Apa Itu Fertilitas? Pahami 10 Penyebab Infertilitas

Apa itu fertilitas

Memiliki keturunan merupakan impian pasangan yang telah menikah. Namun terkadang untuk mendapatkan keturunan tidak bisa didapatkan dengan mudah. Hal ini tergantung pada fertilitas atau kesuburan pada suami istri. Satu dari tujuh pasangan yang telah menikah mengalami kesulitan hamil.

Apa Itu Fertilitas?

Fertilitas atau yang dikenal dengan kesuburan didefinisikan sebagai kemampuan alamiah untuk mendapatkan kehamilan. Namun sayangnya, kesuburan tidak datang dengan mudah untuk setiap orang.

Tingkat kesuburan akan terlihat saat pasangan memiliki ketidakmampuan untuk menghasilkan kehamilan secara alami atau disebut infertilitas. Berdasarkan hasil penelitian di Amerika Serikat, sekitar 11% pasangan akan menghadapi ketidaksuburan atau infertilitas setelah satu tahun melakukan hubungan seksual tanpa alat kontrasepsi.

Lebih dari 8 dari 10 pasangan di mana wanita berusia di bawah 40 tahun akan hamil dalam waktu satu tahun jika mereka melakukan hubungan seks tanpa alat kontrasepsi secara teratur. Lebih dari 9 dari 10 pasangan akan hamil dalam waktu 2 tahun.

Kesuburan bukan hanya masalah yang terjadi kesehatan wanita. Baik pria maupun wanita dapat mengalami masalah ketidaksuburan atau infertilitas. Infertilitas dapat disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari faktor kesehatan hingga gaya hidup.

Penyebab Infertilitas

Infertilitas umumnya disebabkan terjadinya masalah dengan ovulasi. Ovulasi merupakan proses pelepasan sel telur yang sudah matang (ovum) dari indung telur (ovarium).  Biasanya, wanita akan mengalami ovulasi tiap bulan setelah masa subur.

Masalah fertilitas yang sering terjadi pada wanita ditandai dengan beberapa gejala, seperti siklus haid tidak teratur; pendarahan ringan atau berat yang luar biasa dan kram menstruasi berlebihan; menstruasi yang sangat berat atau perdarahan menstruasi yang tidak normal; nyeri panggul atau nyeri saat berhubungan seksual.

Berikut penyebab infertilitas yang umum terjadi:

Gangguan ovulasi

Gangguan ovulasi merupakan terjadinya masalah dengan proses pelepasan sel telur dari ovarium. Ovulasi biasanya dialami wanita tiap bulan. Jika ovulasi terganggu maka wanita akan sulit melepaskan sel telur yang dibuahi untuk mendapatkan kehamilan.

Faktor yang dapat menyebabkan gangguan ovulasi:

  • sindrom ovarium polikistik (PCOS);
  • masalah tiroid – kelenjar tiroid yang terlalu aktif dan kelenjar tiroid yang kurang aktif dapat mencegah ovulasi; dan
  • kegagalan ovarium prematur – di mana ovarium berhenti bekerja sebelum usia 40 tahun.

Penyumbatan tuba

Kerusakan atau penyumbatan tuba falopi seringkali disebabkan oleh peradangan pada tuba fallopi (salpingitis). Ini dapat terjadi akibat penyakit radang panggul, yang biasanya disebabkan oleh infeksi menular seksual, endometriosis, atau perlengketan.

Endometriosis

Endometriosis terjadi ketika jaringan yang mirip dengan lapisan rahim tumbuh di luar rahim yang bukan tempatnya. Seperti lapisan rahim, jaringan ini rusak dan menyebabkan pendarahan akibat respon terhadap perubahan hormon.

Fibroid rahim

Tumor jinak yang berada di dinding rahim dapat menyebabkan infertilitas dengan menghalangi saluran tuba atau menghentikan sel telur yang telah dibuahi agar tidak ditanam di dalam rahim.

Insufisiensi ovarium primer (menopause dini)

Insufisiensi ovarium primer (menopause dini) terjadi ketika ovarium berhenti bekerja dan menstruasi berakhir sebelum usia 40 tahun. Meskipun penyebabnya sering tidak diketahui, faktor-faktor tertentu terkait dengan menopause dini, termasuk penyakit sistem kekebalan, kondisi genetik tertentu seperti sindrom Turner atau pembawa penyakit. Sindrom Fragile X, dan pengobatan radiasi atau kemoterapi.

Penyakit radang panggul

Salah satu penyebab infertilitas lain adalah penyakit radang panggul adalah infeksi pada saluran genital wanita bagian atas, yang meliputi rahim, saluran tuba, dan ovarium.

Ini sering disebabkan oleh infeksi menular seksual (IMS). Penyakit radang panggul juga dapat merusak dan melukai saluran tuba, sehingga hampir tidak mungkin bagi telur untuk turun ke dalam rahim.

Efek samping obat-obatan

Infertilitas pada wanita juga bisa disebabkan dari efek samping penggunaan obat-obatan. Di antaranya obat-obatan yang dapat mempengaruhi kesuburan wanita.

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID);
  • Kemoterapi;
  • obat-obatan neuroleptic;
  • spironolactone;
  • Obat-obatan terlarang, seperti ganja dan kokain, dapat secara serius mempengaruhi kesuburan dan mempersulit ovulasi.

Infertilitas tidak hanya terjadi pada wanita namun juga pada pria. Berikut penyebab infertilitas pada pria.

Kualitas sperma buruk

Penyebab umum infertilitas pada pria adalah kualitas air mani yang buruk, cairan yang mengandung sperma yang dikeluarkan saat berhubungan intim.

  • Faktor yang menyebabkan kualitas sperma buruk:
  • Jumlah sperma yang sedikit;
  • Pergerakan sperma yang tidak baik membuat sperma lebih suit berenang menuju sel telur;
  • Bentuk sperma abnormal;

Testis

Testis bisa menjadi salah satu penyebab infertilitas pada pria. Testis merupakan tempat memproduksi dan menyimpan sperma. Jika rusak, itu bisa sangat mempengaruhi kualitas sperma.

Gangguan ejakulasi

Beberapa pria mengalami masalah ejakulasi yang bisa membuat mereka sulit untuk mengeluarkan sperma saat berhubungan intim.

diagnosis infertilitas

Tes Kesuburan

Untuk mendapatkan kehamilan, organ reproduksi harus berfungsi secara optimal.  Jika salah satu organ reproduksi bermasalah maka dapat dilakukan tes kesuburan untuk mengetahui penyebabnya. Tes kesuburan antara wanita dan pria tentu berbeda berdasarkan tindakan dan perawatannya.

Cek kesuburan wanita

Prosedur yang harus dilakukan untuk mengecek kesuburan wanita ada beberapa tahapan:

Histerosalpingografi (HSG)

Histerosalpingografi (HSG) merupakan pemeriksaan menggunakan sinar X atau rontgen untuk melihat bentuk internal rahim dan menunjukkan apakah saluran tuba tersumbat.

Prosedur HSG dilakukan dengan memasukan tabung tipis melalui vagina dan leher rahim. Suatu zat yang dikenal sebagai bahan kontras disuntikkan ke dalam rahim.

USG Transvaginal

Prosedur lain untuk mengecek kesuburan wanita adalah melalui USG transvaginal. Prosedur ini dilakukan untuk mengambil gambaran bagian reproduksi dengan memasukan alat USG melalui vagina.

USG transvaginal dapat dilakukan untuk melihat kondisi rahim, ovarium, tuba, serviks, dan area panggul wanita.

Laparoskopi

Prosedur Laparoskopi merupakan prosedur untuk memeriksa indung telur, tuba falopi, rahim, dan rongga panggul untuk mengetahui kemungkinan adanya fibroid, polip, atau kista. Prosedur laparoskopi dilakukan dengan memasukan laparoskop (teleskop berdiameter kecil) melalui sayatan kecil tepat di bawah pusar.

Histeroskopi

Prosedur yang dapat dilakukan untuk mengecek kesuburan wanita adalah histeroskopi. Prosedur ini dilakukan dengan cara memasukan histeroskop (teleskop berdiameter kecil) yang akan dimasukkan melalui vagina. Prosedur histeroskopi dilakukan untuk mengetahui kondisi uterus guna mengecek kemungkinan kelainan polip, perlengketan, dan fibroid.  Prosedur perawatan kesuburan wanita ini juga membantu memetakan rahim untuk keperluan pada masa mendatang.

Cek kesuburan pria

Selain terjadi pada wanita, gangguan organ reproduksi juga bisa dialami pria. Untuk mengetahui penyebab infertilitas pada pria tentu dilakukan cek kesuburan dengan beberapa prosedur pengobatan pria.

  1. Analisis sperma merupakan langkah diagnosis pertama untuk mengetahui jumlah dan kualitas sperma.
  2. Pemeriksaan hormon dilakukan dengan tes darah sederhana yang akan menunjukkan tingkat kadar hormone seks seperti Follicle Stimulating hormone (FSH) dan Luteinizing hormone (LH) pada individu. Hasil perhitungan kadar hormon yang di luar kadar normal mengindikasikan ketidakseimbangan hormon dan penggunaan obat pengganti hormon sangat dianjurkan.
  3. Biopsi testis akan dilakukan untuk mengecek bila ada masalah pada produksi sperma.
  4. Tes genetik dilakukan untuk memeriksa apakah ada kelainan genetik yang menyebabkan infertilitas.

Semua prosedur yang diperlukan untuk mengecek kesuburan wanita dan pria dapat dilakukan di klinik fertilitas yang menyediakan layanan tersebut. Hal ini harus dilakukan dengan ahli yang akan menangani prosedur tersebut.

cheer

Jadwalkan Konsultasi

Jika Anda belum juga hamil setelah berupaya selama dua belas bulan atau lebih (atau enam bulan jika usia perempuan di atas 35 tahun), kami menyarankan Anda untuk melakukan penilaian kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.

Jadwalkan konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau dengan mengisi formulir melalui tombol dibawah.

  1. Source
  2. Source
  3. National Health University. How Common is infertility?. Updated 2018. URL
  4. American Society for Reproductive Medicine. (2012) Quick facts about infertility. Retrieved June 11, 2012, from URL
  5. American Society for Reproductive Medicine. (2012). Optimizing natural fertility. Retrieved May 31, 2016, from URL
  6. American Urological Association Male Infertility Best Practice Policy Panel. (2010). The optimal evaluation of the infertile male: AUA best practice statement. Retrieved January 7, 2016, from URL
  7. Transvaginal ultrasound: MedlinePlus Medical Encyclopedia URL
  8. HSG test for female infertility.URL
  9. Laparoscopy (keyhole surgery). URL
  10. Hysteroscopy. URL
bocah indonesia green
Share:
  • 176
    Shares

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

doctors
Reservasi