7 Ciri-Ciri Sperma Sehat yang Bisa Menentukan Tingkat Kesuburan Pria

ciri ciri sperma sehat

Salah satu cara agar pasangan suami istri yang sudah menikah cepat hamil adalah kesuburan keduanya. Kesuburan pria ditandai dengan memiliki sperma yang sehat. Namun, sudah tahukah Anda bagaimana ciri-ciri sperma sehat?

Ciri-Ciri Sperma Sehat

Kehamilan terjadi karena adanya pembuahan sel telur oleh sperma. Jika seorang wanita memiliki siklus masa subur, maka yang harus diperhatikan pria adalah sperma atau air mani yang sehat. Saat melakukan ejakulasi, seorang pria akan mengeluarkan jutaan sel sperma yang terkandung di dalam air mani. Dari jutaan sperma tersebut hanya satu yang berhasil mencapai sel telur. Oleh sebab itu, Anda perlu mengetahui ciri-ciri sperma yang sehat.

1. Jumlah sperma yang baik

Salah satu ciri-ciri sperma yang sehat adalah memiliki jumlah sperma yang baik. Seorang pria dikatakan subur jika pada saat ejakulasi mengeluarkan 15 juta sel sperma per milimeter air mani. Jumlah sperma yang cukup memiliki peluang tinggi terjadinya kehamilan.

Jika jumlah sperma terlalu sedikit atau sperma tidak keluar maka peluang terjadinya kehamilan pun cenderung sedikit.

2. Volume air mani cukup

Sperma yang sehat juga ditandai dengan volume air mani pada saat ejakulasi. Normalnya, pria dikatakan subur ketika volume air mani yang dihasilkan pada saat ejakulasi 2 – 5 ml. Hal ini tentu akan memengaruhi jumlah sperma yang terkandung di dalam air mani.

Terlalu sedikit air mani dalam ejakulasi, semakin sedikit pula sperma yang terkandung sehingga menyebabkan pasangan sulit hamil. Tekstur air mani juga bisa menjadi salah satu tanda sperma yang sehat. Cairan mani yang normal teksturnya cukup kental. Pasalnya, jika tekstur sperma encer, hal ini menandakan konsentrasi sperma yang sedikit.

3. Warna air mani putih keruh

Ciri sperma yang sehat bisa dilihat dari warna air mani. Warna air mani normal adalah putih keruh. Jika warna air mani kemerahan, bisa jadi Anda mengalami sumbatan atau luka pada saluran kemih. Bila warna air mani menjadi kuning, bisa jadi Anda mengalami infeksi saluran kencing.

Warna sperma yang bagaimanakah yang mampu membuahi sel telur adalah putih keruh yang mana warna air mani normal.

4. Likuifaksi sperma 

Ciri sperma yang sehat bisa dilihat dari seberapa cepat kemampuan sperma berubah menjadi cair (likuifaksi). Umumnya, dalam suhu ruangan, air mani atau sperma dapat mencair dari bentuk kental sekitar 15 – 20 menit. Jika air mani tidak mencair pada durasi tersebut, hal ini dapat menyebabkan sperma sulit berenang menuju sel telur.

Likuifaksi ini juga sering disebut sebagai air mani encer atau sperma encer. Kondisi ini bukan sesuatu hal yang perlu dikhawatirkan.

5. Kadar pH sperma

Ciri-ciri sperma sehat dapat diketahui dari kadar pH (keasaman) sperma. Sperma dengan kualitas yang baik umumnya memiliki kadar pH sekitar 7,2 – 7,8. Kadar pH air mani yang rendah dapat menandakan infeksi pada organ reproduksi pria.

6. Bau sperma seperti klorin

Umumnya, air mani memiliki bau seperti klorin atau kaporit. Jika air mani menimbulkan bau amis atau bau tidak sedap maka kualitas sperma bisa dikatakan rendah. Hal ini bisa disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi maupun adanya infeksi pada organ reproduksi pria.

7. Pergerakan dan bentuk sperma

Pergerakan (motilitas) sperma menjadi salah satu ciri-ciri sperma yang sehat. Sperma yang sehat setidaknya 40% sperma dapat berenang dengan baik. Normalnya, sperma mampu bergerak lincah dan berenang menyeberangi leher rahim, rahim, dan tuba falopi untuk mencapai sel telur. Jika pergerakan sperma lambat atau kurang baik, bisa jadi ini pertanda bahwa Anda memiliki sperma yang tidak sehat.

sperma sehat

Cara Meningkatkan Kualitas Sperma

Tidak hanya pada wanita, pria juga perlu memperhatikan kondisi tubuh sebelum menjalani program hamil. Sperma memiliki peranan penting dalam proses pembuahan. Jika terdapat masalah kesuburan yang disebabkan oleh sperma maka proses kehamilan akan sulit dilakukan. Oleh sebab itu, kualitas sperma pada pria harus terjaga dengan baik. Berikut terdapat beberapa cara meningkatkan kualitas sperma.

Gaya hidup sehat

Salah satu cara meningkatkan kualitas sperma adalah dengan menjalani gaya hidup sehat, seperti menjaga berat badan ideal, hindari merokok, dan mengonsumsi alkohol. Pasalnya, jika berat badan berlebihan dapat menyebabkan penurunan kualitas dan pergerakan sperma. Agar berat badan tetap terjaga, Anda disarankan untuk melakukan diet sehat dengan mengonsumsi makanan kaya akan nutrisi seperti sayuran dan buah-buahan.

Sementara itu, merokok dan mengonsumsi alkohol juga dapat membuat kualitas sperma menurun. Zat-zat berbahaya yang terkandung di dalam rokok dapat memengaruhi kualitas sperma.

Olahraga

Melakukan olahraga secara teratur tidak hanya baik bagi kesehatan namun juga bisa meningkatkan kualitas sperma. Olahraga dapat memperbaiki kualitas sperma dari segi jumlah, bentuk, dan pergerakan sperma. Selain itu, olahraga juga dapat menurunkan berat badan.

Namun, perlu diperhatikan tidak melakukan olahraga secara berlebihan dan menghindari aktivitas fisik yang berat.

Kelola stres

Stres yang berlebihan dapat menurunkan kadar hormon yang memproduksi sperma hingga membuat gairah seksual turun. Maka dari itu, jika Anda dan pasangan tengah merencanakan program hamil maka disarankan untuk tidak stres berlebihan karena dapat menyebabkan sulit hamil.

Menghindari penggunaan celana ketat

Penggunaan celana ketat tidak dianjurkan bagi pria. Pasalnya, hal tersebut dapat meningkatkan suhu panas di area kelamin. Penggunaan celana ketat bisa memberikan tekanan di dalam testis yang tinggi yang menyebabkan panas dari buah zakar sehingga mengganggu proses sperma itu sendiri.

Melakukan hubungan suami istri secara rutin

Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas sperma adalah melakukan hubungan suami istri secara rutin. Berhubungan secara rutin dapat meningkatkan kesuburan karena pergerakan serta bentuk sperma dipengaruhi oleh jumlah hari di mana Anda sedang tidak melakukan hubungan intim.

Untuk menjaga sperma yang sehat, Anda disarankan untuk berhubungan setidaknya dua hingga tiga hari sekali. Hal ini dilakukan untuk membantu memperbaiki kualitas sperma agar pergerakan dan bentuknya memenuhi kriteria.

Faktor yang Memengaruhi Kualitas Sperma

Terdapat beberapa faktor yang bisa memengaruhi kualitas sperma hingga menyebabkan masalah infertilitas.

Usia

Tingkat kesuburan pria biasanya menurun secara signifikan ketika menginjak usia 38 tahun.

Gaya hidup

Menjalani gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok dan konsumsi alkohol dapat mengganggu kualitas sperma.

Paparan zat berbahaya

Jika terlalu sering terpapar zat berbahaya seperti pestisida, merkuri logam berat, benzena, dan borium yang dapat memengaruhi kesuburan pria.

Cara Mengetahui Kualitas Sperma

Terdapat beberapa prosedur yang bisa Anda lakukan untuk mengetahui kualitas sperma Anda.

Konsultasi dengan dokter spesialis andrologi

Jika Anda ingin memeriksakan kesuburan serta ingin mengetahui kualitas sperma maka Anda dapat melakukan konsultasi dengan dokter spesialis andrologi.

Analisis air mani atau analisis sperma

Anda dapat melakukan pengujian air mani atau analisis sperma. Analisa sperma merupakan pemeriksaan dasar yang dibutuhkan untuk mengetahui potensi kesuburan.

Dokter akan meminta Anda untuk melakukan ejakulasi di sebuah ruangan khusus di rumah sakit atau klinik. Nantinya, cairan air mani ditampung dalam sebuah wadah/cangkir yang telah disediakan.

DFI (DNA Fragmentation Index)

DFI (DNA Fragmentation Index) adalah salah satu pemeriksaan untuk mengetahui kualitas DNA yang ada di dalam sperma. Pada tes DFI, jumlah DNA yang rusak/terfragmentasi diukur. Semakin tinggi tingkat fragmentasinya, kualitas sperma makin tidak bagus.

Untuk melakukan pengecekan kesuburan pria diatas, Ayah bisa melakukannya di klinik Pusat Fertilitas Bocah Indonesia. Kami juga menyediakan paket layanan khusus yang terdiri dari rangkaian lengkap prosedur pengecekan kesuburan pria. Untuk melakukan pembuatan janji Ayah Bunda bisa melakukannya disini atau temukan bisa temukan layanan kami di marketplace dengan harga khusus hari Ayah disini.

  1. Sedigheh Ahmadi, M.Sc. Antioxidant supplements and semen parameters: An evidence based review. Int J Reprod Biomed. 2016 Dec; 14(12): 729–736. URL. 
  2. Tina Kold Jensen. Habitual alcohol consumption associated with reduced semen quality and changes in reproductive hormones; a cross-sectional study among 1221 young Danish men. Volume 4, Issue 9. URL.
  3. Hagai Levine. Temporal trends in sperm count: a systematic review and meta-regression analysis. Human Reproduction Update, Volume 23, Issue 6, November-December 2017, Pages 646–659. URL.
  4. Elin V. Magnusdottir. Persistent organochlorines, sedentary occupation, obesity and human male subfertility. Human Reproduction, Volume 20, Issue 1, January 2005, Pages 208–215. URL.
  5. Vinod H. Nargund. HEALTH ISSUES OF CYCLING IN MEN. Volume102, Issue7. October 2008 Pages 771-772. URL.
  6. Paweł Jóźków, Marco Rossato, MD, PhD. The Impact of Intense Exercise on Semen Quality. American Journal of Men’s Health, Volume: 11 issue: 3, page(s): 654-662. Article first published online: September 19, 2016; Issue published: May 1, 2017. URL.
  7. Teresa Janevic, Ph.D. Effects of work and life stress on semen quality. VOLUME 102, ISSUE 2, P530-538, AUGUST 01, 2014. URL.
  8. Linn Berger Håkonsen. Does weight loss improve semen quality and reproductive hormones? results from a cohort of severely obese men. Reproductive Health volume 8, Article number: 24 (2011). URL.
Share:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Reservasi