3 Bahan Pelumas Alami yang Aman, Tertarik Mencoba?

bahan pelumas alami yang aman

Menggunakan pelumas mungkin membuat hubungan seksual menjadi lebih menyenangkan karena menghindari adanya gesekan. Namun, jika selama ini Anda menggunakan pelumas yang dijual pasaran, Anda harus paham mengenai risiko bahan kimia yang ditimbulkan. Oleh sebab itu, jika Anda ingin menggunakan pelumas untuk bercinta, pastikan menggunakan bahan pelumas alami yang aman.

Bahan Pelumas yang Alami

Bagi wanita yang susah menghasilkan cairan alami dari vagina, pelumas menjadi salah satu alternatif agar hubungan seksual tidak terasa menyakitkan. Meski begitu, pemilihan pelumas juga perlu diperhatikan. Pasalnya, pelumas berbahan kimia bisa menyebabkan masalah bagi kesehatan.

Penggunaan pelumas dengan bahan kimia bisa membuat pH vagina tidak seimbang sehingga menyebabkan infeksi.

Jika Anda ingin menggunakan pelumas saat melakukan hubungan seksual maka Anda dapat menggunakan pelumas sex berbahan alami dengan pH seimbang untuk vagina.

Berikut beberapa bahan alami yang dapat Anda gunakan untuk mengatasi rasa tidak nyaman saat berhubungan.

1. Lidah buaya

Lidah buaya diketahui sering digunakan sebagai bahan alami produk kesehatan, kecantikan, hingga obat-obatan. Lidah buaya bahkan sering digunakan sebagai salah satu bahan yang digunakan untuk mengatasi luka bakar.

Namun, tanaman yang memiliki nama aloe vera ini bisa digunakan sebagai bahan pelumas vagina. Hal ini lantaran lidah buaya memiliki pH yang lebih rendah daripada air sehingga cukup aman untuk vagina serta membantu menjaga kadar pH miss V.

Kandungan vitamin C dan E pada lidah buaya dipercaya dapat melembapkan dan ringan untuk semua jenis kulit. Selain itu, kandungan nutrisi tersebut dapat meningkatkan kekencangan pada kulit sehingga membuat kulit lebih lembap, kenyal, dan sehat.

Oleh sebab itu, banyak wanita yang mengoleskan aloe vera pada kulit untuk mempertahankan elastisitasnya.

Namun jika Anda ingin menggunakan lidah buaya sebagai pelumas alami, pastikan gel tersebut 100% lidah buaya murni tanpa ada bahan kimia tambahan. Hal ini guna menghindari infeksi pada vagina Anda.

2. Minyak kelapa

Minyak kelapa dipercaya sebagai salah satu pelumas yang aman untuk Miss V. Pasalnya, minyak kelapa memiliki sifat melembapkan secara alami sehingga dipercaya bagus untuk pijat vulva hingga masturbasi.

Minyak kelapa memiliki sifat anti-jamur dan anti-bakteri sehingga dapat mencegah dan mengatasi perkembangan jamur pada organ reproduksi.

Selain itu, minyak kelapa merupakan bahan organic yang minim akan efek samping sehingga menjadi salah satu bahan pelumas yang aman untuk Mr P.

Memiliki tekstur yang kental membuat minyak kelapa membutuhkan waktu lebih lama untuk mencair. Namun, Anda bisa membuatnya cair menjadi lebih cepat dengan cara menghangatkan minyak kelapa di dalam microwave.

Jika Anda ingin menggunakan minyak kelapa sebagai pelumas seks, pastikan minyak kelapa 100% murni tanpa bahan tambahan, seperti gula maupun bahan pengawet lainnya. Hal ini bisa menyebabkan vagina Anda menjadi iritasi.

Selain itu, hindari penggunaan pelumas minyak kelapa yang disertai dengan penggunaan alat kontrasepsi berupa kondom berbahan lateks. Pasalnya, minyak kelapa dapat menyebabkan lateks pecah sehingga kondom menjadi rusak.

3. Yoghurt tawar

Salah satu bahan pelumas alami yang bisa Anda coba adalah yoghurt tawar. Bahan alami yang dibuat dari susu fermentasi ini dipercaya dapat memberikan kelembapan pada kulit.

Meski belum ada penelitian yang jelas mengenai yoghurt sebagai pelumas alami namun dalam sebuah jurnal yang diterbitkan Global Journal of Health Sciences, mengungkapkan manfaat yoghurt yang dapat mengatasi penyakit candida pada vagina.

Dalam jurnal tersebut, metode pengobatan dilakukan dengan cara mengoleskan campuran yoghurt, madu, dan clotrimazole. Hal ini membuat yoghurt dipercaya aman jika digunakan sebagai bahan pelumas alami.

Namun, sebelum Anda menggunakannya, pastikan yoghurt mengandung 100% tanpa gula atau bahan tambahan lainnya yang dapat menyebabkan iritasi maupun infeksi pada vagina.

pelumas buatan

Pelumas yang Harus Dihindari

Pelumas vagina digunakan untuk mengatasi rasa tidak nyaman pada saat berhubungan akibat adanya gesekan. Namun, banyak yang tidak menyadari bahwa tidak semua bahan pelumas yang digunakan aman. Bukannya ‘melicinkan’ justru pelumas yang digunakan bisa membuat vagina kemerahan, ruam, iritasi, hingga adanya infeksi.

Selain bahan-bahan alami di atas, ada beberapa pelumas yang Anda harus hindari karena bisa berbahaya untuk area Miss V Anda.

1. Air liur

Mungkin banyak yang menganggap jika air liur atau ludah merupakan pelumas alami yang aman digunakan pada saat bercinta. Nyatanya, hal ini justru bisa berbahaya.

Pasalnya, di dalam air liur terdapat banyak bakteri yang dapat meningkatkan risiko infeksi pada organ reproduksi wanita. Dalam sebuah jurnal yang diterbitkan Seminars in Fetal and Neonatal menyebutkan jika air liur yang digunakan sebagai pelumas justru bisa meningkatkan risiko vaginosis bakteri.

2. Petroleum jelly

Salah satu pelumas vagina yang berbahaya adalah petroleum jelly. Menurut jurnal yang diterbitkan oleh Obstetric and Gynecology mengungkapkan jika penggunaan bahan kimia dari petroleum jelly bisa meningkatkan risiko vaginosis bakteri.

Pelumas yang mengandung petrokimia (propilen glikol, polietilen glikol, dan petroleum) bisa menyebabkan pembengkakan organ intim. Jika Anda ingin menggunakan pelumas untuk bercinta maka Anda dapat menggunakan pelumas berbahan alami yang lebih aman.

3. Baby oil

Banyak yang menggunakan baby oil sebagai pelumas yang digunakan pada area Miss V. Padahal, penggunaan baby oil pada organ intim bisa menyebabkan infeksi jamur, lho. Pasalnya, baby oil mengandung pengawet dan pewangi yang bisa memicu alergi bagi yang memiliki kulit sensitif.

Penggunaan pewangi sendiri pada organ intim bisa menyebabkan pH menjadi tidak seimbang. Meski fungsinya ‘melicinkan’ namun sebaiknya hindari penggunaan baby oil pada organ intim.

4. Handbody lotion

Jika selama ini Anda kerap menggunakan handbody lotion sebagai pelumas pada saat bercinta, sebaiknya hindari. Seperti yang diketahui, handbody lotion mengandung pewangi dan pengawet yang dapat menyebabkan iritasi pada vagina.

Tips Memilih Pelumas yang Aman

Jika Anda ingin menggunakan pelumas yang aman, terdapat beberapa tips yang bisa Anda coba agar tidak salah dalam memilih ‘pelicin’ organ intim.

Pilih pelumas yang tidak memicu alergi

Jika Anda memiliki reaksi alergi terhadap bahan kimia tertentu, sebaiknya hindari penggunaan pelumas yang berbahan gliserin. Pasalnya, kandungan pada pelumas gliserin tersebut bisa menyebabkan iritasi dan infeksi jamur. Selain itu, kandungan tersebut juga bisa membunuh bakteri baik pada organ intim.

Hindari penggunaan pelumas yang memiliki pH tinggi

Pelumas yang mengandung bahan kimia seperti pewangi dan pengawet sebaiknya harus dihindari. Menurut sebuah jurnal yang diterbitkan Climacteric, pewangi bisa menyebabkan iritasi pada vagina.

Selain itu, penggunaan pelumas yang memiliki tingkat keasaman di atas 4,5 bisa menyebabkan iritasi pada vagina. Maka, jika Anda ingin menggunakan ‘pelicin’ pada saat berhubungan, gunakan yang berbahan alami tanpa pengawet serta pewangi.

Bahan pelumas yang sebaiknya dihindari, seperti Gliserin, Nonoxynol-9, Propylene glycol, dan Chlorhexidine gluconate.

Kesimpulan

Jika Anda ingin menggunakan pelumas sebagai ‘pelicin’ pada saat berhubungan. Pastikan Anda menggunakan bahan pelumas alami yang aman dan hindari penggunaan ‘pelicin’ yang mengandung bahan kimia yang bisa menyebabkan masalah pada organ intim Anda.

cheer

Jadwalkan Konsultasi

Jika Anda belum juga hamil setelah berupaya selama dua belas bulan atau lebih (atau enam bulan jika usia perempuan di atas 35 tahun), kami menyarankan Anda untuk melakukan penilaian kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.

Jadwalkan konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau dengan mengisi formulir melalui tombol dibawah.

  1. Surjushe, Amar; Vasani, Resham; Saple, D G. Aloe Vera: A Short Review. Indian J Dermatol. 2008; 53(4): 163–166. 
  2. Varma, Sandeep R; Sivaprakasam, Thiyagarajan O; Arumugam, Ilavarasu. In vitro anti-inflammatory and skin protective properties of Virgin coconut oil. J Tradit Complement Med. 2019 Jan; 9(1): 5–14. 
  3. Darvishi, Maryam; Jahdi, Fereshteh; Hamzegardeshi, Zeinab. The Comparison of Vaginal Cream of Mixing Yogurt, Honey and Clotrimazole on Symptoms of Vaginal Candidiasis. Glob J Health Sci. 2015 Nov; 7(6): 108–116. 
  4. Denney, Jeff M; Culhane, Jennifer F. Bacterial vaginosis: A problematic infection from both a perinatal and neonatal perspective. Seminars in Fetal and Neonatal Medicine, 14(4), 200–203. 
  5. Edwards, D; Panay, N. Treating vulvovaginal atrophy/genitourinary syndrome of menopause: how important is vaginal lubricant and moisturizer composition? Climacteric Volume 19, 2016 – Issue 2, Pages 151-161. 
  6. Maierhofer, Courtney; Rice, Cara E; Wang, Shu-Hua. Lubricant Use and Rectal Chlamydial and Gonococcal Infections Among Men Who Engage in Receptive Anal Intercourse. Sexually Transmitted Diseases: July 2016 – Volume 43 – Issue 7 – p 423-428. 
  7. Wray, Anton A; Velasquez, James; Khetarpal, Shailesh. Balanitis. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan-.
Share:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Reservasi