6 Arti Warna Darah Haid, Tanda Kondisi Kesehatan

Siklus menstruasi yang dialami wanita merupakan hal alamiah yang terjadi setiap bulan. Namun, tahukah Anda jika darah haid memiliki arti masing-masing di setiap warnanya. Meski begitu, Anda harus waspada jika mengalami perubahan warna darah haid tiba-tiba. Pasalnya, hal ini bisa menjadi suatu tanda kondisi tertentu. Ada 6 arti warna darah haid yang perlu Anda ketahui. Apa saja? Simak informasi selengkapnya.

Darah Haid yang Normal Berwarna Apa?

Setiap siklus menstruasi tiba, pernahkah Anda memperhatikan mengenai warna darah yang keluar pada saat haid? Meskipun menstruasi merupakan hal yang normal namun ternyata warna darah yang keluar bisa berbeda dari biasanya.

Warna darah haid yang normal umumnya adalah berwarna merah. Warna ini biasanya juga disebut sebagai warna darah haid yang subur. Namun, warna darah haid yang berbeda juga tergantung pada volume dan kekentalan darah.

Apa bedanya warna darah merah terang dengan warna lainnya? Perubahan warna darah menstruasi bisa menandakan suatu kondisi medis tertentu. Namun, meski begitu, Anda tidak perlu khawatir karena warna darah yang berbeda tidak melulu menandakan kondisi buruk.

Mengenal Arti Warna Darah Haid

Jika selama ini Anda menganggap warna darah haid hanyalah warna merah, faktanya ada beberapa jenis warna darah haid yang mungkin Anda alami. Beberapa jenis warna haid ini bisa mengindikasikan kondisi tertentu. Berikut beberapa arti warna darah haid yang perlu Anda ketahui.

1. Warna Darah Haid Merah muda / pink

Pernahkah Anda mengalami pendarahan haid berwarna pink atau merah jambu? Jika Anda pernah mengalami hal ini, tidak perlu panik. Warna darah merah muda terjadi ketika darah menstruasi bercampur dengan cairan serviks.

Kondisi ini terjadi ketika kadar estrogen di dalam tubuh rendah. Warna darah merah muda biasanya dialami oleh orang yang melakukan olahraga berat. Kadar estrogen yang rendah pada tubuh tidak boleh dianggap sepele. Kondisi ini dapat meningkatkan sejumlah risiko kehilangan gairah seks, vagina kering, hingga osteoporosis.

Warna darah merah muda yang muncul pertengahan siklus haid. Hal ini bisa menunjukkan jika Anda sedang ovulasi. Ketika ovulasi, darah haid akan bercampur dengan cairan serviks

Namun, ada beberapa penyebab mengapa darah menstruasi berwarna pink, seperti:

  • Anemia
  • Penurunan berat badan secara signifikan
  • Pola makan tidak sehat

2. Warna Darah Haid Oranye

Tak melulu berwarna merah, darah menstruasi juga bisa berwarna oranye. Kondisi ini juga terjadi ketika darah bercampur dengan cairan serviks sehingga warnanya memudar. Selain itu, warna darah oranye juga bisa menjadi sebuah tanda pendarahan implantasi di mana sel telur berhasil dibuahi oleh sperma dan menempel di rahim. Biasanya, kondisi ini terjadi 10 – 14 hari setelah pembuahan.

Namun, perlu diperhatikan, warna darah haid oranye juga bisa menandakan infeksi bakteri. Jika hal ini terjadi, Anda bisa melakukan pemeriksaan ke dokter.

3. Warna Darah Haid Merah terang

Warna darah menstruasi yang normal umumnya adalah merah terang. Warna ini menunjukkan warna pendarahan yang sehat. Biasanya, warna darah ini akan muncul pada awal haid hingga akhir periode. Namun, jika pendarahan ini terjadi di antara siklus haid maka hal ini justru bisa menandakan suatu kondisi kesehatan, seperti penyakit menular seksual.

arti warna darah haid

4. Warna Darah Haid Merah Tua / Gelap

Warna merah tua/gelap bisa dialami oleh wanita pada saat menstruasi. Kondisi ini terjadi ketika aliran darah tertahan di dalam rahim. Namun, warna merah tua juga bisa menjadi pertanda lokia. Lokia adalah pendarahan nifas setelah melahirkan.

Pendarahan ini disertai dengan gumpalan-gumpalan darah yang cukup banyak. Kondisi ini terjadi pada 3 hari pertama, yang mana tampaknya merah gelap namun kemudian dapat berubah warna.

5. Warna Darah Haid Cokelat

Pernahkah Anda mengalami menstruasi dengan warna darah haid cokelat?  Kondisi ini terjadi ketika darah mengendap beberapa lama di rahim. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan karena warna darah haid cokelat ini bisa disebabkan oleh sisa dari menstruasi pada siklus sebelumnya. Biasanya warna darah cokelat ini muncul pada saat hari-hari terakhir periode menstruasi akan berakhir.

Namun, warna darah cokelat juga bisa menjadi warna darah haid terakhir sebelum hamil. Kondisi ini terjadi ketika sel telur berhasil dibuahi oleh sperma dan menempel di rahim atau yang disebut pendarahan implantasi.

Tidak seperti haid, pendarahan implantasi memiliki volume yang lebih sedikit dan hanya dalam bentuk bercak. Jika Anda mengalami telat menstruasi serta gejala-gejala kehamilan lainnya, Anda bisa segera melakukan tes kehamilan.

6. Warna Darah Haid Hitam

Mungkin banyak wanita yang tidak menyadari mengenai salah satu warna darah haid yang satu ini. Warna darah haid hitam biasanya muncul pada akhir menstruasi. Kenapa darah haid berwarna hitam? Darah haid hitam terjadi ketika darah berada di rahim dan membutuhkan waktu yang lama untuk keluar. Sehingga warna darah yang keluar tak lagi berwarna merah melainkan cokelat gelap kehitaman.

Warna darah haid hitam bisa muncul pada saat sedang tidak menstruasi, wanita yang sedang menggunakan alat kontrasepsi, atau wanita yang mendekati masa menopause. Umumnya, kondisi ini merupakan hal yang normal.

Bagaimana Ciri-Ciri Warna Darah Haid yang Tidak Normal?

Warna darah haid umumnya berwarna merah terang hingga merah gelap. Tidak jarang, menjelang akhir menstruasi, warna darah haid berubah menjadi kecokelatan. Namun, apakah warna darah yang berubah tersebut berbahaya?

Ciri-ciri warna darah haid yang tidak normal adalah ketika perubahan warna disertai dengan beberapa gejala tertentu yang Anda rasakan. Beberapa gejala tersebut di antaranya:

  • Siklus menstruasi yang tidak teratur.
  • Siklus haid kurang dari 21 hari atau lebih dari 38 hari.
  • Darah sering keluar di luar periode menstruasi.
  • Volume darah yang keluar banyak dan menimbulkan bau tidak sedap.
  • Vagina terasa gatal.
  • Selama 3 bulan belum menstruasi atau lebih.

Jika Anda mengalami perubahan warna darah haid dengan gejala-gejala di atas maka sebaiknya Anda segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Pasalnya, kondisi tersebut bisa menyebabkan suatu kondisi medis tertentu, seperti:

  • Infeksi.
  • Keguguran.
  • Penyakit radang panggul.
  • Penyakit menular seksual.

Kesimpulan

Perubahan warna darah haid setiap bulannya merupakan hal normal yang terjadi. Hal ini lantaran banyak faktor yang bisa memicu kondisi tersebut. Umumnya, pada saat menstruasi, wanita akan mengalami perubahan warna haid dari warna merah terang, merah gelap, kecokelatan, hingga kehitaman. Sehingga cukup penting untuk kita mengetahui arti warna darah haid. Begitu pula dengan aliran darah haid yang akan berlangsung deras pada saat awal dan melambat ketika akhir menstruasi.

cheer

Jika Anda mengalami ciri-ciri warna haid yang tidak normal, kami menyediakan layanan pemeriksaan kesuburan. Silakan isi formulir di bawah ini, tim kami akan menghubungi Anda!

Warna darah haid yang tidak yang disertai dengan beberapa gejala-gejala di atas bisa menandakan kondisi medis tertentu. Segera periksakan diri Anda untuk mengatasinya dengan tepat.

  1. Dasharathy, S., S., et al. Menstrual Bleeding Patterns Among Regularly Menstruating Women. Am J Epidemiol. 2012 Mar 15; 175(6): 536–545. 
  2. The American College of Obstetricians and Gynecologists. Diakses pada 2020. Menstruation in Girls and Adolescents: Using the Menstrual Cycle as a Vital Sign. 
  3. Bleeding Disorders in Women. Centers for Disease Control and Prevention. 
  4. The Miscarriage Association. (n.d.). Signs and symptoms miscarriage. 
  5. Deutchman, M., First trimester bleeding. Am Fam Physician. 2009 Jun 1;79(11):985-94.
bocah indonesia green
Share:
  • 176
    Shares

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

doctors

Silahkan isi data berikut untuk mengetahui Paket/Layanan yang cocok untuk Ayah/Bunda.

Cek layanan?
ferly slime