Cara Mendapatkan Anak Setelah Steril, Bisa Hamil Kembali?

Cara Mendapatkan Anak Setelah Steril

Mendapatkan anak setelah steril membutuhkan usaha lebih sulit namun masih ada sedikit peluang hamil setelah steril.

Sterilisasi biasanya dilakukan bagi pasangan suami istri yang ingin mencegah untuk memiliki keturunan. Tidak hanya dilakukan oleh wanita, steril juga bisa dilakukan oleh pria. Ada dua jenis tipe sterilisasi yang bisa dilakukan oleh wanita, yakni implant tuba dan ligasi tuba. Sedangkan pada pria, kontrasepsi sterilisasi dilakukan melalui prosedur vasektomi.

Bila Anda masih ragu dan belum yakin untuk melakukan sterilisasi maka sebaiknya perlu diketahui lebih dalam terkait steril tersebut.

Operasi Ligasi Tuba

Ligasi tuba atau tubektomi merupakan salah satu prosedur operasi untuk mencegah kehamilan. Prosedur ini dilakukan dengan mengikat, memotong, atau membakar tuba falopi. Saluran tuba akan diblokir sehingga sel sperma tak dapat bertemu sel telur sehingga tidak terjadi pembuahan.

Sedangkan operasi pembalikan ligasi tuba adalah prosedur bedah yang dilakukan bagi wanita yang ingin hamil lagi meski telah menjalani prosedur steril. Operasi akan membuka kembali saluran tuba yang sempat ditutup sehingga sel telur dan sperma bertemu dan terjadi pembuahan.

Tanya Ferly tentang Promil?

New CTA WA

Manfaat Ligasi Tuba

Ligasi tuba atau tubektomi memiliki beberapa keuntungan atau manfaat yang dapat dirasakan ketika melakukan prosedur tersebut. Berikut keuntungan prosedur tubektomi, antara lain:

1. Efektif

Tubektomi merupakan alat kontrasepsi yang terbilang cukup efektif. Tingkat efektifitas tubektomi bahkan dikatakan bisa mencapai lebih dari 90 persen. Terdapat risiko kegagalan tubektomi namun hanya sedikit wanita yang mengalami hal tersebut.

2. Kontrasepsi permanen

Jika kontrasep lain memiliki jangka waktu tertentu maka tubektomi atau ligasi tuba sifatnya permanen. Oleh sebab itu, bagi pasangan yang sekiranya masih ragu atau ingin memiliki anak di masa yang akan datang disarankan tidak melakukan prosedur ini.

Setelah melakukan prosedur ini maka ligasi tuba tidak memerlukan pemantauan secara teratur seperti kontrasepsi lainnya.

3. Tidak memengaruhi hormon

Prosedur tubektomi tidak memengaruhi hormon. Wanita masih tetap mengalami menstruasi yang normal dan siklusnya yang teratur. Berbeda dengan kontrasepsi lain yang dapat memengaruhi hormon, prosedur tubektomi tidak memengaruhi kondisi hormon.

4. Melakukan hubungan suami istri menjadi lebih tenang

Jika Anda telah melakukan prosedur ligasi tuba maka Anda tidak perlu khawatir lagi lupa menggunakan kondom, lupa mengonsumsi pil KB, atau masa KB IUD yang sudah terlewat. Anda dan pasangan bisa lebih rileks saat berhubungan sehingga meningkatkan kualitas hubungan.

Kekurangan Ligasi Tuba

Meski memiliki kelebihan, ligasi tuba juga memiliki kekurangan yang perlu Anda ketahui, seperti:

1. Terdapat efek samping pasca operasi

Prosedur tubektomi dilakukan melalui tindakan bedah. Meski jarang terjadi, namun ada kemungkinan efek samping yang terjadi akibat ligasi tuba, antara lain:

  • Infeksi
  • Waktu penyembuhan luka cukup lama
  • Nyeri panggul yang berkepanjangan
  • Kerusakan pada kandung kemih, usus, hingga pembuluh darah
  • Adanya reaksi negative terhadap anestesi yang diberikan

2. Tidak mencegah penyakit menular seksual

Prosedur tubektomi memang dapat mencegah kehamilan namun sayangnya prosedur ini tidak bisa mencegah penyakit menular seksual. Maka dari itu hindari berhubungan dengan berganti-ganti pasangan. Cara lain untuk mencegah hal tersebut, Anda juga bisa melakukan kondom sebagai pencegahan.

3. Adanya risiko kehamilan ektopik

Salah satu efek samping yang mungkin dialami oleh wanita yang menjalani prosedur tubektomi adalah meningkatkan risiko kehamilan ektopik. Hal ini bisa menyebabkan tuba pecah sehingga dapat memicu perdarahan.

Apakah Mungkin Hamil Setelah Steril?

Bagaimana Program Hamil Setelah Kuret?Meski ada kemungkinan bisa memiliki keturunan setelah steril namun peluang tersebut tidak besar. Hal ini bisa terjadi jika sterilisasi tidak berhasil mencapai 100 persen. Artinya, terdapat kegagalan dalam implant maupun ligase tuba sehingga masih memungkinkan wanita untuk hamil.

Dari 96 wanita dari 1.000 wanita dapat hamil setelah menjalani implant tuba. Sedangkan hanya 2 – 10 orang dari 1.000 wanita hamil setelah melakukan ligase tuba. Kehamilan tersebut dapat terjadi ketika pada saat implant tuba, hanya satu tuba falopi yang berhasil ditutup. Kemungkinan lainnya adalah pemasangan implan yang kurang tepat atau telah terjadi kehamilan sebelum pemasangan implan.

Selain itu, hamil setelah steril mungkin terjadi ketika saat proses penutupan tuba belum sempurna tidak menggunakan alat kontrasepsi pendukung.

Jika kehamilan terjadi setelah ligasi tuba maka dapat disebabkan maka oleh jaringa tuba falopi yang tumbuh kembali saling menyatu. Namun, bisa disebabkan oleh kondisi lain seperti prosedur operasi yang kurang memadai.

Sementara itu dari sisi pria, keberhasilan vasektomi tidak mencapai 100 persen. Hal ini menyebabkan kurang dari 1 dari total 100 wanita yang dapat hamil setelah pasangannya melakukan vasektomi dan telah berjalan selama satu tahun.

Prosedur vaksetomi dikatakn berhasil jika tidak ada lagi sperma pada air mani. Jika masih ragu dan belum dapat dipastikan, sebaiknya tetap menggunakan kontrasepsi pendukung jika ingin mencegah kehamilan.

Cara lain pasangan ingin mendapatkan keturunan adalah dengan melakukan prosedur bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF). Proses pembuahan antara sel telur dan sperma akan dilakukan di laboratorium. Setelah pembuahan menghasilkan embrio maka embrio akan ditanam kembali ke dalam rahim.

Jika Anda telah melakukan prosedur steril maka tidak perlu khawatir jika ingin memiliki keturunan kembali. Anda tetap memiliki peluang untuk hamil namun perlu didiskusikan lebih lanjut dengan dokter.

cheer

Jadwalkan Konsultasi

Jika Anda ingin melakukan konsultasi program hamil, kami memiliki layanan untuk pemeriksaan Anda. Silakan isi formulir di bawah ini, tim kami segera menghubungi Anda.

Pemeriksaan kesuburan sejak dini cukup penting

Jadwalkan konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau dengan mengisi formulir melalui tombol dibawah.

  • Mahadevappa, K., et al. (2016). Trends of Various Techniques of Tubectomy: A Five Year Study in a Tertiary Institute. J Clin Diagn Res. 2016 Jan; 10(1): QC04–QC07. 
  • Cahyawati, P. N. (2021). Prevalence and Characteristics of Tubectomy Contraceptive Users in Bali from 2019-2020. Vol. 6 No. 2 (2021): November 2021. 
  • Mayo Clinic. Tubal Ligation. 
Avatar photo
Share:

 

6 Responses

  1. Hani berkata:

    Bisakah program hamil meski si wanita sudah di steril

  2. Fitrianinhsih berkata:

    Hallo dok saya sudah caesar 2x tapi udah disteril
    Lah sama suami pertama cerai
    Dan ini punya suami lagi minta hamil lagi.. Ini gimana dok bisakah steril dibuka lagi dok

    • Avatar photo Bocah Indonesia berkata:

      Hallo Bunda Fitrianinhsih,

      untuk mendapatkan jawaban yang lebih akurat sebaiknya konsultasi lebih lanjut ke Ferly (Admin Bocah Indonesia) untuk penjadwalan Dokter, di karenakan kondisi tubuh setiap orang berbeda-beda harus adanya tindakan pemerikasaan lebih lanjut

      Klik disini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari
Jam
Menit
Detik
doctors
Buat Janji