Frustasi, Gagal IVF Diatasi

Frustasi, Gagal IVF Diatasi

Kegagalan bayi tabung dapat menyebabkan perasaan sedih, kecewa, hingga frustasi. Meski begitu, rasa frustasi bisa diatasi segera diatasi.

Mengalami kegagalan program bayi tabung (IVF) bukanlah sesuatu yang mudah. Berbagai macam perasaan membuat pasangan berkecil hati untuk memulai promil kembali. Jangan khawatir, meski membutuhkan waktu namun masih ada kesempatan Ayah Bunda mendapatkan peluang keberhasilan pada siklus berikutnya.

Namun, bagaimana cara menghadapi perasaan frustasi saat mengalami gagal IVF? Perasaan sedih dan kecewa merupakan hal yang wajar namun Ayah Bunda tidak perlu berkecil hati, istirahat sejenak sebelum memulai kembali menjadi salah satu cara untuk membantu memaksimalkan peluang keberhasilan dalam program IVF berikutnya.

Baca juga: Bayi Tabung Gagal? Konseling Bantu Hasil Optimal

Pengalaman Kegagalan Bayi Tabung

Salah satu pasangan yang pernah mengalami gagal bayi tabung adalah Bunda Dwi Nona dan Ayah Nudin Al Firdos. Pasangan yang menikah selama 7 tahun ini mulai menjalani program hamil di Bocah Indonesia pada tahun 2022.

Tanya Ferly tentang Promil?

New CTA WA

Kendala azoospermia obstruktif yang dialami sang suami, membuat Ayah Nudin perlu melakukan Percutaneous Epididymal Sperm Aspiration (PESA) yakni metode untuk pengambilan sperma menggunakan jarum kecil untuk menembus epididimis.

Pasangan ini pun memutuskan untuk menjalani program bayi tabung karena diagnosis yang diberikan oleh dokter. Kondisi ini pula yang membuat Bunda Dwi Nona dan Ayah merasa sedih karena janin tidak berkembang pada siklus IVF pertama yang didampingi oleh dokter spesialis obgyn, dokter spesialis andrologi, dan ahli embriologi.

“Perjalanan ini memang tidak mudah bagi kami. Setelah gagal IVF pertama, kami memutuskan untuk kembali berjuang menjemput harapan kami,” tulis Bunda Dwi Nona dalam unggahannya di Instagram.

Pernah gagal pada siklus IVF pertama, tidak membuat pasangan ini putus asa dalam menjemput impian mereka untuk mendapatkan keturunan. Kedunya memutuskan untuk melanjutkan program bayi tabung di tahun 2023. Pasangan ini pun mengaku pasrah terhadap hasilnya nanti.

Baca juga: Solusi Hadapi Kegagalan Bayi Tabung Anti Murung

“Kali ini kami lebih banyak memasrahkan kepada Allah apapun hasilnya. Kami yakin apapun ketetapan-Nya adalah yang terbaik untuk kami,” tulisnya.

Berkat kesabaran, ikhtiar, serta doa yang tidak pernah putus, kebahagiaan akhirnya berpihak pada pasangan ini. Penantian selama 7 tahun pun berbuah manis, dua garis positif pada testpack menjadi jawaban dari segala doa. Detak jantung pertama calon buah hati pun akhirnya mereka dengar untuk pertama kalinya

Nah, itu dia sedikit cerita dari perjalanan panjang Bunda Dwi Nona dan Ayah Nurdin yang pernah mengalami kegagalan IVF. Perasaan sedih pernah dirasakan namun mampu dihadapi dengan keikhlasan hingga akhirnya berani untuk kembali memulai siklus IVF berikutnya.

Ayah Bunda, gagal dalam menjalani proses IVF bisa menimbulkan perasaan frustasi. Namun, jangan pernah putus asa karena #SelaluAdaHarapan untuk Ayah Bunda yang terus berjuang menjemput impian.

Ayah Bunda punya pengalaman yang sama? Segera konsultasikan ke dokter sebelum memulai promil IVF kembali.

cheer

Jadwalkan Konsultasi

Jika Anda belum hamil setelah satu tahun usia pernikahan, kami menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.

Buat janji konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau chat melalui Whatsapp melalui tombol di bawah.

Referensi
  • Smith, A., et al. (2015). Live-Birth Rate Associated with Repeat In Vitro Fertilization Treatment Cycles. JAMA. 2015;314(24):2654-2662. 
  • McLernon, DJ., et al. (2016). Cumulative live birth rates after one or more complete cycles of IVF: a population-based study of linked cycle data from 178 898 women. Human Reproduction, Volume 31, Issue 3, March 2016, Pages 572–581.
Avatar photo
Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

doctors
Buat Janji