Cara Menghitung Masa Subur Agar Cepat Hamil - Bocah Indonesia
cara menghitung masa subur

Cara Menghitung Masa Subur

Cara Menghitung Masa Subur untuk Menentukan Senggama Terjadwal

Menghitung masa subur setelah haid merupakan salah satu cara untuk meningkatkan peluang kehamilan. Jika ingin mendapatkan kehamilan lebih cepat, membuat catatan periode masa haid penting untuk memperkirakan waktu yang tepat berhubungan seks. Jadi, penting untuk bunda mengetahui cara menghitung masa subur.

Apa Itu Ovulasi?

Pada saat menstruasi, sel telur akan berkembang di dalam ovarium, saat sel telur yang matang akan dilepaskan ovarium, proses ini yang dinamakan ovulasi. Biasanya, ovulasi terjadi setelah menstruasi. Mengetahui masa ovulasi juga dapat dilakukan untuk merencanakan program hamil.

Masa Ovulasi

Masa subur wanita terjadi sekitar hari ovulasi. Masa subur wanita terjadi sejak hari ke 12 – 16 sebelum jadwal menstruasi berikutnya.  Untuk mengetahui kapan masa subur wanita berlangsung, hal pertama yang harus diketahui adalah waktu awal menstruasi.

Pada saat ovulasi merupakan waktu yang paling subur di mana ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan suami istri karena dapat meningkatkan peluang untuk hamil. Kapan masa ovulasi dimulai tergantung siklus menstruasi. Masa ovulasi terjadi pada hari ke- 12 hingga 14 sebelum jadwal menstruasi berikutnya. Hal ini berlaku untuk wanita yang memiliki siklus menstruasi normal selama 28 hari.  Jika Anda memiliki siklus menstruasi yang tidak normal maka harus menentukan masa ovulasi sendiri.

Menghitung Masa Subur

Menghitung masa subur wanita penting untuk menentukan peluang Anda untuk hamil. Masa ovulasi berlangsung tiga hari menjelang dan hari pertama saat ovulasi.

  • Jika siklus menstruasi rata-rata Anda adalah 28 hari, Anda berovulasi sekitar hari ke-14, dan hari-hari paling subur Anda adalah hari ke-12, 13 dan 14.
  • Jika siklus menstruasi rata-rata Anda adalah 35 hari, ovulasi terjadi sekitar hari ke-21 dan masa paling subur Anda adalah hari ke 19,20 dan 21.
  • Jika Anda memiliki siklus yang lebih pendek, katakanlah 21 hari, ovulasi terjadi sekitar hari ke 7 dan subur Anda adalah hari ke 5, 6 dan 7.

Untuk lebih mudahnya, Anda dapat menggunakan kalkulator masa subur Bocah Indonesia. Cara menggunakannya pun cukup mudah.

Masukkan hari pertama menstruasi Anda, kemudian pilih berapa lama siklus menstruasi Anda berdasarkan rata-rata. Jika sudah, klik submit, maka akan keluar hasil perhitungan masa subur Anda. Untuk mengetahui kapan masa subur Anda, perhatikan tanggal yang diberi tanda hijau. Sementara, untuk mengetahui kapan ovulasi dimulai, perhatikan tanggal yang diberi tanda centang.

kalender masa suburTanda Ovulasi yang Harus Diketahui

Salah satu cara meningkatkan peluang kehamilan adalah mengetahui kapan waktu yang tepat untuk berhubungan suami istri. Salah satu caranya adalah mengetahui kapan masa ovulasi berlangsung. Sama seperti menstruasi, ovulasi juga memiliki tanda-tanda yang harus diketahui.

Nyeri payudara

Pernah mengalami nyeri payudara tanpa sebab? Bisa jadi ini salah satu tanda-tanda ovulasi. Selain rasa nyeri, payudara terasa lebih lembut dari biasanya juga menjadi salah satu tanda ovulasi. Hal ini diakibatkan aliran hormon pada tubuh saat ovulasi.

Perubahan lendir  serviks

Saat menjelang ovulasi, lendir pada area serviks akan meningkat dan berubah menjadi lebih cair. Tekstur lendir yang lebih cair membantu sperma berenang ke atas dan masuk ke sistem reproduksi wanita. Sebaliknya, jika bukan masa ovulasi, tekstur lendir lebih lengket dan lebih kering.

Nyeri pada bagian bawah perut

Hampir sama seperti nyeri haid, jika merasakan nyeri pada perut bagian bawah selama siklus mungkin hal tersebut merupakan tanda-tanda ovulasi. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa nyeri pada saat pertengahan siklus tepat sebelum ovulasi merupakan masa subur wanita.

Bagi sebagian besar, nyeri ovulasi terasa pada perut bagian bawah namun bagi beberapa wanita mengalami rasa sakit yang cukup parah sehingga menghindari untuk melakukan hubungan intim pada saat masa subur.

Perubahan suhu basal tubuh

Salah satu tanda dimulainya ovulasi adalah perubahan suhu basal tubuh. Suhu basal tubuh yang normal pada saat istirahat atau tidur adalah 35,5 – 36.5 derajat celcius.

Pada saat ovulasi, kadar progesteron meningkat dalam tubuh sehingga menyebabkan suhu tubuh sedikit meningkat. Perubahan suhu basal tubuh juga bisa dipengaruhi dari makanan yang dikonsumsi, hormone, hingga kebiasaan tidur.

Hasil tes ovulasi menunjukkan positif

Untuk mengetahui kapan ovulasi dimulai juga bisa menggunakan alat yang disebut ovulation test pack. Ovulation test digunakan untuk mengukur luteinizing hormone (LH).

Caranya hampir sama dengan mengecek kehamilan, cukup menempelkan urin di alat tersebut. Jika ovulation test menunjukkan tanda garis dua, berarti masa subur telah tiba.  Ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan suami istri agar cepat hamil.

Namun ovulation test ini tidak dapat digunakan oleh wanita yang menderita sindrom polikistik ovarium (PCOS) karena hasilnya akan kurang efektif.

Gairah seks meningkat

Gairah seks yang meningkat lebih dari biasanya mungkin saja menandakan ovulasi segera dimulai. Hal ini merupakan bentuk alami dari tubuh. Meski bukan tanda yang akurat, hal ini menandakan jika tubuh tahu kapan waktu yang tepat untuk berhubungan seks.

Pada saat itu juga biasanya penampilan wanita menjadi lebih menarik dari biasanya. Ini adalah cara mudah untuk mengatur waktu berhubungan untuk kehamilan.

Perubahan posisi leher rahim

Biasanya, sebelum ovulasi, serviks atau leher rahim bergerak ke atas sehingga Anda Mungkin kesulitan untuk mencapainya. Selain itu, teksturnya menjadi lebih lembut saat disentuh dan sedikit terbuka.

Sebaliknya, jika bukan pada saat ovulasi, posisi serviks menjadi lebih rendah, teksturnya lebih keras, dan tertutup.

Masa Subur untuk Menentukan Senggama Terjadwal

Cara menghitung masa subur penting jika merencanakan program hamil alami melalui senggama terjadwal.  Senggama terjadwal adalah melakukan hubungan seks sesuai masa subur. Cara ini dianggap dapat meningkatkan peluang kehamilan.

Menjelang ovulasi, dokter akan menyarankan tanggal yang tepat bagi pasangan suami istri untuk melakukan hubungan seks agar cepat hamil. Metode senggama terjadwal ini juga dibantu dengan obat hormon yang diberikan oleh dokter. Tingkat keberhasilan metode senggama terjadwal hanya mencapai 5 – 10%.

Melalui cara ini, pasangan suami istri dapat meningkatkan peluang kehamilan. Indikasi pasien yang dapat melakukan metode senggama terjadwal adalah pasien yang memiliki kualitas sperma dan sel telur yang baik serta siklus menstruasi yang teratur.

Sebelum melakukan senggama terjadwal, dilakukan pemeriksaan menggunakan USG, biasanya setiap dua atau tiga hari untuk mengikuti pertumbuhan folikel. Ketika folikel mencapai ukuran optimal, yaitu masa ovulasi, pasangan disarankan untuk melakukan hubungan seks lebih sering.  Perawatan pada dasarnya dimulai pada hari kedua atau ketiga siklus saat menstruasi.

Terdapat faktor yang dapat mempengaruhi senggama terjadwal, seperti pola hidup sehat dengan olahraga teratur, mengonsumsi makanan bergizi kaya akan protein dan vitamin, hingga konsumsi asam folat.

Menjalani pola hidup yang sehat serta didukung dengan mengonsumsi vitamin seperti asam folat baik untuk meningkatkan kesuburan sehingga peluang kehamilan makin tinggi. Namun harus diperhatikan, olahraga yang dapat dilakukan bukanlah olahraga yang berat. Olahraga berat dapat menurunkan tingkat kesuburan sehingga peluang kehamilan menjadi minim.

Referensi
  1. Hsiu-Wei Su, Yu-Chiao Yi, Ting-Yen Wei, Ting-Chang Chang, Chao-Min Cheng. Detection of ovulation, a review of currently available methods. First published: 25 February 2017. URL: Source
  2. Susan B. Bullivant, Sarah A. Sellergren, Kathleen Stern, Natasha A. Spencer, Suma Jacob, Julie A. Mennella. Women’s sexual experience during the menstrual cycle: Identification of the sexual phase by noninvasive measurement of luteinizing hormone. Pages 82-93, Published online: 11 Jan 2010. URL: Source
  3. James R.RoneyZachary L.Simmons. Hormonal predictors of sexual motivation in natural menstrual cycles. Volume 63, Issue 4, April 2013, Pages 636-645. URL: Source
  4. Audrey J. Gaskins, Sc.D., Rajeshwari Sundaram, Ph.D., Germaine M. Buck Louis, Ph.D., and Jorge E. Chavarro, M.D., Sc.D. Predictors of sexual intercourse frequency among couples trying to conceive. Published online 2018 Mar 6. doi: 10.1016/j.jsxm.2018.02.005
  5. Elie Nkwabong, Elisabeth Ekuka Ilue, Théophile Nana Njamen. Factors associated with the resumption of sexual intercourse before the scheduled six-week postpartum visit. 2019 Oct;49(4):260-264. doi: 10.1177/0049475519855294. Epub 2019 Jun 10. URL: Source
  6. Allen J. Wilcox, M.D., Ph.D., Clarice R. Weinberg, Ph.D., and Donna D. Baird, Ph.D. Timing of Sexual Intercourse in Relation to Ovulation — Effects on the Probability of Conception, Survival of the Pregnancy, and Sex of the Baby. December 7, 1995. N Engl J Med 1995; 333:1517-1521. DOI: 10.1056/NEJM199512073332301
  7. S Parenteau-Carreau, C Infante-Rivard. Self-palpation to assess cervical changes in relation to mucus and temperature. Int J Fertil. 1988;33 Suppl:10-6. URL: Source
  8. B A Gross. Natural family planning indicators of ovulation. Clin Reprod Fertil. 1987 Jun;5(3):91-117. URL: Source
1 Comment
  • Sri Mulyanti
    September 11, 2021 at 10:11 am

    Pengen cepat hamil

Leave a Reply