Berapa Lama Sperma Berjalan Menuju Rahim Saat Proses Pembuahan?

Berapa Lama Sperma Berjalan Menuju Rahim

Proses pembuahan terjadi ketika sperma berhasil bertemu dengan sel telur. Berapa lama sperma berjalan menuju rahim ini biasanya terjadi dalam waktu 24 jam.

Sebelum proses kehamilan terjadi, ada yang namanya proses pembuahan. Proses ini pembuahan inilah menjadi cikal bakal terjadinya kehamilan. Namun, tidak ada yang tahu kapan tepatnya proses pembuahan terjadi hingga akhirnya muncul tanda awal-awal kehamilan.

Proses Pembuahan

Proses pembuahan terjadi ketika sperma berhasil bertemu sel telur pada saluran indung atau tuba falopi. Ketika pria berhasil mengeluarkan cairan mani yang mengandung sperma pada saat orgasme, cairan ini nantinya akan bergerak ke dalam rahim mencari jalan untuk bertemu dengan sel telur.

Sperma akan menempuh perjalanan dari leher rahim menuju saluran indung telur atau tuba falopi, tempat di mana sel telur berada.

Ketika sperma berhasil bertemu sel telur maka terjadilah proses pembuahan. Dari jutaan sperma, hanya satu yang berhasil menembus sel telur. Kemudian, sel telur akan membentuk lapisan agar sperma lain tidak dapat menembus masuk.

Berapa Lama Sperma Butuh Waktu Mencapai Sel Telur?

Sperma akan berenang dengan kecepatan 2,5 cm tiap 15 menit. Sebagian sperma dapat menghabiskan waktu setengah hari untuk mencapai tujuan. Butuh waktu paling cepat sekitar 45 menit hingga sperma mencapai sel telur. Selanjutnya, pembuahan akan terjadi dalam waktu 24 jam setelah sel telur dihasilkan.

Jika sperma tidak berhasil menemukan sel telur sehingga maka sperma kan tetap bertahan hingga 2 – 3 hari setelah berhubungan seksual dalam saluran reproduksi wanita.

Menurut dr. Tiara Kirana, Sp.And, dokter spesialis andrologi di Pusat  Fertilitas Bocah Indonesia mengungkapkan jika pada umumnya sperma akan bertahan 2 – 3 hari pada organ reproduksi wanita.

“Apakah sperma bisa bertahan 5 hari dalam saluran reproduksi wanita? Ada penelitian yang menyebutkan seperti itu namun pada umumnya sperma hanya bertahan 2 – 3 hari saja dalam saluran reproduksi wanita,” ujar dr. Tiara Kirana.

Selain itu, dr. Tiara juga menyebutkan jika pasangan suami istri yang merencanakan program hamil disarankan untuk berhubungan 2 – 3 hari sekali mengingat waktu hidup sperma dalam saluran reproduksi wanita.

“Oleh karena itu, untuk pasangan suami istri yang sedang program hamil dianjurkan untuk berhubungan 2 – 3 hari sekali. Karena dari waktu hidup sperma tersebut di dalam saluran reproduksi wanita itu. Kalau sampai 5 hari, hanya ada beberapa kasus tertentu,” lanjut dr. Tiara Kirana, Sp.And.

berhubungan suami istri

Pasca Proses Pembuahan

Ketika sel telur selesai dibuahi, zigot akan membentuk sel baru. Sel-sel ini akan bergerak dari tuba falopi menuju rahim. Sel-sel tersebut akan membelah diri menjadi 100 sel, sel inilah yang bernama embrio blastokista.

Selanjutnya embrio akan tertanam di dinding rahim yang nantinya akan berkembang menjadi janin. Proses penempelan embrio pada dinding rahim disebut sebagai implantasi.

Pada saat proses implantasi inilah biasanya wanita akan mengalami pendarahan ringan atau flek yang disebut sebagai pendarahan implantasi. Pendarahan implantasi biasanya akan terjadi selama 2 hari.

Nantinya dinding rahim akan menguat dan leher rahim akan tertutup pada cairan sehingga menjadi tempat yang layak untuk janin berkembang dengan baik.

Setelah embrio berhasil menempel pada dinding rahim, calon ibu akan mengalami sejumlah tanda-tanda awal kehamilan, seperti mual, pusing, telat menstruasi, lebih mudah Lelah, konstipasi atau perut kembung, flek atau pendarahan implantasi, frekuensi buang air kecil lebih sering, hingga perubahan suasana hati.

Namun pada kasus tertentu ada kalanya terjadi kehamilan ektopik. Kondisi ini terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi justru tertanam di luar rahim, misalnya tuba falopi. Jika kondisi ini terjadi maka tentu memerlukan penanganan medis.

Apakah Sperma Bisa Bertahan di Luar Tubuh?

Sperma merupakan sel gamet yang memiliki bentuk menyerupai kecebong yang terdiri atas kepala, leher, dan ekor. Ukuran sperma sendiri sangat kecil sehingga hanya mampu dilihat oleh mikroskop. Jika selama ini banyak yang menganggap air mani merupakan sperma maka itu keliru. Hal ini lantaran, sperma merupakan yang terkandung pada air mani.

Jika sperma dapat bertahan pada saluran reproduksi wanita selama 2 – 3 hari maka berbeda dengan ketahanan sperma di luar tubuh. Menurut beberapa penelitian, sperma hanya dapat bertahan di udara bebas selama 3 menit setelah cairan mani mengering. Namun berapa lama waktu yang dibutuhkan air mani untuk mengering tentu bervariasi, tergantung dari kelembapan lingkungan.

Kesimpulan

Proses pembuahan merupakan sebuah cikal bakal kehamilan. Perjalanan sperma untuk mencapai tujuannya diperlukan waktu paling cepat 45 menit. Hal ini juga dapat dilihat dari pergerakan (motilitas) sperma dalam mencari sel telur. Jika Anda dan pasangan sedang melakukan program hamil maka disarankan untuk berhubungan 2 – 3 hari sekali. Semoga impian Anda mendapatkan buah hati berbuah manis.

cheer

Jika Anda membutuhkan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi sperma maupun kondisi rahim, silakan isi formulir di bawah ini. Tim kami akan menghubungi Anda!

Proses pembuahan terjadi ketika kondisi organ reproduksi dalam kondisi baik. Segera lakukan pemeriksaan awal untuk mengetahui kondisi kesuburan Anda.

  1. Petrella, C., Hsieh, J., Blake, E., Thrift, K., Zacur, H., & Zhao, Y. (2003). Human sperm can survive at room temperature for weeks: Measured by motility and viability of sperm maintained under various conditions. Fertility and Sterility, 80, 210. 
  2. Kim, S. M., Kim, J. S. (2017). A Review of Mechanisms of Implantation. Dev Reprod. 2017 Dec; 21(4): 351–359. 
  3. Hill, M. A. (2017, October 5). Spermatozoa development. 
  4. Appell, R. A., Evans, P. R., Blandy, J. P. (1977). The effect of temperature on the motility and viability of sperm. Br J Urol. 1977;49(7):751-6.
bocah indonesia green
Share:
  • 176
    Shares

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

doctors
Reservasi