Hidrosalping, Penyebab Susah Hamil Pada Wanita

hidrosalping

Hidrosalping adalah salah satu jenis penyebab sumbatan saluran telur yang dapat menyulitkan kehamilan.

Hidrosalping merupakan istilah medis untuk tuba falopi atau saluran telur yang terisi oleh cairan. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, dimana “hidro” berarti air dan “salping” berarti tuba falopi. Kondisi ini merupakan salah satu penyebab infertilitas yang cukup banyak ditemukan oleh karena tuba falopi mengalami kerusakan dan sumbatan berat yang menghalangi proses pembuahan.

Hidrosalping paling sering terjadi di bagian fimbriae tuba yang terletak persis di sebelah ovarium. Akibatnya, sel telur yang dilepaskan saat ovulasi tidak dapat memasuki tuba falopi dan bertemu atau dibuahi oleh sel sperma. Meski demikian, hidrosalping dapat terjadi di ujung lain tuba, yakni di bagian ismus yang bersambungan dengan rahim.

anatomi tuba falopi
Gambar 1: Anatomi tuba falopi

Hidrosalping bisa hanya terjadi di satu tuba falopi maupun keduanya. Mekanisme dasar yang memicu terjadinya hidrosalping adalah peradangan akut maupun kronis yang merusak integritas struktur tuba falopi. Kerusakan ini menyebabkan sumbatan tuba, sehingga cairan fisiologis (yang normalnya dihasilkan) di dalamnya tidak bisa mengalir keluar dan akhirnya terakumulasi. Cairan yang menumpuk ini akan menyebabkan tuba falopi mengalami pelebaran (dilatasi).

hidrosalping bilateral dan unilateral
Gambar 2: Tuba falopi normal dan hidrosalping

Penyebab hidrosalping

Hidrosalping bisa disebabkan oleh berbagai macam kondisi, yang meliputi:

  • Endometriosis, atau pertumbuhan dinding rahim di luar rahim. Hidrosalping akibat endometriosis kerap disebut hematosalping oleh karena cairan yang terakumulasi mengandung darah.
  • Induksi ovulasi. Stimulasi hormonal pada wanita yang menjalani program hamil dapat memicu peningkatan produksi cairan pada tuba falopi yang tersumbat.
  • Penyakit radang panggul akibat infeksi menular seksual oleh bakteri Chlamydia atau Gonorrhea. Hidrosalping merupakan komplikasi yang umum akibat adanya perlengketan jaringan pada kasus-kasus ini.
  • Riwayat operasi seperti pasca histerektomi (pengangkatan rahim) atau ligasi (pengikatan) tuba.
  • Perlengketan hebat pada organ-organ dalam panggul.
  • Sumber infeksi lain, seperti apendisitis (usus buntu).
  • Kanker pada tuba falopi (jarang).

Bagaimana hidrosalping memengaruhi fertilitas?

Adanya hidrosalping dapat mengganggu kesuburan melalui beberapa mekanisme. Yang pertama dengan mencegah terjadinya pembuahan. Ketika tuba falopi tersumbat oleh cairan dan membengkak, sel telur tidak dapat melaluinya dan sperma tidak bisa bergerak secara normal untuk melakukan pembuahan. Yang kedua, meski hanya satu tuba yang terdampak, cairan dari tuba tersebut dapat terakumulasi di dalam rahim dan bersifat toksik (beracun) sehingga embrio tidak dapat berkembang. Yang ketiga, keberadaan cairan pada hidrosalping menurunkan reseptivitas endometrium sehingga embrio tidak dapat berimplantasi. Yang terakhir, adanya cairan di dalam rahim dapat secara mekanik “menghanyutkan” embrio yang terbentuk secara alami maupun yang ditransfer melalui program bayi tabung.

Teori kedua hingga keempat ini didukung dengan adanya fakta bahwa pasien-pasien dengan hidrosalping yang tidak diobati dan menjalani program bayi tabung memiliki angka kehamilan yang jauh lebih kecil ketimbang mereka yang tidak memiliki hidrosalping. Sebaliknya, angka keguguran lebih tinggi pada pasien-pasien ini.

Gejala hidrosalping

Sebagian besar wanita dengan hidrosalping tidak bergejala, kecuali sulit hamil. Pada sebagian wanita, kehamilan ektopik (di luar kandungan) mungkin menjadi tanda pertama adanya gangguan tuba. Kondisi ini dapat mengancam jiwa bila tidak segera dikenali.

Kadang-kadang, sebagian wanita mengeluhkan nyeri yang bersifat konstan di panggul atau perut bawah, yang dapat memburuk selama dan setelah haid. Keputihan juga ditemukan pada sebagian wanita dengan hidrosalping.

Diagnosis hidrosalping

Ada tiga cara untuk mengetahui ada tidaknya sumbatan pada tuba falopi dan hidrosalping. Salah satu atau lebih pemeriksaan-pemeriksaan berikut mungkin dilakukan:

Histerosalpingogram (HSG)

Pemeriksaan ini menggunakan sinar X dan zat kontras (cairan) untuk menunjukkan ada tidaknya sumbatan. Bila tuba falopi terbuka (atau disebut paten), cairan akan “tertumpah” (spilled) ke dalam rongga panggul. Sebaliknya, bila tuba falopi tersumbat, cairan akan terjebak dan tidak tampak tumpahan pada rongga panggul. Meski demikian, penafsiran hasilnya perlu hati-hati agar tidak salah interpretasi.

HSG Hidrosalping
Gambar 3: Kiri: HSG normal; Kanan: HSG pada hidrosalping bilateral.

Ultrasonografi (USG)

Hidrosalping yang berat dapat terdeteksi melalui USG oleh karena tuba falopi tampak membesar pada pemeriksaan ini. 

Pembedahan (laparoskopi)

Ini merupakan prosedur pembedahan noninvasif dengan sayatan kecil pada perut (1 cm). Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat melihat langsung kondisi rahim dan tuba falopi yang tersumbat.

Pengobatan hidrosalping

Hidrosalping diobati melalui pembedahan. Ada dua macam prosedur yang mungkin dilakukan:

  • Salpingostomi, di mana hanya area tuba yang rusak dan melebar saja yang diangkat.
  • Salpingektomi, di mana seluruh tuba diangkat. Prosedur ini dilakukan di bawah anestesi (bius) umum, dan biasanya selesai dalam waktu kurang dari satu jam. Pemulihan pascaoperasi umumnya memakan waktu sekitar tiga minggu.

Pada individu yang akan menjalani program bayi tabung, prosedur salpingektomi lebih dianjurkan oleh karena memberikan koreksi yang permanen. Prosedur ini secara drastis meningkatkan angka kesuksesan program bayi tabung. 

Namun demikian, seperti halnya dengan pembedahan apapun, prosedur ini memiliki risiko seperti reaksi terhadap obat anestesi, kehilangan darah yang bermakna, terbentuknya jaringan parut, kerusakan jaringan, dan nyeri. 

Bisakah hamil dengan hidrosalping?

Bila hanya satu tuba falopi yang mengalami hidrosalping, secara teknis kehamilan mungkint erjadi. Namun, tetap ada risiko dan komplikasinya tersendiri. Sebagai contoh, tuba falopi yang rusak dapat mengeluarkan cairan ke dalam rahim. Memang belum diketahui bagaimana cairan tersebut menyebabkan masalah tertentu, namun penelitian terkini menunjukkan bahwa hidrosalping dapat memengaruhi aliran darah pada rahim dan ovarium, serta menyulitkan implantasi embrio.

Bila kedua tuba falopi tersumbat total, sel telur tidak akan bisa dibuahi oleh sel sperma. Untuk bisa hamil, wanita perlu berkonsultasi dengan dokter kandungan yang ahli fertilitas. Pada sebagian kasus, sumbatan tuba bisa dibuka melalui operasi sehingga kehamilan alami dimungkinkan kembali. 

Namun, bila sumbatan dan kerusakan tuba sangat berat, kehamilan alami tentu sulit diupayakan. Dalam hal ini, cara satu-satunya yakni melalui program bayi tabung. Sebelum program dimulai, sebaiknya dilakukan pengangkatan hidrosalping, oleh karena keberadaannya dapat menurunkan angka kesuksesan kehamilan.

Penutup

Pada dasarnya, semua masalah infertilitas harus dievaluasi secara menyeluruh dan diobati dengan tepat sebelum merencanakan suatu kehamilan. Apalagi, bila Anda ingin menjalani program bayi tabung. Ini bertujuan untuk menurunkan peluang kegagalan dan stres psikologis yang tidak perlu.

Pada kasus hidrosalping, langkah pertama adalah obati terlebih dulu kondisi tersebut. Setelah pulih dari operasi, Anda dapat memulai untuk merencanakan kehamilan, baik secara alami (bila masih memiliki satu tuba falopi yang sehat) maupun melalui program bayi tabung. Dengan hilangnya hidrosalping, peluang untuk mendapatkan kehamilan yang sukses akan jauh lebih baik.

  1. Walker MH, Tobler KJ. Female Infertility. [Updated 2021 Jan 1]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: URL.
  2. Kuohung W, Hornstein MD. Causes of female infertility. In: UpToDate, Post, TW (Ed), UpToDate, Waltham, MA, 2021.
  3. American Society of Reproductive Medicine. 2014. Hydrosalpinx. URL.
  4. Radiopaedia.org. 20 September 2021. Hydrosalpinx. URL.
Share:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Reservasi