Apakah Berhubungan Saat Haid Berisiko atau Bermanfaat?

berhubungan saat haid

Berhubungan saat haid masih menjadi kontroversi. Di satu sisi, terdapat risiko masalah yang mengganggu kesehatan namun di sisi lainnya berhubungan pada saat menstruasi bisa memberikan berbagai manfaat.

Selain itu, melakukan hubungan suami istri pada saat menstruasi masih dianggap tabu sehingga banyak wanita yang ragu hingga takut untuk melakukannya. Dari segi medis, melakukan hubungan seksual pada saat menstruasi sebenarnya boleh dilakukan namun terdapat sejumlah risiko yang terjadi terlebih jika aktivitas tersebut tidak dilakukan dengan benar.

Dari segi medis pun juga mengungkapkan jika melakukan hubungan seksual pada saat haid tidak dilarang namun tidak disarankan. Lantaran kondisi perdarahan pada saat menstruasi bisa menyebabkan infeksi jika berhubungan pada saat haid.

Hal ini dituturkan oleh dr. Agus Heriyanto, Sp.OG, MARS, MM, dari Pusat Fertilitas Bocah Indonesia, jika berhubungan pada saat menstruasi dapat menyebabkan adanya infeksi pada dinding rahim.

“Berhubungan pada saat haid dari segi medis memang tidak dilarang namun tidak disarankan karena saat terjadinya menstruasi ada pendarahan, berarti kan adanya risiko terjadinya infeksi terus kemudian dia kotor. Ada banyaknya pembuluh darah yang terbuka jadi bisa menyebabkan risiko infeksi di dinding rahim,” ujar dr. Agus.

Adakah Manfaat yang Didapatkan Saat Berhubungan Pada Saat Haid?

Bagi beberapa pasangan mungkin menganggap jika melakukan hubungan intim pada saat menstruasi dapat meningkatkan sensasi berlebih. Namun dari segi medis sendiri, berhubungan pada saat haid tidak memiliki manfaat tertentu.

“Tentu tidak ada (manfaat) ya. Itu karena hanya orang-orang tertentu yang memilih adanya sensasi atau keinginan untuk melakukan berhubungan badan saat menstruasi, tapi kalau untuk kepentingannya atau kegunaannya secara medis tidak ada,” lanjut dr. Agus Heriyanto, Sp.OG, MARS, MM.

Risiko Berhubungan Seks Saat Haid

Melakukan hubungan seksual pada saat menstruasi memang dapat menimbulkan sejumlah risiko yang bisa terjadi, terutama kondisi kesehatan. Beberapa kondisi kesehatan yang bisa dialami wanita, seperti:

1. Endometriosis

Salah satu risiko yang diakibatkan jika melakukan hubungan seksual pada saat menstruasi adalah endometriosis. Hal ini terjadi ketika sang pria melakukan penetrasi ke dalam vagina wanita. Kondisi tersebut terjadi ketika selaput lendir rahim yang harusnya luruh keluar akan terdorong kembali masuk ke dalam rahim, ke saluran telur sehingga menyebabkan terjadinya perlengketan di saluran tuba.

2. Infeksi jamur vagina

Risiko lainnya yang ditimbulkan dari melakukan hubungan intim adalah infeksi jamur vagina. Vagina memiliki kadar pH sekitar 3,8 – 4,5. Ketika seorang wanita sedang mengalami haid maka kadar keasaman tersebut akan meningkat.

Hal ini bisa memicu perkembangan jamur pada area vagina. Melakukan hubungan seksual pada saat haid dapat meningkatkan risiko infeksi jamur vagina.

3. Infeksi menular seksual

Risiko penyebaran infeksi menular seksual bisa disebabkan oleh melakukan hubungan seksual saat menstruasi. Terlebih saat aktivitas seksual dilakukan tanpa kondom. Hal ini lantaran pada saat menstruasi, kondisi vagina akan menjadi lebih lembap dan dipenuhi bakteri.

Ketika penis mengalami kontak langsung dengan darah haid maka dapat menyebabkan bakteri atau virus tersebut bisa meningkatkan risiko penularan infeksi tersebut.

manfaat dan risiko berhubungan saat haid

Adakah Peluang Hamil Jika Berhubungan Saat Haid?

Melakukan hubungan suami istri pada saat menstruasi memang memiliki peluang hamil namun kecil kemungkinannya. Seorang wanita memiliki peluang tinggi hamil ketika berhubungan dilakukan di tengah siklus menstruasi, yakni saat ovarium melepaskan sel telur yang siap dibuahi. Proses ini disebut ovulasi.

Menurut dr. Agus, melakukan hubungan intim pada saat menstruasi tidak memiliki peluang kehamilan. Hal ini lantaran tidak ada pembuahan yang terjadi.

“Tentu saja tidak ada (peluang hamil) karena saat terjadinya menstruasi tentu tidak ada pembuahan karena tidak ada sel telur yang dilepaskan sehingga tidak ada ovulasi yang terjadi,” ujar dr. Agus.

Tips Melakukan Hubungan Seksual Saat Haid

Jika Anda dan pasangan ingin bercinta ketika menstruasi ada beberapa tips yang perlu diperhatikan, seperti:

1. Menggunakan alat kontrasepsi

Menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom menjadi salah satu pilihan melakukan hubungan seks dengan aman. Hal ini untuk menghindari penis melakukan kontak langsung dengan darah haid. Jika penis bersentuhan dengan darah haid maka bukan tidak mungkin jika dapat membawa bakteri atau virus. Penggunaan kondom ini dapat melindungi Anda dan pasangan dari risiko penyakit infeksi menular seksual.

2. Memilih waktu haid tidak terlalu deras

Ketika Anda dan pasangan ingin bercinta saat menstruasi, Anda perlu melakukan beberapa strategi. Salah satunya adalah pilih waktu yang tepat. Sebaiknya hindari melakukan hubungan pada saat aliran darah menstruasi sedang deras-derasnya.

Anda bisa melakukan pada saat hari-hari terakhir masa haid sehingga dapat meminimalisir tempat tidur menjadi kotor. Selain itu, Anda juga tidak perlu merasa khawatir berlebih darah haid yang dapat membuat berantakan.

3. Memberi alas pada kasur

Sebelum Anda dan pasangan melakukan kegiatan ranjang, pastikan untuk memberikan alas di tempat tidur terlebih dahulu. Alas kasur seperti perlak dapat membantu menahan cairan agar tembus hingga berantakan ke kasur.

Meski telah melakukan beberapa tips berikut, risiko berhubungan saat menstruasi tetap ada. Jika Anda ingin meningkatkan peluang program hamil, sebaiknya melakukan hubungan intim pada saat masa subur wanita berlangsung. Namun, jika tetap ingin melakukan hal tersebut dalam kondisi haid, pastikan untuk konsultasi terlebih dahulu untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

cheer

Jadwalkan Konsultasi

Jika Anda belum juga hamil setelah berupaya selama dua belas bulan atau lebih (atau enam bulan jika usia perempuan di atas 35 tahun), kami menyarankan Anda untuk melakukan penilaian kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.

Jadwalkan konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau dengan mengisi formulir melalui tombol dibawah.

  1. Verma, P., Singh, K. K., Singh, A. 2017. Pregnancy risk during menstrual cycle: misconceptions among urban men in India. Reproductive Health, 14(1). 
  2. Levin, R. J. 2006. Sexual activity, health and well-being – the beneficial roles of coitus and masturbation. Sexual and Relationship Therapy, Volume 22, Issue 1, Page 135 – 148. 
  3. Van Eijk, A. M., et al. 2019. Menstrual cup use, leakage, acceptability, safety, and availability: a systematic review and meta-analysis. The Lancet Public Health. 2019;4(8): e376-e393.
bocah indonesia green
Share:
  • 176
    Shares

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

doctors
Reservasi