8 Cara Meningkatkan Kualitas Sperma, Sudah Coba?

cara meningkatkan kualitas sperma

Sperma yang sehat adalah yang memiliki kualitas baik agar proses pembuahan berhasil dilakukan. Terdapat beberapa cara meningkatkan sperma untuk meningkatkan kondisi kesuburan. Umumnya, cara meningkatkan kualitas sperma dilakukan dengan memperbaiki pola hidup.

Cara Meningkatkan Kualitas Sperma

Sperma yang sehat adalah satu kunci berhasilnya program hamil. Kualitas sperma yang menurun memiliki peluang rendah untuk mendapatkan program hamil. Kesehatan sperma berdasarkan beberapa faktor, seperti kuantitas, pergerakan (motilitas), dan struktur (bentuk).

Sperma yang sehat ketika jumlah yang terkandung di dalam air mani mencapai 15 juta per milimeter pada saat ejakulasi. Selain itu, sperma yang baik juga memiliki pergerakan yang bagus serta memiliki kepala dan ekor panjang untuk mendorong pergerakan sperma yang lincah mencapai sel telur.

Namun tidak semua pria memiliki kualitas sperma yang baik. Sperma dengan kualitas rendah bisa disebabkan oleh beberapa faktor, baik faktor usia, gaya hidup, hingga penyebab tertentu.

Jika hal tersebut terjadi, Anda dapat mengatasinya dengan beberapa cara yang dapat meningkatkan kualitas sperma.

1. Melakukan olahraga teratur

Olahraga secara teratur dapat meningkatkan kualitas sperma Anda. Rutin melakukan olahraga dapat meningkatkan kadar testosterone sehingga dapat meningkatkan kualitas sperma yang lebih baik. Anda bisa melakukan olahraga sebanyak dua hingga tiga kali dalam seminggu.

Namun perlu diperhatikan, jangan melakukan olahraga secara berlebihan. Hal ini dapat membuat tubuh mudah lelah sehingga menurunkan kadar hormone testosterone.

2. Mengonsumsi makanan sehat

Menjaga pola makanan yang sehat dapat meningkatkan kualitas sperma yang baik. Jika Anda ingin kualitas sperma optimal maka Anda harus mengonsumsi makanan kaya nutrisi. Makanan yang baik untuk kualitas sperma laki-laki adalah makanan yang mengandung vitamin, mineral, serat, asam folat hingga antioksidan.

Selain baik untuk kesehatan, makanan tersebut dapat menjadi penambah sperma hingga meningkatkan kesuburan untuk membuahi sel telur. Makanan yang dapat meningkatkan sperma antara lain, sayuran hijau, telur, salmon, gandum utuh, tomat, kacang dan biji-bijian, dan buah-buahan yang mengandung vitamin C. Jangan lupa, batasi konsumsi makanan olahan sebab makanan kaleng/olahan mengandung lemak trans yang tidak baik bagi kualitas sperma.

Hindari mengonsumsi alkohol dan merokok. Pasalnya, alkohol dapat menyebabkan penurunan kadar testosterone, impotensi, hingga penurunan produksi sperma. Hal ini dapat menurunkan kualitas produksi sperma. Merokok juga bisa menyebabkan menurunkan kesuburan Anda sehingga akan membuat Anda dan pasangan sulit memiliki keturunan. Hal ini karena zat-zat berbahaya pada rokok bisa menurunkan kualitas sperma.

3. Melakukan hubungan seks secara rutin

Salah satu cara meningkatkan kualitas sperma adalah dengan melakukan hubungan suami istri secara rutin. Selain membantu pasangan agar cepat hamil, melakukan hubungan seks secara rutin juga dapat meningkatkan kesuburan.

Hal ini disebabkan karena motilitas atau pergerakan sperma ditentukan oleh jumlah hari di mana Anda sedang tidak dalam kondisi berhubungan. Selain pada saat masa subur wanita, waktu terbaik untuk berhubungan adalah dua hingga tiga kali dalam seminggu. Hal ini untuk meningkatkan pergerakan sperma.

4. Menghindari penggunaan celana ketat

Penggunaan celana ketat dapat menurunkan kualitas sperma. Hal ini dikarenakan penggunaan celana ketat dapat meningkatkan suhu pada area testis sehingga dapat mengganggu produksi sperma. Selain itu, penggunaan celana ketat dapat menimbulkan efek tekanan pada area testis.

Jika Anda mengenakan pakaian dalam ketat dan sintetis sebaiknya ganti dengan pakaian dalam berbahan katun dan serat alami untuk meningkatkan kualitas sperma Anda.

5. Menghindari stres berlebihan

Salah satu cara meningkatkan kualitas sperma adalah dengan menghindari stres berlebihan. Stres yang berlebihan dapat meningkatkan hormon kortisol di dalam tubuh. Hal ini dapat memberikan efek buruk pada hormon testosterone, yang merupakan hormon penting pembentuk sperma.

Jika Anda dan pasangan tengah merencanakan program hamil, sebaiknya hindari pemicu stres agar proses pembuahan dapat dilakukan secara optimal. Anda juga dapat menghilangkan stres dengan melakukan meditasi, seperti yoga. Yoga dipercaya dapat membantu menenangkan pikiran.

6. Jaga berat badan ideal

Salah satu cara meningkatkan kualitas sperma adalah dengan menjaga berat badan ideal. Sebuah studi menunjukkan jika menurunkan berat badan secara signifikan dapat meningkatkan volume, konsentrasi, dan mobilitas air mani. Pria yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas memiliki risiko untuk memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit dan pergerakan sperma yang buruk.

7. Konsumsi suplemen tambahan

Salah satu cara memperbaiki kualitas sperma agar cepat hamil adalah dengan mengonsumsi suplemen tambahan, seperti vitamin D, vitamin C, vitamin E, dan asam folat. Vitamin C dapat membantu konsentrasi dan memperbaiki motilitas sperma agar mampu bergerak lebih baik. Hal ini tentu dapat meningkatkan peluang hamil.

8. Hindari paparan zat berbahaya

Paparan zat berbahaya dapat memengaruhi kualitas sperma. Jika terlalu sering terpapar zat berbahaya seperti pestisida, merkuri logam berat, benzena, dan borium yang dapat memengaruhi kesuburan pria. Usahakan untuk menghindari paparan zat berbahaya tersebut agar kualitas kesuburan Anda tetap terjaga.

sperma sehat

Ciri-Ciri Sperma Sehat yang Harus Anda Ketahui

Proses kehamilan terjadi karena adanya pembuahan sel telur oleh sperma. Kunci agar pembuahan berhasil adalah sperma yang sehat. Lantas, bagaimana cara mengetahui kondisi sperma sehat? Berikut ciri-ciri sperma sehat yang bisa Anda ketahui.

Jumlah sperma

Jumlah sperma harus cukup agar proses pembuahan berhasil. Jumlah sperma yang sehat adalah 15 juta per milimeter air mani.

Volume air mani

Sperma yang sehat ditandai dengan volume air mani pada saat ejakulasi. Pria yang subur akan menghasilkan volume air mani sebanyak 2 – 5 ml pada saat ejakulasi. Volume air mani yang banyak juga memengaruhi kualitas sperma.

Warna air mani

Warna air mani yang normal adalah putih keruh. Namun, jika Anda memiliki warna air mani kemerahan atau kuning maka dapat disebabkan oleh kondisi medis tertentu.

Likuifaksi sperma

Sperma yang sehat dapat diketahui ciri-cirinya dari seberapa cepat kemampuan sperma berubah menjadi cair (likuifaksi). Sperma akan mencair dalam waktu sekitar 15 – 20 menit dalam suhu ruangan.

Kadar pH sperma

Kadar keasaman (pH) sperma umumnya 7,2 – 7,8 (basa). Kadar pH air mani yang rendah bisa menandakan infeksi pada organ reproduksi pria.

Bau

Sperma yang sehat ditandai dengan aroma air mani seperti klorin atau kaporit. Jika air mani menimbulkan bau amis atau bau tidak sedap maka kualitas sperma bisa dikatakan rendah.

Pergerakan sperma

Ciri sperma yang sehat adalah 40% jumlah sperma dapat berenang dengan baik. Sperma mampu bergerak lincah menyeberangi leher rahim, rahim, dan tuba falopi untuk mencapai sel telur. Jika pergerakan sperma lambat atau kurang baik bisa jadi ini pertanda bahwa sperma Anda tidak sehat.

  1. Bahare Rafiee, Mohammad Hossein Morowvat, Nasrin Rahimi-Ghalati. Comparing the Effectiveness of Dietary Vitamin C and Exercise Interventions on Fertility Parameters in Normal Obese Men. Urol J. 2016 Apr 16;13(2):2635-9. URL.
  2. Massimo Tartagni. Males with low serum levels of vitamin D have lower pregnancy rates when ovulation induction and timed intercourse are used as a treatment for infertile couples: results from a pilot study. Reprod Biol Endocrinol. 2015; 13: 127. Published online 2015 Nov 21. URL.
  3. Sedigheh Ahmadi, M.Sc. Antioxidant supplements and semen parameters: an evidence based review. Int J Reprod Biomed. 2016 Dec; 14(12): 729–736. URL.
  4. Bahare Rafiee. Comparing the Effectiveness of Dietary Vitamin C and Exercise Interventions on Fertility Parameters in Normal Obese Men. Urol J. 2016 Apr 16;13(2):2635-9. URL.
  5. Guy Bodenmann. The association between daily stress and sexual activity. J Fam Psychol. 2010 Jun;24(3):271-9. URL.
  6. M B Bhongade. Effect of psychological stress on fertility hormones and seminal quality in male partners of infertile couples. Andrologia. 2015 Apr;47(3):336-42. URL.
  7. Kaye K Brownlee. Relationship between circulating cortisol and testosterone: influence of physical exercise. J Sports Sci Med. 2005 Mar 1;4(1):76-83. URL.
  8. W Daly. Relationship between stress hormones and testosterone with prolonged endurance exercise. Eur J Appl Physiol. 2005 Jan;93(4):375-80. URL.
Share:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Reservasi