seperti diabetes atau tiroid.
hamil anak kedua

Cara Mengatasi Infertilitas Sekunder

Jika Anda dan pasangan ingin program hamil anak kedua berhasil maka terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan.

1. Melakukan hubungan intim teratur

Salah satu cara mengatasi infertilitas sekunder adalah melakukan hubungan intim secara teratur. Berhubungan dapat dilakukan 2 – 3 kali dalam seminggu. Melakukan hubungan intim di masa subur juga dapat meningkatkan peluang kehamilan.

2. Konsumsi makanan sehat dan bergizi

Makanan yang sehat dengan gizi seimbang seperti makanan yang rendah lemak serta kaya akan serat, vitamin C, vitamin D, hingga folat yang dapat ditemukan dari buah dan sayuran. Makanan dengan gizi seimbang dapat meningkatkan kesehatan reproduksi.

3. Olahraga secara teratur

Melakukan olahraga secara teratur dapat meningkatkan peluang kehamilan anak kedua. Olahraga secara teratur dapat memengaruhi berat badan menjadi ideal. Dua hal tersebut dapat memperbaiki kondisi kesuburan. Olahraga yang bisa Anda lakukan adalah joging, berenang, hingga yoga.

4. Melakukan pemeriksaan kesuburan

Jika Anda dan pasangan mengalami infertilitas sekunder maka salah satu cara mengatasinya adalah dengan melakukan pemeriksaan kesuburan. Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui penyebab pasangan sulit hamil.

5. Melakukan program hamil anak kedua

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan agar berhasil mendapatkan kehamilan anak kedua adalah melakukan program hamil, baik secara alami maupun dengan teknologi reproduksi berbantu. Program hamil teknologi berbantu yang dapat dilakukan adalah inseminasi intrauterine (IUI) dan bayi tabung (IVF).

Kesimpulan

Beberapa hal di atas yang dapat menyebabkan masalah infertilitas sekunder. Namun jangan berkecil hati, Anda masih memiliki kesempatan untuk memiliki anak kedua. Pastikan untuk menerapkan pola hidup sehat untuk membantu meningkatkan kesuburan.

cheer

Jika Anda ingin mencari alternatif untuk pemeriksaan kesuburan. Silakan isi formulir di bawah ini. Tim kami akan menghubungi Anda!

Infertilitas sekunder bisa disebabkan oleh kedua belah pihak. Jika Anda dan pasangan ingin mengetahui lebih dalam mengenai kondisi tersebut. Segera periksakan diri Anda!

  1. Neil F Goodman, Rhoda H Cobin, Walter Futterweit, Jennifer S Glueck, Richard S Legro, Enrico Carmina, American Association of Clinical Endocrinologists (AACE); American College of Endocrinology (ACE); Androgen Excess and PCOS Society (AES). AMERICAN ASSOCIATION OF CLINICAL ENDOCRINOLOGISTS, AMERICAN COLLEGE OF ENDOCRINOLOGY, AND ANDROGEN EXCESS AND PCOS SOCIETY DISEASE STATE CLINICAL REVIEW: GUIDE TO THE BEST PRACTICES IN THE EVALUATION AND TREATMENT OF POLYCYSTIC OVARY SYNDROME. Endocr Pract. 2015 Nov;21(11):1291-300. doi: 10.4158/EP15748.DSC. 
  2. Schummers L, et al. (2018). Association of short interpregnancy interval with pregnancy outcomes according to maternal age. 
  3. American Colleagues Obstetrics and Gynecologists. Having a Baby After Age 35: How Aging Affects Fertility and Pregnancy. 
  4. Benksim, A., et al. Difference between Primary and Secondary Infertility in Morocco: Frequencies and Associated Factors. Int J Fertil Steril. 2018 Jul-Sep; 12(2): 142–146. Published online 2018 Mar 18. 
Share:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Reservasi