Apa Itu Menopause? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya!

apa itu menopause

Pada dasarnya wanita akan mengalami masa menopause pada rentang usia 45 – 50 tahunan. Pada kondisi ini merupakan proses alamiah bahwa masa reproduksi wanita berakhir. Meski hal normal yang dialami wanita namun terdapat beberapa gejala yang menandakan wanita memasuki masa menopause.

Apa Itu Menopause?

Menopause adalah kondisi di mana siklus menstruasi wanita berakhir. Seorang wanita akan memasuki masa menopause apabila selama 12 bulan berturut-turut tidak mengalami menstruasi. Jika seorang wanita telah memasuki kondisi ini indung telur (ovarium) berhenti melepaskan sel telur. Hal inilah yang menandakan masa ovulasi wanita berakhir.

Jika hal ini terjadi maka dapat dipastikan Anda tidak dapat hamil lagi secara alami. Namun meski begitu hal ini tidak akan mengganggu kesehatan dan aktivitas seksual Anda. Biasanya, sebelum wanita memasuki masa menopause, terdapat beberapa gejala yang dialami.

Tidak hanya gejala fisik namun juga gejala secara psikologis. Lantas, apa saja gejala yang biasa dialami?

Gejala Menopause

Seorang wanita yang mengalami masa menopause akan mengalami beberapa perubahan fisik hingga perubahan psikologis. Bahkan tanda-tanda menopause bisa dialami pada saat sebelum hingga setelahnya.

Berikut beberapa gejala menopause pada umumnya hampir sama dengan menopause dini yang biasa dialami wanita akibat hormon estrogen pada tubuh berkurang:

  • Perubahan siklus menstruasi. Perubahan menstruasi menjadi tidak teratur atau jarang-jarang.
  • Kesulitan tidur atau insomnia.
  • kekeringan vagina yang menimbulkan rasa tidak nyaman pada saat berhubungan.
  • penambahan berat badan
  • gangguan emosional seperti rasa cemas berlebihan, mudah marah, hingga depresi.
  • Gangguan konsentrasi yang membuat tidak fokus pada saat beraktivitas.
  • Libido menurun sehingga menurunkan gairah seksual.
  • Perubahan fisik seperti kulit kering, mata kering, hingga mulut kering.
  • Frekuensi buang air kecil meningkat
  • Nyeri payudara
  • Sakit kepala
  • Jantung berdebar
  • Infeksi saluran kemih (ISK)
  • Pegal-pegal atau nyeri sendi
  • Mengalami kerontokan atau penipisan rambut.
  • Peningkatan pertumbuhan rambut di area lain dari tubuh, seperti wajah, leher, dada, dan punggung bagian atas.
  • Hot flashes atau sensasi panas pada tubuh secara tiba-tiba tanpa penyebab yang pasti. Sebanyak 75 persen wanita akan mengalami gejala ini.
  • Keringat malam.

Komplikasi Menopause

Pada wanita yang mengalami masa berat ini akan mengalami beberapa risiko kondisi komplikasi kesehatan. Hal ini bisa disebabkan oleh perubahan hormonal yang terjadi. Beberapa faktor risiko komplikasi kesehatan yang dialami seperti.

Osteoporosis

Kondisi ini merupakan di mana kekuatan dan kepadatan tulang akan menurun. Jika hal ini terjadi, dokter akan merekomendasikan Anda untuk mengonsumsi vitamin D serta mengonsumsi makanan yang mengandung lebih banyak kalsium untuk menjaga kesehatan tulang.

Penyakit kardiovaskular

American Heart Association (AHA) mencatat bahwa penurunan kadar estrogen yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Kanker payudara

Selain dua penyakit di atas, risiko penyakit lain yang dapat dialami adalah kanker payudara. Hal ini terjadi karena adanya perubahan hormonal pasca menopause.

gejala menopause

Penyebab Menopause

Menopause dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:

Penurunan hormon reproduksi secara alami

Pada saat wanita mendekati usia 30-an akhir, indung telur atau ovarium akan memproduksi lebih sedikit hormon estrogen dan progesterone. Kedua hormon tersebut merupakan hormon yang mengatur adanya menstruasi.

Pada usia 40-an, siklus menstruasi Anda akan menjadi lebih lama, lebih cepat, atau kadang-kadang. Hingga akhirnya memasuki usia 50-an, indung telur akan berhenti melepaskan sel telur dan Anda tidak akan mengalami menstruasi lagi.

Pembedahan pengangkatan ovarium (histerektomi)

Salah satu peran penting ovarium adalah menghasilkan hormon, termasuk estrogen dan progesteron, yang mengatur siklus menstruasi. Pembedahan untuk mengangkat indung telur bisa menyebabkan menopause. Tanda dan gejalanya bisa parah, karena perubahan hormonal terjadi secara tiba-tiba dan bukan bertahap selama beberapa tahun.

Kemoterapi dan terapi radiasi

Kemoterapi dan terapi radiasi dapat menyebabkan menstruasi berhenti. Hal ini akan memengaruhi fungsi ovarium jika terapi radiasi dilakukan pada daerah ovarium. Nantinya, gejala yang ditimbulkan seperti hot flashes selama atau setelah pengobatan berlangsung.

Insufisiensi ovarium primer

Insufisiensi ovarium primer adalah kondisi yang terjadi ketika indung telur tidak dapat menghasilkan hormon reproduksi dalam jumlah yang normal akibat penyakit autoimun atau faktor genetik.

Cara Diagnosis Menopause

Terdapat beberapa cara yang dilakukan untuk diagnosis. Salah satunya dapat dilakukan dengan pemeriksaan sejumlah hormon, seperti tes hormon Anti-Mullerian Hormone (AMH) yang merupakan salah satu pemeriksaan untuk mengetahui apakah seorang wanita telah memasuki masa menopause atau belum. Jika seorang wanita memasuki kondisi ini maka kadar AMH terbilang rendah atau bahkan tidak terdeteksi.

Cara diagnosis lainnya dapat melakukan pemeriksaan Follicle Stimulating Hormone (FSH). Pemeriksaan ini dilakukan apabila kadar FSH pada tubuh Anda mengalami peningkatan secara konsisten sebesar 30 mIU/mL atau lebih tinggi. Selain itu, kondisi ini disertai dengan tidak terjadinya menstruasi selama 12 bulan berturut-turut.

Selama perimenopause, kadar FSH dan estrogen berfluktuasi setiap hari, sehingga sebagian besar dokter akan mendiagnosis kondisi ini berdasarkan gejala, riwayat medis, dan siklus menstruasi.

Cara Mengatasi Menopause

Jika gejala-gejala tersebut sangat mengganggu, Anda dapat mengatasinya dengan terapi hormon. Perawatan ini membantu menyeimbangkan kadar hormon tubuh dengan memberikan estrogen tambahan dan versi sintetis dari hormon progesteron.

  • Selain terapi hormon, terdapat pengobatan berupa:
  • Suplemen kalsium dan vitamin D3.
  • Pelumas dalam bentuk gel atau krim untuk mengatasi rasa tidak nyaman pada vagina yang kering.

Beberapa ciri-ciri menopause bisa hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Selain dengan terapi hormon, Anda dapat mengatasi rasa tidak nyaman dengan beberapa cara berikut ini.

  • Salah satu gejala yang paling sering muncul adalah perubahan suasana hati. Maka untuk mengatasinya, Anda bisa melakukan teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga, olahraga ringan, dan hindari mengonsumsi alkohol.
  • Jika Anda ingin mengatasi sensasi panas pada tubuh (hot flashes), Anda bisa mengonsumsi minuman dingin dan mengenakan pakaian yang menyerap keringat. Usahakan untuk menghindari mengonsumsi makanan atau minuman panas, makanan pedas, hingga menghindari berada di tempat yang memiliki suhu panas.
  • Jika Anda tidak nyaman dengan peningkatan frekuensi buang air kecil dan ingin mengatasi infeksi saluran kemih, Anda bisa melakukan latihan senam kegel secara rutin. Senam kegel dapat membantu memperkuat otot-otot dasar panggul dan sfingter urine sehingga baik untuk mengatasi kandung kemih overaktif.

Apakah Wanita Bisa Hamil Walau Sudah Menopause?

Pada umumnya, menopause terjadi pada usia 45 – 50 tahun. Namun, pada wanita tidak akan memasuki masa ini seketika melainkan ada tahap yang disebut perimenopause. Fase ini berlangsung selama 1 – 2 tahun sebelum menopause.

Seorang wanita bisa hamil dalam fase perimenopause meski peluangnya rendah. Hal ini lantaran pada kondisi tertentu hormon Anda masih bisa memproduksi sel telur walau tidak rutin lagi.

Namun jika sudah memasuki masa menopause ini akan sulit terjadi. Pasalnya, proses kehamilan terjadi jika wanita memiliki persediaan sel telur yang cukup, sementara itu seiring pertambahan usia, cadangan sel telur wanita akan berkurang.

Salah satu cara seorang wanita ingin memiliki keturunan di masa mendatang adalah dengan menjalani metode pembekuan sel telur atau egg freezing. Metode pembekuan sel telur bisa dilakukan pada masa reproduksi Anda tengah berada di fase produktif yakni antara usia 20 – 30 tahun.

Hal ini bisa dilakukan bagi pasangan yang merencanakan kehamilan di masa mendatang namun khawatir kualitas sel akan menurun seiring pertambahan usia. Selain itu, metode pembekuan sel telur dapat dilakukan bagi pasangan yang ingin menunda kehamilan, wanita yang memiliki riwayat menopause dini, hingga wanita yang tengah menjalani pengobatan medis.

Kesimpulan

Jika Anda mengalami gejala-gejala berakhirnya masa reproduksi di atas, Anda tidak perlu khawatir dan merasa cemas. Menopause adalah bagian alamiah dari proses penuaan. Dukungan dari orang-orang terdekat dapat membantu mengatasi rasa cemas saat masa itu tiba.

cheer

Jadwalkan Konsultasi

Jika Anda belum juga hamil setelah berupaya selama dua belas bulan atau lebih (atau enam bulan jika usia perempuan di atas 35 tahun), kami menyarankan Anda untuk melakukan penilaian kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.

Jadwalkan konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau dengan mengisi formulir melalui tombol dibawah.

  1. Kahn, David A; Moline, Margaret L; Ross, Ruth W. Depression During the Transition to Menopause: A Guide For Patients And Families. 
  2. Surakasula, Aruna; Nagarjunapu, Govardhana Chary; Raghavaiah, K. V. A comparative study of pre- and post-menopausal breast cancer: Risk factors, presentation, characteristics and management. J Res Pharm Pract. 2014 Jan-Mar; 3(1): 12–18. 
  3. Menopause and heart disease. (2015). 
  4. Newton, Katherine M. Efficacy of yoga for vasomotor symptoms: a randomized controlled trial. Menopause. 2014 Apr;21(4):339-46. 
  5. Aguirre, Fernando Sánchez. The 2017 hormone therapy position statement of The North American Menopause Society. Menopause: July 2017 – Volume 24 – Issue 7 – p 728-753.
Share:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Reservasi