Gaya Hidup yang Bikin Kesuburan Meredup

Gaya Hidup yang Bikin Kesuburan Meredup

Gaya hidup menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesuburan. Gaya hidup yang kurang baik bisa memengaruhi keberhasilan peluang kehamilan.

Kesuburan menjadi hal penting bagi pasangan suami istri yang merencanakan untuk memiliki keturunan. Ada banyak faktor yang memengaruhi kesuburan Ayah Bunda, mulai dari usia, kondisi medis, paparan zat berbahaya, infertilitas yang tidak diketahui penyebabnya, hingga gaya hidup.

Masalah kesuburan atau infertilitas adalah kondisi di mana pasangan suami istri yang tidak dapat hamil setelah satu tahun berhubungan tanpa alat kontrasepsi. Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) menyebutkan jika sekitar 17,5% dari populasi orang dewasa atau 1 dari 6 pasangan mengalami masalah infertilitas.

Baca juga: 7 Tips Pola Hidup Sehat Agar Cepat Hamil

Apa Pengaruh Gaya Hidup dan Kesuburan?

Pasalnya, jika kesuburan Ayah Bunda terganggu maka bisa menyebabkan sulit untuk mendapatkan kehamilan. Bahkan, menurut penelitian menyebutkan jika gaya hidup yang tidak sehat dapat meningkatkan pasangan mengalami gangguan fertilitas atau kesuburan. Hal ini tentu menyebabkan sulitnya memperoleh keturunan.

Tanya Ferly tentang Promil?

New CTA WA

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Reproductive Biology and Endocrinology, faktor gaya hidup dapat memengaruhi kondisi kesehatan termasuk di antaranya kesuburan. Beberapa faktor gaya hidup yang dapat memengaruhi kondisi kesuburan seseorang meliputi berat badan, makanan yang dikonsumsi, olahraga, stres, hingga paparan lingkungan.

Gaya Hidup yang Dapat Memengaruhi Kesuburan

Meski memengaruhi kondisi kesuburan namun gaya hidup masih dapat diperbaiki untuk meningkatkan kesehatan maupun kesuburan Ayah Bunda. Berikut gaya hidup yang dapat memengaruhi kondisi kesuburan.

1. Berat badan berlebihan atau kurang

Salah satu faktor gaya hidup yang berkaitan dengan kesuburan seseorang adalah berat badan yang berlebihan maupun kurang. Selain kesuburan, kondisi ini juga memengaruhi kesehatan. Idealnya, indeks massa tubuh (IMT) seseorang tidak lebih dari 25 atau kurang dari 20.

Wanita yang mengalami berat badan belebihan maupun di bawah normal bisa memicu gangguan hormon sehingga menyebabkan masalah gangguan kesuburan dan gangguan ovulasi.

Sedangkan menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Medicine, pria yang memiliki indeks massa tubuh (IMT) rendah dapat memengaruhi kualitas sperma. Jurnal tersebut juga menyebutkan jika IMT yang rendah bisa menjadi faktor infertilitas pada pria.

Baca juga: 5 Tips Hamil Cepat Setelah Menikah

2. Makanan yang dikonsumsi

Jika Ayah Bunda ingin memulai untuk program hamil maka bisa dimulai dengan mengonsumsi makanan yang bergizi dan kaya nutrisi. Pasalnya, beberapa makanan bisa memengaruhi kondisi kesuburan seperti makanan cepat saji, makanan yang mengandung lemak jenuh, makanan yang mengandung merkuri, atau mengonsumsi kafein secara berlebihan.

Beberapa jenis makanan di atas bisa memengaruhi kesuburan karena berbagai kandungan di dalamnya yang bisa menyebabkan kondisi infertilitas pada wanita maupun pria. Jika Ayah Bunda ingin memiliki peluang keberhasilan yang tinggi, sebaiknya hindari konsumsi makanan-makanan di atas, ya.

3. Minuman alkohol

Kebiasaan mengonsumsi minuman alkohol juga bisa memengaruhi kondisi kesuburan. Pada wanita, minum alkohol dapat memberikan efek terhadap kesuburan wanita yang beragam, seperti peluang penempelan embrio di rahim menurun, disfungsi ovulasi, perkembangan embrio yang abnormal, hingga angka keguguran dan kematian janin yang meningkat.

Pada pria, alkohol dipercaya dapat mengurangi gairah seksual (libido), impotensi, hingga memengaruhi kualitas sperma. Kondisi ini tentu bisa menurunkan tingkat keberhasilan program hamil Ayah Bunda.

4. Merokok

Merokok menjadi salah satu gaya hidup yang banyak dilakukan oleh pria maupun wanita. Nah, kebiasaan merokok ini bisa menyebabkan masalah kesehatan dan memengaruhi kesuburan Ayah Bunda, lho.

Rokok mengandung zat-zat berbahaya yang bisa menurunkan tingkat produksi sperma, pergerakan (motilitas), serta bentuk (morfologi) sperma yang normal. Kebiasaan merokok yang dilakukan dengan intensitas cukup sering juga bisa menyebabkan kerusakan pada DNA sperma.

Tidak hanya itu, merokok juga bisa mengacaukan hormon sehingga dapat memengaruhi kualitas sel telur wanita.

5. Olahraga yang berlebihan

Olahraga merupakan aktivitas yang baik untuk kesehatan apalagi untuk kesuburan. Namun, melakukan olahraga yang berlebihan justru bisa memengaruhi tingkat kesuburan.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Reproductive Biomedical Online, menyebutkan jika melakukan olahraga berlebihan dapat mengubah keseimbangan energi dalam tubuh yang dapat memengaruhi sistem reproduksi.

Salah satu olahraga yang sebaiknya dihindari para Ayah adalah bersepeda. Meski sehat, nyatanya jika rutin bersepeda dengan intensitas yang tinggi dengan menggunakan celana yang ketat, dapat meningkatkan suhu pada testis yang berpengaruh pada proses produksi sperma. Bagi para Ayah yang merencanakan atau sedang menjalani promil sebaiknya hindari olahraga ini.

Baca juga: Diabetes dan Kesuburan, Apa Hubungannya?

6. Stres yang berlebihan

Ayah Bunda percaya nggak sih kalau stres bisa menjadi salah satu pemicu masalah kesehatan? Tidak hanya itu, stres berlebihan yang tidak dikelola dengan baik juga bisa menyebabkan gangguan kesuburan.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Reproductive and Infant Psychology, stres secara psikologis seperti depresi atau gangguan kecemasan dapat memengaruhi 30 persen wanita yang melakukan pemeriksaan di klinik fertilitas. Oleh sebab itu, sebaiknya kelola stres secara baik selama menjalani program hamil.

7. Paparan lingkungan

Jika Ayah sering terpapar bahan kimia maka sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis andrologi. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Reproductive Science Center of New Jersey, paparan bahan kimia dapat menyebabkan hormon yang berperan dalam produksi sperma menurun.

Selain itu, paparan zat-zat kimia seperti peptisida, herbisida, dan insektisida dapat memengaruhi kemampuan sperma untuk membuahi sel telur.

Tidak hanya paparan zat kimia, terlalu sering terpapar suhu tinggi juga bisa memengaruhi kondisi testis atau buah zakar. Sebab, meningkatkan suhu panas pada testis akan menghambat proses produksi sperma.

Itu dia Ayah Bunda, beberapa gaya hidup yang bisa memengaruhi kesuburan. Jika Ayah Bunda ingin melakukan program hamil, sebaiknya mulai ubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan kesuburan Ayah Bunda ke klinik fertilitas untuk mendapat penanganan yang tepat jika ditemukan masalah kesuburan.

cheer

Jadwalkan Konsultasi

Jika Anda belum hamil setelah satu tahun usia pernikahan, kami menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.

Buat janji konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau chat melalui Whatsapp melalui tombol di bawah.

Referensi
  • Guo, D., et al. (2019). Is low body mass index a risk factor for semen quality? A PRISMA-compliant meta-analysis. Medicine (Baltimore). 2019 Aug; 98(32): e16677. 
  • Redman, L.M. (2006). Physical activity and its effects on reproduction. Reprod Biomed Online. 2006 May;12(5):579-86. 
  • Pook, M., et al. (2010). A validation study on the negative association between an active coping style and sperm concentration. Journal of Reproductive and Infant Psychology, Volume 18, 2000 – Issue 3. 
  • Reproductive Science Center. Male Infertility. 
  • World Health Organization. 1 in 6 people globally affected by infertility: WHO. 
  • Sharma, R., et al. (2013). Lifestyle factors and reproductive health: taking control of your fertility. Reprod Biol Endocrinol. 2013; 11: 66.
Avatar photo
Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

doctors
Buat Janji