Cegah Kehamilan dengan Minum Soda, Mitos atau Fakta?

Cegah Kehamilan dengan Minum Soda

Banyak pasangan suami istri yang ingin menunda kehamilan. Berbagai cara dilakukan untuk mencegah terjadinya kehamilan. Biasanya, cara umum yang dilakukan untuk menunda kehamilan dengan menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom atau KB.

Baca juga: Madu untuk Promil, Benarkah Efektif?

Salah satu cara yang dipercaya dapat mencegah kehamilan adalah mengonsumsi minuman soda. Bahkan informasi yang beredar menyebutkan jika soda dapat menggagalkan pembuahan sehingga banyak yang mengonsumsi minuman tersebut.

Apakah Soda Bisa Mencegah Kehamilan?

Minuman soda dapat menurunkan tingkat kesuburan pria dan wanita. Hal ini lantaran soda mengandung pemanis buatan yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan. Salah satu penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Epidemiology menyebutkan jika faktor makanan dan minuman yang mengandung gula dapat memberikan dampak buruk bagi kesuburan.

Selain itu, minuman yang mengandung pemanis buatan juga dapat menyebabkan kualitas air mani pada pria menurun. Kondisi ini tidak hanya terjadi pada pria namun juga wanita. Bahkan hasil penelitian tersebut juga menunjukkan jika mengonsumsi minuman yang mengandung pemanis buatan dapat menyebabkan kesuburan wanita akan menurun sekitar 20%.

Tanya Ferly tentang Promil?

New CTA WA

Tidak hanya minuman manis, mengonsumsi karbonat atau soda terlalu sering juga dapat menurunkan tingkat kesuburan dengan cepat.

Perlu dipahami, jika sel telur berhasil dibuahi sperma maka kehamilan tetap bisa terjadi meski Anda dan pasangan mengonsumsi minuman bersoda.

Soda tidak menimbulkan dampak secara langsung dalam mencegah kehamilan namun jika mengonsumsinya secara berlebihan dapat memengaruhi kondisi kesuburan. Hal ini lantaran beberapa kandungan di dalamnya.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Ada Makanan dan Minuman yang Bisa Membunuh Sperma di dalam Rahim?

Penyebab Soda Bisa Memengaruhi Kesuburan

Berikut beberapa penyebab minuman bersoda bisa memengaruhi kesuburan, seperti:

1. Banyak kandungan gula di dalamnya

Salah satu penyebab soda bisa memengaruhi kesuburan adalah kandungan gula di dalamnya yang tinggi. Tidak hanya memengaruhi kondisi kesuburan, mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula tinggi juga bisa menimbulkan masalah kesehatan.

Sekitar 400 ml minuman soda memiliki kandungan gula kurang lebih 54 ml. Jumlah tersebut tentu lebih banyak 2 kali lipat dari kebutuhan gula setiap harinya. Selain itu, soda juga memiliki kandungan aspartam yang tidak baik untuk kesehatan.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), aspartam merupakan pemanis buatan yang banyak digunakan pada makanan, minuman, hingga pasta gigi maupun obat-obatan.

Menurut Dr. Francesco Branca, direktur departemen nutrisi dan kemananan makanan WHO menyebutkan jika mengonsumsi aspartam berlebihan dapat berpotensi meningkatkan risiko kesehatan. Dr. Branca bahkan menyebutkan jika anak-anak yang mengonsumsi banyak minuman manis melebihi batas harian maka bisa menyebabkan risiko kesehatan yang tinggi di masa mendatang.

2. Menyebabkan gangguan hormon

Kadar gula yang meningkat dapat memengaruhi kondisi hormon. Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh University of Utah menyebutkan jika terdapat korelasi antara soda dan kadar hormon estrogen yang meningkat.

Ketika hormon estrogen meningkat maka dapat menyebabkan hormon dalam darah tidak stabil. Kondisi ini bisa tentu bisa menyebabkan kesuburan juga tidak stabil. Jika ingin menaikkan tingkat kesuburan maka perlu menyeimbangkan hormon.

Baca juga: Berapa Lama Sperma Berjalan Menuju Rahim Saat Proses Pembuahan?

3. Kadar gula darah meningkat

Satu hal yang pasti, mengonsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan gula darah meningkat, lho. Ketika seseorang mengonsumsi gula maka tubuh akan memberikan sinyal bahwa ada sejumlah besar gula yang perlu diambil oleh darah. Hal ini membuat insulin akan mengambil semua gula yang masuk ke dalam tubuh.

Kadar gula darah yang naik turun dapat menyebabkan tubuh tidak nyaman. Sehingga seiring berjalannya waktu, tubuh akan memproduksi insulin berlebihan dapat membuat organ tubuh akan bekerja lebih keras dari biasanya. Hal ini tentu bisa membuat tubuh merasa lebih nyeri dan mudah lelah.

4. Asupan kalori dan nutrisi menjadi tidak seimbang

Minuman soda mengandung kalori yang cukup tinggi. Jika Anda mengonsumsinya maka dapat menambahkan kalori dalam tubuh tanpa adanya tambahan nutrisi lain. Tubuh tidak hanya membutuhkan kalori namun juga nutrisi seperti protein, vitamin, mineral, dan lainnya.

Tanpa adanya tambahan nutrisi lain, kalori yang bertambah tidak memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Hal ini yang menyebabkan berat badan akan mudah naik sehingga bisa menyebabkan kelebihan berat badan atau obesitas.

Jika Anda dan pasangan ingin menunda atau mencegah kehamilan maka bisa menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom, minum pil KB, suntik KB, atau penggunaan alat kontrasepsi lainnya yang terbukti secara ilmiah.

Nah, sudah tahu kan kalau minuman soda tidak memberikan dampak langsung dalam mencegah kehamilan? Anda bisa juga konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu jika ingin mencegah kehamilan.

cheer

Jadwalkan Konsultasi

Jika Anda belum hamil setelah satu tahun usia pernikahan, kami menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.

Buat janji konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau chat melalui Whatsapp melalui tombol di bawah.

  • Hatch, E.E., et al. (2019). Intake of Sugar-sweetened Beverages and Fecundability in a North American Preconception Cohort. Epidemiology. 2018 May; 29(3): 369–378. 
  • World Health Organization. Aspartame hazard and risk assessment results released. 
  • Cecchio, G.N., et al. (2018). The role of mitochondrial activity in female fertility and assisted reproductive technologies: overview and current insights. Reprod Biomed Online. 2018 Jun;36(6):686-697.
Avatar photo
Share:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

doctors
Buat Janji