6 Cara Memancing Kontraksi Secara Alami

Cara Memancing Kontraksi

Banyak cara alami yang dilakukan untuk memancing kontraksi jelang persalinan.

Jelang persalinan, ibu hamil tentu tidak sabar untuk bertemu buah hatinya. Namun, bagi beberapa kondisi menyebabkan sang ibu tidak juga mengalami kontraksi yang menandakan siap pembukaan. Kontraksi merupakan rasa nyeri yang dialami oleh ibu hamil pada perut bagian bawah.

Biasanya, ibu hamil yang tidak merasakan kontraksi jelang hari perkiraan lahir (HPL) melakukan cara alami maupun bantuan dokter untuk memancing kontraksi agar buah hati segera lahir.

Memancing Kontraksi Agar Cepat Melahirkan Secara Alami

Kontraksi memang menandakan proses pembukaan jelang melahirkan. Namun, perlu diketahui jika tidak semua kontraksi menandakan bayi akan segera lahir. Kondisi tersebut bisa menjadi kontraksi palsu. Kontraksi palsu biasanya memiliki intensitas dan frekuensi yang jarang dan tidak menguat. Sedangkan kontraksi jelang melahirkan intensitasnya akan terus bertambah.

Baca Juga : Hipertensi pada Kehamilan: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Tanya Ferly tentang Promil?

New CTA WA

Jika Anda tidak kunjung merasakan kontraksi secara alami maka cara-cara alami berikut bisa dilakukan.

1. Jalan santai

Jika Anda ingin cepat merasakan kontraksi agar bayi cepat lahir, cobalah untuk melakukan jalan santai. Aktivitas ini dapat membantu menipiskan serviks (leher rahim) dan melebarkan pembukaan mulut serviks untuk dapat mempercepat proses melahirkan.

2. Menggunakan gym ball

Gym ball juga bisa menjadi salah satu cara yang dilakukan untuk merangsang kontraksi agar bayi cepat lahir. Cara melakukannya pun cukup mudah, ibu hamil duduk di atas gym ball dan menggerakkan panggul di atasnya untuk merangsang pembukaan serviks.

3. Melakukan butterfly pose

Butterfly pose adalah salah satu gerakan yoga yang aman dilakukan oleh bumil. Gerakan ini bisa membantu merangsang kontraksi. Ibu hamil dapat melakukannya dengan mudah, yaitu duduk bersila dengan tumit yang diarahkan ke paha bagian dalam dengan telapak kaki saling bertemu. Anda dapat memegang telapak kaki dengan kedua tangan.

Posisi ini dapat meregangkan persendian pada area panggul dan dapat meningkatkan tekanan dalam perut sehingga janin akan lebih mudah terdorong ke bawah.

4. Berhubungan intim

Melakukan hubungan suami istri juga bisa membantu merangsang pembukaan jelang persalinan. Ada beberapa alasan mengapa hubungan intim dapat membantu agar proses persalinan lebih cepat.

Berhubungan intim dapat menyebabkan orgasme yang dapat memicu hormon oksitosin, di mana dapat menyebabkan kontraksi pada ibu hamil. Selain itu, kandungan hormon prostaglandin yang terdapat di dalam sperma dapat membantu melancarkan persalinan.

Namun, perlu diketahui jika dokter akan yang menyarankan berhubungan ketika usia kehamilan sudah cukup aman, yaitu trimester ketiga. Meski begitu, hindari berhubungan suami istri ketika air ketuban sudah pecah karena bisa menyebabkan risiko infeksi.

5. Merilekskan tubuh dan pikiran

Ibu hamil sebaiknya hindari stres yang bisa dapat menyebabkan sejumlah risiko bagi janin dan ibu hamil. Biasanya, ibu hamil akan merasa tegang ketika mendekati Hari Perkiraan Lahir (HPL). Namun, jika ibu hamil berlarut-larut dalam ketegangan bisa memperlambat proses pembukaan.

Otot yang tegang akibat stres bisa membuat serviks sulit terbuka sehingga bisa menyebabkan proses persalinan menjadi lebih lama.

Untuk mengatasi hal tersebut, ibu hamil disarankan untuk melakukan yoga atau latihan pernapasan guna melatih tubuh agar tidak tegang. Kedua kegiatan tersebut dapat membantu merangsang proses persalinan.

6. Pijatan

Memancing kontraksi juga bisa dilakukan dengan melakukan pijatan. Bahkan sebuah studi menyebutkan jika memberikan pijatan dapat meningkatkan kadar oksitosin tubuh. Hormon inilah yang memicu kontraksi persalinan.

Baca Juga : Jamur Enoki untuk Ibu Hamil: Apakah Aman dan Bergizi?

Pijatan yang diberikan oleh terapis biasanya dilakukan ketika usia kehamilan sudah hampir atau bahkan melewati Hari Perkiraan Lahir (HPL). Terapis akan memberikan pijatan pada titik-titik tertentu yang memiliki peran saat persalinan. Tidak perlu khawatir, jika pijatan dilakukan oleh ahlinya maka aman untuk ibu hamil.

Ciri-Ciri Kontraksi Jelang Persalinan

Semakin dekat waktu persalinan maka kontraksi yang dirasakan akan semakin kuat. Kondisi ini bahkan bisa menandakan jika serviks telah terbuka beberapa cm sebagai jalan lahir bayi. Seperti yang dijelaskan di atas, kontraksi asli memiliki intensitas dan frekuensi yang lebih sering dibandingkan kontraksi palsu.

Berikut ciri-ciri kontraksi jelang melahirkan

  • Nyeri perut terasa lebih kuat. Hampir mirip dengan kram saat menstruasi.
  • Nyeri kontraksi tidak hanya dirasa di sekujur tubuh namun juga di punggung ke paha dan kaki.
  • Durasi nyeri dapat berlangsung 45 detik hingga 1 menit. Biasanya terdapat jeda 3-5 menit.
  • Ketika lebar serviks telah mencapai 7-10 cm maka intensitas kontraksi semakin lebih lama seperti 1-1,5 menit dengan jeda waktu semakin cepat yakni 2 menit.
  • Disertai keluarnya lendir bercampur darah atau berwarna pink.

Bahkan jelang persalinan, ibu hamil mengalami gejala-gejala lain seperti mual, pusing, hingga ketuban pecah.

Nah, itulah cara-cara alami yang dapat dilakukan untuk memancing kontraksi jelang persalinan. Sebaiknya, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mencoba cara tersebut. Pastikan untuk melakukan aktivitas yang aman dan nyaman untuk kesehatan Anda dan janin.

cheer

Jadwalkan Konsultasi

Jika Anda belum hamil setelah satu tahun usia pernikahan, kami menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.

Buat janji konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau chat melalui Whatsapp melalui tombol di bawah.

  • Andersen, B. B., et al. (2013). Acupuncture and/or sweeping of the fetal membranes before induction of labor: a prospective, randomized, controlled trial. J Perinat Med. 2013 Sep 1;41(5):555-60. 
  • Atrian, M. K., et al. (2015). The Association of Sexual Intercourse During Pregnancy with Labor Onset. Iran Red Crescent Med J. 2015 Jan; 17(1): e16465. 
  • Omar, N. S., et al. (2012). Coitus to expedite the onset of labour: a randomised trial. BJOG: An International Journal of Obstetrics & Gynaecology, 120(3), 338–345.
Share:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

doctors
Buat Janji