Mengenal Penyakit Langka Empty Sella Syndrome, Bisa Pengaruhi Kesuburan?

empty sella syndrome

Empty Sella Syndrome merupakan salah satu jenis penyakit langka yang menyerang otak manusia. Penyakit ini ditandai dengan sakit sakit kepala kronis, gangguan penglihatan, hingga gangguan hormon.

Pernahkah Anda mendengar empty sella syndrome (ESS)? Ini merupakan salah satu penyakit yang baru-baru ini diidap oleh selebriti Ruben Onsu. Jenis penyakit langka ini sering tidak menimbulkan gejala namun seiring berjalannya waktu kondisi ini bisa makin memburuk. Lantas, apa itu empty sella syndrome? Simak penjelasannya berikut.

Apa Itu Empty Sella Syndrome?

Empty sella syndrome atau sindrom sella kosong adalah kelainan langka yang terjadi pada sella tursika yakni struktur tulang yang terletak pada bagian dasar tengkorak yang berfungsi untuk melindungi kelenjar pituitari.

Kelenjar pituitari sendiri merupakan kelenjar yang menghasilkan hormone untuk beragam fungsi organ tubuh. Para penderita sindrom sella kosong memiliki kelenjar pituitari yang ukurannya lebih kecil.

Ukurannya yang sangat kecil membuat kelenjar pituitari tidak terlihat pada saat dilakukan tes pencitraan. Hal inilah yang membuat sella tursika terlihat kosong.

Jika sindrom sella kosong ini mendapat penanganan yang terlambat maka dapat menyebabkan produksi dan cara kerja hormon terganggu.

Empty sella syndrome terbagi menjadi dua jenis, yakni empty sella syndrome primer dan empty sella syndrome sekunder. Kondisi ini bisa disebabkan oleh trauma kepala, infeksi tumor hipofisis, hingga tindakan pembedahan pada kelenjar pituitari.

Empty sella syndrome primer

Kondisi ini terjadi di mana cairan dalam otak atau serebrospinal bocor dan masuk ke dalam sella tursika yang diakibatkan adanya sobekan kecil pada lapisan pembungkus otak. Kondisi ini menyebabkan kelenjar pituitary menyusut dan tidak menjalankan fungsinya secara normal. Penyebab sindrom ini belum dapat diketahui secara pasti.

Menurut penelitian yang dimuat Indian Journal of Clinical Biochemistry, 8 – 35 persen orang didunia diperkirakan mengidap sindrom sella kosong primer. Kondisi ini lebih berisiko dialami oleh wanita dengan obesitas dan tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Empty sella syndrome sekunder

Kondisi sindrom sella sekunder merupakan gangguan pada sella tursika yang disebabkan oleh beberapa kondisi mendasar yang mengubah anatomi kelenjar pituitari yang dapat diidentifikasi.

sakit kepala akut

Penyebab Empty Sella Syndrome

Sindrom sella kosong ini merupakan salah satu penyakit langka yang bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

1. Cacat diafragma sella

Kondisi ini bisa menyebabkan sindrom sella kosong primer. Diafragma sella adalah lapisan paling luar membran yang melapisi otak dan sumsum tulang belakang. Diafragma sella ini juga menutupi sella tursika.

Kondisi cacat lahir dapat menyebabkan diafragma sella mudah bocor sehingga cairan serebrospinal bisa masuk ke dalam sella tursika tersebut. Cairan serebrospinal adalah cairan yang mengalir dalam ventrikel dan batang otak juga sekitar saraf tulang belakang.

Cairan serebrospinal yang bocor akan menumpuk sehingga menekan kelenjar hipofisis yang menyebabkan ukurannya menjadi menyusut. Sebaliknya, penumpukan cairan tersebut dapat membuat sella tursika membesar.

2. Cedera otak

Salah satu kondisi yang bisa menyebabkan sindrom sella kosong sekunder adalah cedera otak traumatis. Cedera otak bisa terjadi akibat kecelakaan maupun hantaman benda. Kondisi ini yang membuat kelenjar pituitary menyusut sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana fungsinya.

Hal ini bisa berbahaya mengingat dapat mengganggu proses metabolisme (pengolahan zat gizi menjadi energi), mengurangi kepadatan tulang, hingga dapat menurunkan kualitas hidup bagi penderitanya.

3. Terapi radiasi

Jenis penyakit langka ini dapat terjadi akibat terapi radiasi. Terapi radiasi biasanya direkomendasikan sebagai bentuk pengobatan tumor pituitary. Namun sayangnya, pengobatan yang menggunakan sinar radiasi ini dapat menimbulkan efek samping berupa infeksi.

Adanya infeksi dapat membuat kelenjar hipofisis menyusut yang dapat memicu sindrom sela kosong sekunder.

4. Operasi bedah

Operasi bedah dilakukan untuk pengobatan tumor hipofisis. Namun, menurut National Organization for Rare, tindakan pembedahan ini tidak hanya mengangkat tumor namun bisa memicu sindrom sella kosong. Hal dikarenakan prosedur bedah dapat mengganggu fungsi kelenjar hipofisis dan membuat ukurannya menyusut.

Gejala Empty Sella Syndrome

Pada umumnya, penderita sindrom sella kosong tidak mengalami gejala apapun sehingga kondisi ini sulit terdeteksi. Gejala akan muncul ketika kelenjar pituitari mengalami penyusutan yang kemudian memicu ketidakseimbangan hormon tubuh.

Bagi penderita kondisi ini bisa mengalami gejala yang berbeda tergantung pada hormon apa yang dipengaruhi. Berikut beberapa gejala yang biasanya muncul seperti:

  • Sakit kepala kronis
  • Mata kering
  • Penurunan kualitas penglihatan
  • Tekanan darah tinggi
  • Kelelahan sepanjang waktu
  • Penurunan gairah seksual
  • Gangguan menstruasi pada wanita

Apakah Empty Sella Syndrome Memengaruhi Kesuburan?

Mengingat kelainan ini menyerang kelenjar hipofisis yang memproduksi sejumlah hormon, secara tidak langsung kondisi ini dapat memengaruhi kesuburan wanita.

Menurut dr. Febriyan Nicolas, Sp.OG, M. Kes., dokter spesialis kandungan dan kebidanan Pusat Fertilitas Bocah Indonesia, mengungkapkan jika jenis penyakit langka ini menyerang kelenjar hipofisis dapat menghambat perkembangan sel telur.

“Empty sella syndrome adalah kondisi di mana kelenjar hipofisis di otak menciut sehingga hormon diproduksi sangat sedikit atau bahkan tidak sama sekali, salah satunya Follicle Stimulating Hormone (FSH) yang berfungsi dalam proses perkembangan sel telur,” ujar dr. Nico.

Kondisi tersebut tentu dapat mengganggu proses ovulasi sehingga siklus haid seorang wanita bisa memanjang atau bahkan tidak terjadi sama sekali.

“Hal ini membuat hambatan pada perkembangan sel telur dan proses ovulasi sehingga siklus haid bisa memanjang atau bahkan tidak sama sekali serta terjadinya infertilitas atau kemandulan,” lanjutnya.

Selain memengaruhi kesuburan wanita, kondisi ini juga memengaruhi kesuburan pria. Hal ini diungkapkan oleh dr. Gito Wasian, Sp. And, dokter spesialis andrologi Pusat Fertilitas Bocah Indonesia.

Menurut dr. Gito, kondisi ini dapat dijumpai di mana adanya penurunan hormon-hormon penting yang berperan dalam organ reproduksi wanita maupun pria.

“Pada pasien dengan empty sella syndrome seringkali dijumpai penurunan kadar hormon yang dihasilkan oleh (kelenjar) hipofisis, termasuk LH dan FSH yang berperan dalam proses reproduksi baik pria maupun wanita,” ujar dr. Gito.

Bagaimana Diagnosis Empty Sella Syndrome?

Penyakit langka yang menyerang bagian otak ini dapat didiagnosis dengan beberapa pemeriksaan. Pertama, dokter akan melakukan menanyakan riwayat medis hingga pemeriksaan fisik. Pemeriksaan lanjutan yang dapat dilakukan oleh dokter seperti:

Computerized Tomography Scan (CT scan)

Pemeriksaan ini dilakukan yang melibatkan sistem komputer dengan teknologi sinar-X atau rontgen. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat mengetahui organ tubuh pasien terutama pada organ otak.

Pencitraan resonansi magnetic (Magnetic Resonance Imaging)

Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan gelombang radio dan teknologi magnet. Melalui pemeriksaan ini, dokter menjadi lebih mudah untuk melakukan diagnosis yang berkaitan dengan organ otak.

Dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui mengenai kadar hormon di dalam tubuh pasien.

Pengobatan Empty Sella Syndrome

Setelah melakukan sejumlah pemeriksaan, jika hasilnya menunjukkan pasien mengalami kondisi ini namun kelenjar pituitari atau hipofisis tidak berubah secara signifikan, fungsi hormon tidak terganggu, dan tidak ada gejala yang ditimbulkan maka tidak diperlukan dan hanya melakukan pemantauan rutin.

Sebaliknya, jika kelenjar hipofisis menyusut sehingga mengganggu fungsi hormon dan menimbulkan gejala maka dokter akan memberikan pengobatan agar hormon pada tubuh kembali seimbang. Pengobatan yang diberikan seperti obat anti nyeri, obat tetes mata, hingga antihipertensi untuk meredakan gejala.

Namun jika terjadi kebocoran cairan serebrospinal maka akan dilakukan tindakan pembedahan.

Kesimpulan

Penyakit langka empty sella syndrome yang menyerang kelenjar hipofisis yang memproduksi hormon-hormon penting pada organ reproduksi ini secara tidak langsung dapat menyebabkan masalah gangguan kesuburan. Hal ini lantaran terdapat hambatan pada perkembangan sel telur dan proses ovulasi. Jika Anda mengalami gejala di atas maka segera periksakan diri ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

cheer

Jadwalkan Konsultasi

Jika Anda belum juga hamil setelah berupaya selama dua belas bulan atau lebih (atau enam bulan jika usia perempuan di atas 35 tahun), kami menyarankan Anda untuk melakukan penilaian kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.

Jadwalkan konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau dengan mengisi formulir melalui tombol dibawah.

  1. Aruna, P., et al. 2014. Partial Empty Sella Syndrome: A Case Report and Review. Indian J Clin Biochem. 2014 Apr; 29(2): 253–256. 
  2. National Organization for Rare Disorders. Diakses 2022. Empty Sella Syndrome. 
  3. Debnath, J., et al. 2016. ‘Empty sella’ on routine MRI studies: An incidental finding or otherwise? Med J Armed Forces India. 2016 Jan;72(1):33-7. 
  4. Auer, M. K., et al. 2018. Primary Empty Sella Syndrome and the Prevalence of Hormonal Dysregulation. Dtsch Arztebl Int. 2018 Feb 16;115(7):99-105.
bocah indonesia green
Share:
  • 176
    Shares

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

doctors
Reservasi