Gagal Implantasi Bikin Bunda Depresi?

Gagal Implantasi Bikin Bunda Depresi

Pasca melakukan transfer embrio atau embryo transfer (ET), diharapkan agar embrio dapat menempel pada dinding rahim untuk terjadinya kehamilan.

Transfer embrio atau yang dikenal juga sebagai embryo transfer (ET) adalah salah satu proses bayi tabung. Pada program bayi tabung, proses pembuahan dilakukan di luar tubuh yakni di laboratorium. Sel telur yang telah diambil dari rahim Bunda akan dibuahi oleh sel sperma yang telah diambil dari Ayah. Ketika berhasil dibuahi, maka sel telur akan berkembang menjadi embrio.

Kemudian, embrio yang telah dipantau beberapa hari di laboratorium akan dimasukkan kembali ke dalam rahim Bunda. Proses inilah yang disebut sebagai embryo transfer (ET) atau transfer embrio.

Pada proses inilah yang menentukan apakah nantinya embrio akan menempel atau tidak pada dinding rahim. Jika embrio menempel maka dapat dipastikan peluang untuk mendapatkan keturunan.

Baca juga: Segala Hal yang Perlu Anda Tahu Soal Bayi Tabung 

Tanya Ferly tentang Promil?

New CTA WA

Apakah Embrio Bisa Tidak Menempel Setelah ET?

Kondisi ini bisa saja terjadi pada siapa pun. Proses implantasi (menempelnya embrio pada dinding rahim) dapat menyebabkan kegagalan bayi tabung.

Normalnya, embrio akan menempel dengan benar pada lapisan rahim. Jika proses implantasi gagal maka kondisi ini tidak memiliki peluang kehamilan. Terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan gagalnya implantasi, seperti penyakit autoimun, polip rahim, polip endometrium, infeksi rahim, peningkatan kadar progesteron, hingga adanya permukaan yang menonjol pada rongga rahim.

Pada proses bayi tabung, terdapat proses menunggu selama 2 minggu setelah melakukan prosedur transfer embrio. Hal ini untuk memastikan jika embrio sudah menempel pada dinding rahim calon ibu. Periode menunggu setelah proses ET disebut sebagai 2 weeks waiting (2WW).

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal International Journal of Reproductive BioMedicine, melakukan akupuntur selama 25 menit sebelum prosedur ET dapat meningkatkan hasil IVF secara signifikan dibandingkan tanpa akupuntur.

Faktor Penyebab Gagalnya Bayi Tabung

Selain masalah pada implantasi, terdapat beberapa faktor yang bisa menyebabkan gagalnya bayi tabung, yaitu:

1. Usia bunda

Usia Bunda memengaruhi keberhasilan bayi tabung, lho. Semakin bertambahnya usia maka kualitas sel telur menurun. Oleh sebab itu, semakin muda usianya maka peluang keberhasilan juga semakin tinggi.

2. Respons tubuh Bunda

Respons tubuh Bunda yang tidak sejalan terhadap pengobatan selama menjalani program bayi tabung. Hal ini juga bisa menurunkan peluang keberhasilan.

3. Kualitas embrio kurang baik

Embrio yang memiliki kualitas kurang baik bisa menyebabkan gagalnya program bayi tabung. Kondisi ini bisa terjadi ketika sel telur atau sperma kurang baik.

4. Gaya hidup

Gaya hidup yang kurang sehat, seperti mengonsumsi makanan yang sembarangan, mengkonsumsi alkohol, merokok, hingga berat badan berlebihan bisa mempengaruhi keberhasilan program bayi tabung yang dijalani.

Baca juga: Berhubungan Saat Bayi Tabung? Tahan Dulu Ya, Bun! 

5. Adanya kelainan kromosom pada embrio

Terdapat kelainan kromosom pada embrio bisa menyebabkan program bayi tabung gagal. Adanya kelainan pada kromosom bisa diketahui melalui tes praimplantasi genetik (PGT).

Demikian penjelasan terkait kemungkinan embrio tidak menempel setelah transfer embrio. Namun, Ayah Bunda tidak perlu khawatir, kegagalan bukanlah akhir dari perjalanan. Untuk memaksimalkan keberhasilan program bayi tabung, Bocah Indonesia memiliki layanan Embryology Counseling (EC).

Melalui layanan ini, Ayah Bunda yang pernah menjalani IVF atau yang pernah gagal pada siklus sebelumnya bisa melakukan evaluasi untuk meningkatkan peluang keberhasilan pada siklus IVF berikutnya.

Konsultasi dilakukan dengan ahli embriologi yang akan menelaah hasil laporan medis Ayah Bunda maupun embrio pada siklus IVF sebelumnya. Tertarik dengan layanan Embryology Counseling? Yuk, daftarkan diri Ayah Bunda di sini!

cheer

Jadwalkan Konsultasi

Jika Anda belum hamil setelah satu tahun usia pernikahan, kami menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.

Buat janji konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau chat melalui Whatsapp melalui tombol di bawah.

Referensi
  • Dehghani, A.S., et al. (2020). The effect of acupuncture on the day of embryo transfer on the in vitro fertilization outcomes: An RCT. Int J Reprod Biomed. 2020 Mar; 18(3): 209–214. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7142313/
  • Colaco, S., Sakkas, D. (2018). Paternal factors contributing to embryo quality. J Assist Reprod Genet. 2018 Nov; 35(11): 1953–1968. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6240539/
  • Bashiri, A., et al. (2018). Recurrent Implantation Failure-update overview on etiology, diagnosis, treatment and future directions. Reprod Biol Endocrinol. 2018 Dec 5;16(1):121. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30518389/
Avatar photo
Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

doctors
Buat Janji