Hasil USG Normal tapi Belum Hamil, Apa Penyebabnya?

hasil USG normal tapi belum

Penyebab pasangan suami istri sulit memiliki anak bisa disebabkan oleh masalah infertilitas yang dialami baik pria maupun wanita. Hal tersebut dapat diketahui melalui hasil USG yang dilakukan pada wanita. Namun, bagaimana jika hasil USG normal tapi belum hamil?

Penyebab Hasil USG Normal Tapi Belum Hamil

Salah satu penyebab pasangan sulit memiliki keturunan adalah masalah infertilitas yang bisa dialami oleh wanita maupun pria. Permasalahan infertilitas yang sering dialami wanita, seperti gangguan ovulasi, endometriosis, masalah tuba falopi, infertilitas idiopatik, dan lainnya.

Salah satu langkah pemeriksaan awal kesuburan yang dilakukan wanita adalah melakukan USG. Dalam bidang kebidanan dan kandungan, ada dua metode ultrasonography (USG), yaitu USG transabdominal dan USG transvaginal.

USG transabdominal mengambil gambar bagian dalam organ reproduksi melalui dinding perut. Sementara itu, USG transvaginal merupakan prosedur pengambilan gambar organ reproduksi melalui liang vagina. Prosedur ini dilakukan untuk menghasilkan gambaran yang lebih akurat dan mendetail.

Kapan waktu yang tepat untuk USG program hamil? USG transvaginal biasanya dilakukan untuk mengetahui kondisi rahim dan mencari tahu penyebab infertilitas agar dapat ditangani dengan tepat. Indikasi infertilitas yang bisa diperiksa melalui USG transvaginal, seperti gangguan haid, perdarahan vagina, kelainan pada rahim atau ovarium (kista, miom, polip, dan infeksi).

Namun, bagaimana jika hasil USG transvaginal normal dan tidak ditemukan adanya masalah pada rahim? Sama seperti penyebab susah hamil padahal haid lancar, penyebab USG normal tapi belum hamil dapat disebabkan beberapa faktor.

1. Faktor Genetik

Kelainan genetik bisa menjadi salah satu faktor pasangan sulit memiliki keturunan. Faktor genetik tentu tidak dapat dilihat dari hasil USG transvaginal, misalnya jika keluarga memiliki riwayat menopause dini. Hal ini perlu diketahui melalui riwayat genetik baik dari keluarga Anda dan pasangan.

Faktor genetik juga bisa dialami pria yang bisa menjadi masalah infertilitas. Kelainan genetik membuat organ reproduksi pria tidak dapat bekerja secara optimal atau terdapat masalah pada hormon testosteron yang berpengaruh pada produksi, pergerakan, dan kualitas sperma.

Beberapa penyakit akibat kelainan genetik yang dapat membuat seorang pria menjadi kurang subur atau mandul adalah hiperplasia adrenal kongenital, sindrom Klinefelter, dan sindrom Kallmann.

Jika Anda memiliki kelainan genetik yang bisa memengaruhi kondisi kesuburan maka Anda dapat segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

2. Infertilitas Pada Pria

Jika wanita sudah melakukan pemeriksaan dan dinyatakan normal, bisa jadi ini disebabkan oleh infertilitas yang dialami pria. Masalah infertilitas tidak hanya dialami oleh wanita tetapi juga pada pria. Infertilitas yang terjadi para pria ketika tidak dapat menghasilkan kualitas sperma yang baik, jumlah sperma yang cukup, dan motilitas (pergerakan) sperma yang baik.

Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti varikokel, gangguan tiroid, kelainan genetik, kelainan saluran sperma, torsio testis, masalah seksual, dan masalah pada ejakulasi.

Untuk mengetahui penyebab infertilitas pada pria maka dapat dilakukan pemeriksaan awal dengan analisis semen.

3. Infertilitas Idiopatik

Infertilitas idiopatik adalah infertilitas yang tidak diketahui penyebabnya. Kondisi di mana pasangan yang sudah menjalani pemeriksaan lengkap kesuburan, seperti pemeriksaan analisis semen, pemeriksaan ovulasi dan saluran tuba dinyatakan normal namun belum berhasil hamil.

4. Faktor Usia

Salah satu faktor pasangan belum berhasil hamil bisa disebabkan oleh faktor usia. Pasalnya pasangan suami istri yang berusia >35 tahun tingkat kesuburannya mengalami penurunan. Meski begitu, bukan berarti wanita yang berusia >35 tahun tidak bisa hamil hanya saja butuh waktu lebih lama dari biasanya.

5. Frekuensi Berhubungan Intim

Jika hasil USG normal tapi Anda masih belum berhasil hamil, hal ini bisa saja disebabkan oleh frekuensi berhubungan intim yang belum maksimal. Terlebih jika pasangan suami istri menjalani hubungan jarak jauh yang menyebabkan tidak dapat secara rutin untuk melakukan hubungan intim.

Normalnya, salah satu cara untuk meningkatkan peluang kehamilan adalah melakukan hubungan intim secara rutin, yaitu 2 hingga 3 kali dalam seminggu.

Namun, jika Anda beranggapan melakukan hubungan intim setiap hari agar mempercepat proses hamil, hal tersebut kurang tepat. Pasalnya hal ini akan memengaruhi tenaga serta kualitas sperma yang dikeluarkan.

Salah satu cara agar cepat hamil adalah melakukan hubungan intim tepat pada saat masa subur wanita tengah berlangsung. Pada saat inilah waktu yang tepat untuk meningkatkan peluang kehamilan.

alat USG

Cara Mengatasi Hasil USG Normal Tapi Belum Berhasil Hamil

Ketika Anda belum hamil tapi hasil USG normal, apakah masih ada kesempatan hamil? Tentu bisa. Anda masih bisa memiliki kesempatan hamil lewat program hamil berbantu, seperti inseminasi intrauterine (IUI) dan bayi tabung (IVF). Program hamil berbantu bisa meningkatkan peluang kehamilan Anda.

Inseminasi intrauterine (IUI)

Program hamil ini dilakukan bila terdapat indikasi yang disebabkan kondisi wanita yang mengalami Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS), wanita yang mengalami endometriosis ringan, infertilitas idiopatik, dan gangguan infertilitas pada pria (sperma abnormal, gangguan ereksi, gangguan ejakulasi, dan kondisi lainnya).

Bayi tabung (IVF)

Program hamil bayi tabung dilakukan bila terdapat indikasi disebabkan kondisi tuba falopi tersumbat, memiliki gangguan endometriosis derajat sedang-berat, gangguan ovulasi, keguguran idiopatik berulang, faktor sperma yang tidak dapat dikoreksi dengan obat/operasi.

Cara Mengatasi Sulit Hamil

Jika Anda ingin memiliki peluang hamil yang tinggi maka Anda dapat mengatasi sulit hamil tersebut dengan beberapa cara:

1. Ketahui masa subur

Masa subur wanita merupakan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan intim dan dapat meningkatkan peluang kehamilan. Namun, sebelum itu, Anda harus mengetahui kapan masa subur Anda berlangsung.

Menghitung masa subur wanita penting untuk menentukan peluang Anda untuk hamil. Masa ovulasi berlangsung tiga hari menjelang dan hari pertama saat ovulasi.

Jika siklus menstruasi rata-rata Anda adalah 28 hari, Anda berovulasi sekitar hari ke-14, dan hari-hari paling subur Anda adalah hari ke-12, 13 dan 14.

Jika siklus menstruasi rata-rata Anda adalah 35 hari, ovulasi terjadi sekitar hari ke-21 dan masa paling subur Anda adalah hari ke 19,20 dan 21.

Jika Anda memiliki siklus yang lebih pendek, katakanlah 21 hari, ovulasi terjadi sekitar hari ke 7 dan subur Anda adalah hari ke 5, 6 dan 7.

2. Tes kesuburan

Melakukan tes kesuburan merupakan langkah awal bagi pasangan suami istri yang ingin menjalani program bayi tabung. Hal ini penting dilakukan sebagai bentuk pemeriksaan awal bagi pasangan suami istri yang mengalami masalah infertilitas.

Ciri-ciri masalah kesuburan adalah pasangan belum hamil setelah melakukan hubungan intim secara teratur tanpa alat kontrasepsi selama satu tahun.

3. Tes hormon dan genetik

Jika penyebab hasil USG normal tapi belum hamil bisa saja disebabkan oleh faktor genetik. Untuk mengetahui kelainan kromosom atau kelainan genetik apa yang dialami dapat dilakukan pemeriksaan melalui tes hormon dan tes genetik. Namun jika Anda telah mengetahui sejak awal maka Anda dapat melakukan konsultasi dengan dokter.

  1. Kavita Shah. The genetic basis of infertility. Reproduction. 2003 Jul;126(1):13-25.
  2. Suraya Nahlawi; Nedi Gari. Sonography Transvaginal Assessment, Protocols, And Interpretation. June 17, 2021. 
  3. Klenov, Violet E. Ultrasound in Infertility Treatments. Clinical Obstetrics and Gynecology: March 2017 – Volume 60 – Issue 1 – p 108-120. 
  4. Susan B. Bullivant, Sarah A. Sellergren, Kathleen Stern, Natasha A. Spencer, Suma Jacob, Julie A. Mennella. Women’s sexual experience during the menstrual cycle: Identification of the sexual phase by noninvasive measurement of luteinizing hormone. Pages 82-93, Published online: 11 Jan 2010. 
  5. Crawford NM, Steiner AZ. Age-related Infertility. Obstet Gynecol Clin North Am. 2015;42(1):15-25. doi:10.1016/j.ogc.2014.09.005
  6. Gunn DD, Bates GW. Evidence-based approach to unexplained infertility: a systematic review. Fertil Steril. 2016;105(6):1566-1574.e1. doi:10.1016/j.fertnstert.2016.02.001
  7. Alexander Quaas. Diagnosis and Treatment of Unexplained Infertility. Rev Obstet Gynecol. 2008 Spring; 1(2): 69–76.
bocah indonesia green
Share:
  • 176
    Shares

 

2 Responses

  1. tika berkata:

    konsul promil

  2. tika berkata:

    hasil usg normal… tapi sebelum datang bulan pasti sakit kepala demam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

doctors
Reservasi