Agar ideal, Berapa Kali Seminggu Sperma Harus Keluar?

Berapa Kali Seminggu Sperma Harus Keluar

Pertanyaan berapa kali seminggu sperma harus keluar mungkin kerap dialami oleh pria. Nyatanya, tidak ada aturan baku mengenai hal tersebut yang pasti frekuensi ejakulasi yang dialami normal dan wajar.

Ejakulasi bagi pria tentu merupakan hal yang normal. Meski pertanyaan mengenai frekuensi sperma kerap dibahas nyatanya hal ini juga digunakan untuk menilai apakah ejakulasi yang dialami normal dan wajar.

Seorang pria harus memahami berapa frekuensi ejakulasi yang wajar. Hal ini penting agar dapat meningkatkan kualitas sperma yang baik.

Berapa Kali Seminggu Sperma Harus Keluar?

Pertanyaan ini tentu cukup sering berada di benak pria. Faktanya, tidak ada aturan pasti mengenai frekuensi ejakulasi pada periode waktu tertentu. Banyak anggapan yang populer di antara pria bahwa ejakulasi sebaiknya dilakukan 21 kali setiap bulan untuk mencegah risiko menderita kanker prostat.

Sebuah penelitian yang diterbitkan jurnal European Urology terhadap hamper 32.000 laki-laki menyatakan jika melakukan ejakulasi dengan frekuensi yang tinggi dapat menurunkan kanker prostat. Meski begitu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.

Mengenai risiko kanker prostat tersebut juga terdapat beberapa faktor lain yang dapat memengaruhi, seperti usia, pengalaman mengenai gonta ganti pasangan, serta kondisi kesehatan tiap individu. Sejumlah faktor tersebut perlu diperhitungkan untuk menjelaskan kaitan antara frekuensi ejakulasi dengan risiko kanker prostat.

Faktanya, tidak ada aturan pasti mengenai seberapa sering frekuensi ejakulasi seorang pria setiap bulannya. Setiap pria pasti memiliki frekuensi ejakulasi yang berbeda-beda tentu tergantung dari usia serta kondisi kesehatan yang dimiliki.

Hingga saat ini belum ada pernyataan secara pasti berapa kali seorang pria harus melakukan ejakulasi dalam seminggu atau sebulan. Beberapa penelitian mengenai hal ini pun masih diperlukan studi lebih lanjut.

Apakah Berbahaya Mengeluarkan Sperma Setiap Hari?

Menurut sebuah studi yang diterbitkan Journal of Andrology, diperlukan rata-rata 74 hari untuk sperma matang sepenuhnya.

Frekuensi ejakulasi yang terjadi cukup sering tidak akan mengurangi jumlah sperma. Hal ini lantaran terdapat 1.500 sel sperma yang diproduksi pria setiap detiknya. Hal ini yang membuat jumlah sperma yang diproduksi dalam sehari bisa mencapai jutaan sel sperma.

Tidak ada larangan bagi pria yang ingin melakukan ejakulasi setiap hari namun perlu diketahui sesuatu yang dilakukan berlebihan tentu memiliki risiko. Hal ini juga berlaku jika Anda mengeluarkan sperma setiap hari.

masturbasi

Manfaat Mengeluarkan Sperma (Ejakulasi)

Jika selama ini yang banyak dari manfaat ejakulasi adalah untuk menurunkan risiko kanker prostat namun nyatanya fakta tersebut diperlukan penelitian lebih lanjut.

Rangsangan yang muncul ketika akan melakukan ejakulasi dapat meningkatkan produksi oksitosin dan dopamine. Oksitosin sendiri sering disebut sebagai hormone cinta yang mana jenis hormon ini berkaitan dengan perasaan cinta, emosi, hingga perilaku seseorang.

Hormon ini dapat meningkatkan emosi positif yang dapat membantu menurunkan kadar stres seseorang. Meningkatnya emosi positif ini dapat membuat seseorang menjadi lebih rileks, bahagia, dan nyaman.

Namun, dibalik hal tersebut, mengeluarkan sperma (ejakulasi) dapat memberikan sejumlah hal positif terhadap tubuh, seperti:

  • Tidur menjadi lebih nyenyak.
  • Mengurangi gejala migrain.
  • Meningkatkan mood.
  • Meningkatkan kualitas sperma.
  • Mengurangi stres.
  • Menurunkan risiko penyakit jantung.

Dampak Terlalu Sering Mengeluarkan Sperma

Melakukan sesuatu secara berlebihan tentu memang kurang baik. Masturbasi yang berlebihan dapat memengaruhi kualitas hidup. Terlebih jika kegiatan tersebut dapat mengganggu aktivitas harian, hingga mengganggu interaksi dengan orang lain. Hal ini menjadi salah satu tanda kecanduan masturbasi.

Selain manfaat yang didapatkan, ada pula beberapa risiko atau dampak yang didapat jika terlalu sering mengeluarkan sperma. Berikut sejumlah risiko yang terjadi jika terlalu sering melakukan ejakulasi:

  • Cedera pada penis.
  • Sensitivitas seksual yang menurun.
  • Mengganggu aktivitas.
  • Memiliki perasaan bersalah.

Penutup

Tidak ada angka eksak yang mengenai berapa kali sebaiknya seorang pria melakukan ejakulasi. Mengeluarkan sperma memang memiliki manfaat namun jika dilakukan secara berlebihan dapat menimbulkan sejumlah risiko yang mengganggu kesehatan. Jika Anda mengalami beberapa tanda-tanda kecanduan ejakulasi sebaiknya segera melakukan pemeriksaan diri ke dokter.

cheer

Jadwalkan Konsultasi

Jika Anda belum juga hamil setelah berupaya selama dua belas bulan atau lebih (atau enam bulan jika usia perempuan di atas 35 tahun), kami menyarankan Anda untuk melakukan penilaian kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.

Jadwalkan konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau dengan mengisi formulir melalui tombol dibawah.

  1. Ayad, B. M., et al. 2018. Are there side effects to masturbation? International Journal of Fertility and Sterility, Vol 11, No 4, Jan-Mar 2018, Pages: 238-246. 
  2. Bressan, R. A., Crippa, J. A. 2005. The role of dopamine in reward and pleasure behaviour – review of data from preclinical research. Acta Psychiatrica ScandinavicaVolume 111, Issue s427 p. 14-21. 
  3. Rider, J. R., et al. 2017. Ejaculation Frequency and Risk of Prostate Cancer: Updated Results with an Additional Decade of Follow-up. European Urology, Volume 70, Issue 6, December 2016, Pages 974-982. 
  4. Amann, R. P. 2013. The Cycle of the Seminiferous Epithelium in Humans: A Need to Revisit? Journal of Andrology, Volume 29, Issue 5 p. 469-487. 
  5. Kosfeld, M., et al. 2005. Oxytocin increases trust in humans. Nature volume 435, pages673–676 (2005). 
  6. Leitzmann, M. F., et al. 2004. Ejaculation Frequency and Subsequent Risk of Prostate Cancer. JAMA, 291(13), 1578.
bocah indonesia green
Share:
  • 176
    Shares

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

doctors
Reservasi