Berhubungan Saat Hamil Muda - Ketahui Dampak dan Risikonya

Dampak dan Risiko Berhubungan Saat Hamil Muda

Melakukan Hubungan Saat Hamil Muda, Apakah Boleh? Pahami Dampaknya!

Kondisi hamil kerap menjadi momok bagi pasangan suami istri untuk melakukan hubungan intim. Pasalnya, rasa cemas dan khawatir kerap melanda untuk melakukan hubungan saat hamil dapat mempengaruhi kondisi janin. Lantas, apakah berhubungan seks aman dilakukan saat hamil?

Melakukan hubungan seks saat hamil umumnya aman dilakukan. Aktivitas hubungan seksual tidak akan mempengaruhi janin karena pada dasarnya janin dilindungi cairan ketuban di dalam rahim serta otot-otot rahim yang kuat. Namun perlu diperhatikan, melakukan hubungan seks saat hamil muda tidak dianjurkan. Hal tersebut dapat mengganggu kondisi kesehatan ibu dan kondisi janin.

Indikasi wanita yang harus menghindari berhubungan saat hamil

Melakukan hubungan seks saat hamil muda tidak dianjurkan karena dapat memberikan dampak negatif bagi janin dan ibunya. Selain itu, ada beberapa indikasi wanita hamil yang tidak dianjurkan untuk melakukan hubungan seks.

  • Pernah mengalami keguguran
  • Pernah mengalami persalinan prematur (kontraksi sebelum 37 minggu kehamilan)
  • Risiko mengalami pendarahan vagina, keputihan, atau kram tanpa penyebab yang diketahui
  • Risiko kantong ketuban mengeluarkan cairan atau ketuban pecah
  • Risiko serviks telah terbuka terlalu dini pada saat hamil muda
  • Plasenta terlalu rendah di dalam rahim (plasenta previa)
  • Hamil kembar

Dampak negatif melakukan hubungan seks saat hamil muda

Melakukan hubungan seks saat hamil dapat memberikan dampak negatif terutama saat usia kehamilan masih muda. Dampak negatif yang dapat terjadi ketika melakukan hubungan pada saat hamil muda, seperti:

Pendarahan

Melakukan hubungan seks saat hamil bisa memberikan dampak negatif bagi ibu yang tengah mengandung, salah satunya pendarahan.  Hal ini diakibatkan seks anal yang dilakukan dapat membuat trauma plasenta memicu pendarahan. Pendarahan ini bisa membahayakan bagi ibu dan janin.

Keguguran

Melakukan hubungan seks saat hamil juga bisa menyebabkan keguguran. Hal ini jika hubungan intim dilakukan pada saat hamil muda oleh pasangan suami istri yang memiliki penyakit kelamin herpes genital.

Meski jarang terjadi namun wanita hamil yang terinfeksi herpes di awal kehamilan (trimester pertama) dapat berpotensi menularkan ke janin. Hal ini bisa menyebabkan janin mengalami cacat lahir.

Mempengaruhi kondisi janin di dalam kandungan

Melakukan hubungan seks saat hamil bisa mempengaruhi kondisi janin di dalam kandungan jika pasangan suami istri berhubungan dengan cara yang kurang tepat. Jika hal tersebut terjadi maka dapat membahayakan kondisi janin juga keselamatan ibu yang terancam. Hal ini dapat dihindari jika melakukan seks oral menggunakan pengaman untuk menghindari penyakit menular.

hamil besarAturan Aman Berhubungan Saat Hamil

Berhubungan seks saat hamil dianjurkan jika dalam kondisi hamil tua. Meski tidak mengganggu janin, melakukan hubungan seks pada saat hamil harus memperhatikan aturan yang aman agar ibu dan calon janin tetap aman, seperti:

  • Pastikan kondisi kandungan dalam keadaan sehat
  • Tidak memiliki riwayat pendarahan
  • Hindari melakukan hubungan seks 4 minggu jelang melahirkan
  • Manfaat Melakukan Hubungan Seks Saat Hamil

Manfaat berhubungan saat hamil

Melakukan hubungan saat hamil dapat memberikan manfaat bagi tubuh. Gerakan pada saat berhubungan dapat membuat tubuh berolahraga. Meski begitu tetap harus menerapkan posisi yang aman saat melakukan hubungan seks selama hamil.

Berikut manfaat hubungan seks pada saat hamil.

Membantu sirkulasi dalam tubuh

Pada saat hamil, suplai darah selama kehamilan meningkat. Hal ini guna memenuhi kebutuhan ibu dan bayi dalam kandungan tetap berkembang. Namun sirkulasi yang lambat dapat menghambat proses tersebut. Melakukan hubungan seks dapat membantu membuat sirkulasi udara menjadi lancar. Dengan pelepasan hormon, seks membantu suplai oksigen dan nutrisi tambahan ke janin yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan.

Memperkuat otot dasar panggul

Salah satu manfaat terbesar melakukan hubungan seks saat hamil adalah dapat memperkuat otot dasar panggul. Melakukan hubungan seks teratur selama kehamilan membuat otot-otot kencang dan kuat untuk menghadapi persalinan pervagina (normal) serta mempercepat proses pemulihan.

Meningkatkan imunitas

Pada saat hamil, kekebalan tubuh mengalami penurunan. Biasanya, dokter akan menyarankan untuk menjalani gaya hidup sehat untuk memastikan agar tidak rentan terhadap penyakit apa pun. Penelitian menemukan bahwa melakukan hubungan seksual dapat meningkatkan tingkat antibodi IgA untuk meningkatkan kekebalan dan memberikan ketahanan tubuh terhadap flu.

Menurunkan tekanan darah

Melakukan hubungan saat hamil dapat membantu menurunkan tekanan darah. Hal ini dikarenakan hormon yang dilepaskan pasca-orgasme membuat seluruh tubuh menjadi lebih rileks. Meski begitu, hal ini tidak mengurangi kemungkinan preeklampsia.

Posisi terbaik melakukan hubungan seks saat hamil

Meski melakukan hubungan seks pada saat hamil aman namun harus tetap memperhatikan posisi yang baik dan nyaman agar tidak mengakibatkan rasa sakit. Berikut posisi terbaik untuk melakukan hubungan seks saat hamil agar tetap aman.

Spooning

Posisi sendok bisa sangat nyaman dan intim. Dalam hal ini Anda harus berbaring miring dalam bentuk C, dengan pasangan Anda menghadap ke belakang dan meringkuk di sekitar Anda. Dia kemudian memasuki vagina Anda dari belakang saat Anda berdua berbaring miring.

Women on top

Posisi women on top biasanya dipilih saat wanita masuk ke trimester ketiga. Posisi ini sangat baik saat kondisi perut makin besar.

Standing

Posisi berdiri dianggap sebagai posisi yang lebih baik untuk melakukan hubungan seks saat hamil. Posisi ini dapat menghilangkan tekanan pada punggung dan menghindari tekanan pada perut. Posisi ini dapat membuat wanita lebih nyaman.

On the chair

Posisi yang baik untuk melakukan hubungan seks saat hamil salah satunya posisi duduk di kursi agar membuat posisi menjadi lebih nyaman. Biarkan suami duduk di kursi, Anda duduk di pangkuan suami. Melakukan hubungan ini bisa dicoba dengan istri yang merangkul suami. Posisi ini lebih membuat nyaman saat kondisi kandungan makin besar.

Oral sex

Seks oral sangat aman untuk dilanjutkan selama kehamilan. Namun, pasangan harus menghindari meniupkan udara ke dalam vagina wanita hamil karena ini dapat menyebabkan emboli udara, di mana gelembung udara menghalangi pembuluh darah. Meskipun jarang, emboli udara bisa mengancam jiwa wanita dan bayinya.

Side by side

Posisi lain yang baik untuk melakukan hubungan seks selama hamil adalah posisi side by side. Posisi ini dapat mengontrol dorongan dan menjaga berat badan. Posisi side by side dilakukan di mana pasangan suami istri berbaring berdampingan, saling berhadapan.  Selain aman, posisi ini juga dapat membuat hubungan Anda dan pasangan lebih intim.

Referensi
  1. Claire Jones, MD, Crystal Chan, MD, and Dan Farine, MD. Sex in pregnancy. CMAJ. 2011 Apr 19; 183(7): 815–818. doi: 10.1503/cmaj.091580. URL
  2. Crista E. Johnson, MD, MSc, FACOG. PlumX MetricsSexual Health during Pregnancy and the Postpartum (CME). VOLUME 8, ISSUE 5, P1267-1284, MAY 01, 2011. URL 
  3. Jian Tao Lee , Chao Ling Lin , Gwo Hwa Wan  & Ching Chung Liang. Sexual Positions and Sexual Satisfaction of Pregnant Women. Pages 408-420 | Published online: 28 Sep 2010. URL
  4. Sex in pregnancy. URL: https://www.nhs.uk/pregnancy/keeping-well/sex/
  5. Charnetski, C. J., & Brennan, F. X. (2004, June 1). Sexual frequency and salivary immunoglobulin A (IgA). Psychological Reports, 94(3), 839–844 URL
  6. Hill, B. F., & Jones, J. S. (1993). Venous air embolism following orogenital sex during pregnancy. The American Journal of Emergency Medicine, 11(2), 155–157
  7. ŞULE GÖKYILDIZ  & NEZIHE KIZILKAYA BEJI. The Effects of Pregnancy on Sexual Life. Pages 201-215 | Published online: 25 Nov 2006. URL
  8. What to Expect When You’re Expecting, 5th edition, Heidi Murkoff.
  9. American College of Obstetricians and Gynecologists, A Partner’s Guide to Pregnancy, May 2016.
  10. American College of Obstetricians and Gynecologists, Bleeding During Pregnancy, September 2019.
No Comments

Leave a Reply