7 Hormon Reproduksi pada Wanita dan Pria

hormon reproduksi

Hormon reproduksi memiliki peranan penting pada sistem reproduksi pria maupun wanita. Hormon ini erat kaitannya dengan kesuburan dan seksualitas. Biasanya, hormon ini mulai diproduksi dan bekerja sejak memasuki usia remaja. Hormon-hormon inilah yang memengaruhi perubahan fisik pada saat memasuki masa pubertas. Apa saja jenis hormon reproduksi yang terdapat pada pria dan wanita?

Jenis Hormon Reproduksi

Hormon reproduksi adalah zat kimia yang membantu menjalankan fungsi pada sistem reproduksi. Hormon reproduksi memiliki peranan penting dalam proses kerja organ seksual hingga memiliki peranan dalam proses pembuahan.

Terdapat beberapa jenis hormon reproduksi yang dimiliki pria dan wanita. Hormon-hormon tersebut memiliki peranan penting dalam sistem reproduksi.

1. Hormon testosterone

Hormon testosterone merupakan salah satu hormon reproduksi pria yang diproduksi di testis. Meski disebut sebagai hormon laki-laki namun wanita juga memilikinya meski dalam jumlah yang sedikit. Hormon testosterone memiliki peranan penting dalam proses produksi sperma, mengendalikan gairah seksual, hingga kepadatan tulang hingga massa otot.

Sedangkan fungsi hormon testosterone pada wanita dapat menjaga kekuatan tulang, berperan dalam gairah seksual, mengontrol suasana hati, hingga dapat meringankan nyeri.

2. Hormon estrogen

Hormon estrogen adalah salah satu hormon reproduksi wanita yang diproduksi di indung telur (ovarium). Hormon estrogen memiliki peranan yang penting dalam perubahan fisik ketika seorang remaja memasuki masa pubertas. Mulai dari pertumbuhan payudara hingga siklus menstruasi.

Pada saat seorang wanita hamil, hormon ini juga diproduksi oleh plasenta untuk membantu menjaga kesehatan ibu hamil. Selain itu, hormon ini memiliki peranan dalam mengatur proses metabolisme, di antaranya pertumbuhan tulang dan kadar kolesterol.

Meski begitu, pria juga memiliki hormon ini walaupun jumlahnya lebih sedikit. Hormon estrogen pada pria berperan dalam kesehatan sperma.

3. Hormon progesterone

Hormon progesteron adalah salah satu hormon reproduksi wanita. Hormon ini diproduksi kelenjar adrenal dan ovarium. Hormon progesteron memiliki peran penting dalam proses kehamilan. Dalam hal ini, hormon progesteron akan mempersiapkan dinding rahim (endometrium) untuk mengembangkan sel telur yang telah dibuahi oleh sperma.

Selain itu, hormon ini juga dapat membantu melancarkan pemberian nutrisi ke janin melalui pembuluh darah. Pada saat proses kehamilan, hormon progesteron akan mendorong kelenjar untuk memproduksi ASI.

4. Luteinizing Hormone (LH)

Luteinizing hormone (LH) merupakan hormon reproduksi yang dimiliki pada pria dan wanita. Hormon LH adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis. Hormon ini memiliki peran penting pada organ reproduksi yakni ovarium pada wanita dan testis pada pria.

Pada wanita luteinizing hormone (LH) akan berperan untuk memicu pelepasan sel telur dari ovarium dan mengontrol siklus menstruasi. Sedangkan pada pria, hormon ini akan merangsang produksinya testosterone yang dapat memengaruhi tingkat produksi sperma pada pria.

5. Follicle Stimulating Hormone

Follicle stimulating hormone (FSH) merupakan hormon yang dimiliki pria dan wanita. Hormon ini diproduksi oleh kelenjar hipofisis di otak. Sama seperti hormon reproduksi lainnya, hormon ini memiliki peranan penting pada sistem kerja organ reproduksi.

Fungsi FSH pada wanita berperan dalam proses ovulasi dan membantu mengatur siklus menstruasi. Hormon ini akan memengaruhi perubahan fisik pada saat remaja memasuki masa pubertas. Hormon FSH berperan terhadap proses pembentukan sel telur di ovarium.

Sementara pada pria, hormon FSH memiliki peranan dalam produksi sperma. Hormon ini dibutuhkan sel Sertoli di dalam testis untuk memproduksi protein pengikat androgen untuk membentuk sperma yang sehat.

6. Gonadotropin-releasing hormone (GnRH)

Hormon ini memiliki peran penting dalam kesuburan pria dan wanita. Hormon GnRH diproduksi di bagian otak yang bernama hipotalamus. Kadar hormon ini akan meningkat saat seseorang memasuki masa pubertas.

Hormon GnRH akan memicu pelepasan hormon dari kelenjar pituitary, yakni hormon FSH dan LH. Keduanya merupakan hormon yang mengontrol produksi sel telur pada wanita dan produksi sperma pada pria.

7. Anti-Mullerian Hormone (AMH)

Anti-Mullerian Hormone (AMH) juga salah satu hormon yang diproduksi oleh organ reproduksi baik pada pria dan wanita. Pada wanita, hormon ini menggambarkan jumlah sel telur yang tersisa di dalam ovarium wanita.

Kadar AMH di dalam darah berangsur menurun seiring bertambahnya usia dan tidak akan lagi terdeteksi pada saat menopause. Menurut dr. Thomas Chayadi, Sp.OG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari Pusat Fertilitas Bocah Indonesia, menyatakan jika kadar AMH yang normal tidak memiliki nilai pasti namun sesuai dengan usia.

“Kadar AMH yang normal itu sesuai dengan usia. Jadi, nggak ada nilai pasti, yang pasti berhubungannya dengan usia,” ujar dr. Thomas Chayadi, Sp.OG.

Ia pun menambahkan jika seorang wanita dengan kadar AMH yang tinggi dapat menyebabkan masalah sindrom ovarium polikistik atau yang dikenal dengan PCOS. PCOS sendiri merupakan salah satu penyebab tersering pasangan suami istri sulit mendapatkan keturunan.

“Biasanya (kadar) AMH di atas 6 dijumpai pada pasien-pasien dengan PCOS atau polycystic ovarian syndrome. Faktor-faktor yang bisa memengaruhi AMH salah satunya pada pasien PCOS. Kalau misalnya usianya 35 tahun ke bawah tapi AMH 1,5 itu biasanya kita masuk dalam golongan rendah,” lanjutnya.

keseimbangan hormon

Gejala Ketidakseimbangan Hormon

Kadar hormon yang tidak seimbang bisa menyebabkan masalah kesehatan pada tubuh hingga memengaruhi kondisi kesuburan. Sayangnya, tidak sedikit orang tahu bahwa gejala yang dialami tubuh merupakan tanda dari gangguan hormonal yang disebabkan dari ketidakseimbangan hormon.

Berikut gejala atau tanda-tanda Anda mengalami ketidakseimbangan hormon.

  • Siklus menstruasi yang tidak teratur.
  • Mengalami gangguan tidur.
  • Suasana hati yang mudah berubah/mood swing.
  • Mudah kelelahan.
  • Perubahan nafsu makan yang drastis.
  • Menurunnya gairah seksual.
  • Hilangnya massa otot.
  • Sulit mempertahankan ereksi.

Adakah Pengaruh Keseimbangan Hormon pada Kesuburan?

Hormon reproduksi tentu memiliki peranan penting dalam kesuburan wanita dan pria. Kadar hormon yang tidak seimbang bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan hingga mengganggu kesuburan. Biasanya, gejala yang menunjukkan ketidakseimbangan hormon pada wanita adalah siklus menstruasi yang tidak teratur.

Sedangkan pada pria ketidakseimbangan hormon reproduksi dapat menyebabkan gairah seksual menurun hingga gangguan fungsi testis. Hormon reproduksi pada prinsipnya saling berkaitan, sehingga jika terdapat masalah pada salah satunya maka dapat menyebabkan gangguan kesuburan.

Bagaimana Cara Menjaga Keseimbangan Hormon?

Menjaga kesehatan hormon reproduksi dapat dilakukan dengan mengatur pola hidup yang sehat. Mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi dan gizi seimbang, melakukan olahraga secara teratur, memiliki waktu tidur yang cukup, hingga mengelola stres yang baik.

Mulai kurangi kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol. Dianjurkan untuk perlahan meninggalkan kebiasaan tersebut. Zat-zat berbahaya yang terdapat pada rokok bisa memberikan dampak negatif bagi kesehatan reproduksi pria maupun wanita.

Penutup

Hormon-hormon reproduksi pada pria dan wanita memiliki peranan penting termasuk salah satunya untuk kesuburan. Peranan pentingnya tersebut yang membuat kesehatan dan keseimbangan hormon reproduksi harus terjaga dengan baik.

cheer

Jika Anda mengalami gejala-gejala ketidakseimbangan hormon di atas, kami menyediakan layanan pemeriksaan penunjang. Silakan isi formulir di bawah ini. Tim kami akan segera menghubungi Anda!

Meski gejalanya sederhana namun ketidakseimbangan hormon tidak dapat dianggap sepele ya. Kadar hormon yang tidak seimbang dapat menyebabkan masalah kesuburan. Segera lakukan pemeriksaan!

  1. Sharma, R., Biedenharn, K. R., Fedor, J.M., Agarwal, A. (2013). Lifestyle factors and reproductive health: taking control of your fertility. Reprod Biol Endocrinol. 2013; 11: 66. 
  2. Buvat, J. (2003). Hyperprolactinemia and sexual function in men: a short review. International Journal of Impotence Research volume 15, pages 373–377 (2003). 
  3. Hendri, Devita. (2015). Efek Rokok Terhadap Kadar Follicle Stimulating Hormone (Fsh), Luteinizing Hormone (Lh) Dan Testosteron Pada Pria. 
  4. Pardo, E. N., Holland, C. A., Cano, A. (2017). Sex Hormones and Healthy Psychological Aging in Women. Front Aging Neurosci. 2017; 9: 439. 
  5. Permana, R., Widad, S., Lutfi, M. (2015). Hubungan kadar anti mullerian hormone (amh) dengan keberhasilan stimulasi ovarium pada fertilisasi in vitro metode protokol panjang. Vol. 2 | No. 3 |Desember 2015 | Jurnal Kesehatan Reproduksi: 139-145. 
  6. Reproductive Hormones. (2022). Endocrine Society.
bocah indonesia green
Share:
  • 176
    Shares

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

doctors

Silahkan isi data berikut untuk mengetahui Paket/Layanan yang cocok untuk Ayah/Bunda.

Cek layanan?
ferly slime