Stop Sekarang! Ini Dampak Negatif Akibat Sering Begadang 

akibat sering begadang

Begadang merupakan salah satu kebiasaan yang tidak baik bagi kesehatan. Banyak penyakit bisa disebabkan akibat sering begadang. Selain itu, begadang juga dapat mengganggu program hamil yang direncanakan pasangan. Apa saja dampak negatif jika sering begadang?

Efek Begadang Terhadap Program Hamil

Pola tidur yang tidak teratur, dapat mengganggu kesehatan dan juga dapat memengaruhi kesuburan. Salah satu cara yang dapat membuat agar cepat hamil adalah jam tidur yang cukup namun jika Anda mengalami jam tidur yang sedikit maka hal tersebut perlu diwaspadai karena dapat mengganggu program hamil yang direncanakan. Berikut dampak negatif begadang saat program hamil.

1. Mengganggu keseimbangan hormon

Otak mengatur hormon melatonin dan kortisol, keduanya tersebut mengatur ritme sirkadian. Ritme sirkadian yang mengendalikan segala fungsi organ manusia serta dapat mengatur kapan Anda tidur di malam hari dan bangun di pagi hari.

Efek begadang bagi wanita yakni dapat mengganggu hormon reproduksi. Jika jam tidur wanita kurang maka dapat memengaruhi pelepasan hormon luteinizing (LH), yang merupakan hormon pemicu ovulasi. Jika pelepasan hormon LH terganggu maka dapat menyebabkan siklus menstruasi Anda tidak teratur. Jika siklus menstruasi tidak teratur dapat menurunkan peluang kehamilan.

2. Memengaruhi kondisi emosional

Dampak begadang juga dapat membuat perasaan Anda menjadi lebih mudah murung dan tersinggung. Hal ini dapat mengganggu hubungan Anda dengan pasangan yang dapat menurunkan peluang untuk hamil.

Bahaya begadang bagi tubuh selanjutnya adalah dapat menurunkan gairah seksual. Terlalu sering begadang dapat menurunkan libido dan juga menurunkan keinginan untuk melakukan hubungan seksual. Hal ini diakibatkan terlalu banyak energi yang terkuras dan rasa kantuk yang berlebihan. Kondisi ini dapat dialami baik pria maupun wanita.

3. Menurunkan kualitas sperma

Tidak hanya berpengaruh pada wanita, efek begadang terhadap pria juga dapat menurunkan kualitas sperma. Pria yang memiliki jam tidur kurang memiliki jumlah sperma yang sedikit. Menurut studi, pria yang memiliki jam tidur kurang dari 7 – 8 jam memiliki usia sperma yang lebih pendek dari pria yang memiliki jam tidur normal.

Hal ini tentu akan memengaruhi kesuburan pria dan dapat mengganggu rencana program hamil yang telah direncanakan Anda bersama pasangan. Kualitas sperma yang kurang baik akan menurunkan peluang kehamilan.

4. Menurunkan kadar hormon testosterone

Efek begadang bagi pria juga dapat menurunkan kadar hormon testosterone. Testosteron sangat diperlukan untuk reproduksi dan biasanya pelepasan testosterone terjadi pada saat tidur. Sehingga jika jam tidur tidak teratur dikhawatirkan dapat mengurangi kadar testosterone.

Begadang juga dapat menyebabkan lelah, kurang fokus, hingga stres. Stres inilah yang bisa mengganggu produksi hormon sehingga dapat mengganggu kesuburan. Jika hal ini terjadi maka peluang kehamilan semakin kecil.

5. Dapat meningkatkan antibodi antisperma 

Menurut penelitian, begadang dapat meningkatkan antibodi antisperma (ASA) yang dapat merusak dan menghalangi sperma. Diyakini bahwa antibodi antisperma (ASA) ini bisa menjadi salah satu penyebab infertilitas.

Antibodi anti-sperma merupakan protein yang diproduksi oleh sistem tubuh. Meski bukan penyebab mutlak dari masalah kesuburan pada pria namun efek dari antibodi antisperma (ASA) ini cukup jelas. Semakin besar tubuh melepaskan antibodi anti-sperma maka semakin kecil peluang kehamilan.

Oleh karena itu, pria dengan jumlah antibodi sperma yang tinggi dapat mempersulit sperma mereka untuk mencapai sel telur, dan/atau membuahi sel telur, yang dapat menyebabkan kemandulan. Antibodi anti-sperma dapat merusak sperma yang bertahan hidup dan ini dapat menyebabkan keguguran.

serangan jantung akibat begadang

Penyakit Akibat Sering Begadang

Selain mengganggu kesuburan, begadang juga mengganggu kesehatan. Terdapat beberapa penyakit akibat sering begadang yang dapat dialami oleh pria dan wanita.

Risiko serangan jantung dan stroke 

Salah satu cara meningkatkan kesehatan jantung adalah dengan tidur. Pada saat tidur, tubuh akan memulihkan kondisinya, yang mana ini termasuk cara menjaga kesehatan jantung dan pola tidur. Jika pola tidur berantakan atau jam tidur kurang maka dapat mengganggu kesehatan jantung.

Orang yang mengalami kurang tidur memiliki risiko lebih tinggi penyakit kardiovaskular, yaitu serangan jantung dan stroke.

Meningkatkan risiko diabetes

Jika Anda sering begadang, mungkin Anda harus berhati-hati karena salah satu dampaknya adalah dapat meningkatkan risiko diabetes. Waktu tidur yang kurang dapat membuat toleransi tubuh pada glukosa menurun dan dikaitkan dengan resistensi insulin. Hal ini yang dapat menyebabkan penyakit diabetes.

Hipertensi 

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur mengalami kenaikan tekanan darah pada hari-hari berikutnya. Kenaikan tekanan darah dapat menjadi penyebab penyakit stroke. Jika Anda punya riwayat hipertensi sebaiknya mendapatkan waktu tidur yang cukup.

Obesitas

Jika Anda tidak ingin mengalami kenaikan berat badan maka hindari kebiasaan begadang. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidurnya kurang dari 6 jam dapat mengalami risiko Indeks Massa Tubuh (IMT) lebih tinggi.

Kurang tidur dapat menyebabkan meningkatnya rasa lapar dan nafsu makan yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan obesitas. Ketika kurang tidur maka hormon yang mengatur nafsu makan, kadar leptin lebih rendah dan kadar ghrelin lebih tinggi. Kadar leptin merupakan hormon yang merangsang sinyal kenyang ke otak sementara kadar ghrelin merupakan hormon yang merangsang sinyal lapar ke otak.

Begadang juga dapat meningkatkan produksi hormon kortisol atau hormon stress yang juga meningkatkan produksi insulin. Insulin adalah hormon yang mengatur glukosa dan penyimpanan lemak. Kadar insulin yang tinggi berhubungan dengan kenaikan berat badan, faktor risiko terjadinya obesitas.

Tidak selalu negatif, nyatanya begadang dapat memberikan sejumlah manfaat, seperti dapat berpikir kreatif dan mudah menghafal secara verbal. Menurut sebuah studi, bagi beberapa orang yang biasa bekerja di malam hari dapat menemukan ide-ide kreatif dan memberikan solusi kreatif dalam masalah.

Meski belum diketahui pasti apakah manfaat tersebut bermanfaat untuk semua orang namun harus dipastikan jangan terlalu sering untuk begadang agar kesehatan tetap terjaga dan program hamil yang direncanakan tetap berjalan.

Cara Mengatur Pola Tidur Agar Program Hamil Sukses

Jika Anda dan pasangan ingin program hamil berhasil maka harus mengubah pola tidur menjadi teratur. Normalnya jam tidur yang cukup untuk orang dewasa adalah 7 – 9 jam. Meski bukan keinginan sendiri terkadang gangguan tidur diakibatkan oleh insomnia. Berikut cara untuk mengelola pola tidur yang teratur.

Mengelola stres

Salah satu cara agar pola tidur Anda teratur adalah dengan mengelola stres berlebihan. Saat Anda merasakan stres, kadar kortisol akan meningkat. Kadar kortisol dapat menyebabkan Anda sulit rileks sehingga kurang mendapatkan asupan tidur yang cukup.

Melakukan yoga 

Jika Anda mengalami kurang tidur akibat insomnia maka Anda dapat mengatasinya dengan yoga. Studi telah membuktikan bahwa yoga dapat mengatasi masalah sulit tidur termasuk insomnia. Gerakan-gerakan yoga dapat membantu Anda menjadi lebih rileks dan membuat tidur menjadi lebih nyenyak.

Hindari kebiasaan yang mengganggu tidur 

Salah satu yang mengganggu waktu tidur Anda adalah kebiasaan yang dapat mengacaukan pola tidur. Hal ini meliputi bermain ponsel (gadget), mengonsumsi kafein sebelum tidur, dan menonton televisi. Pasalnya, jika terlalu banyak cahaya di malam hari dari lampu atau televisi dapat membuat produksi hormon melatonin menjadi lambat yang dapat menyebabkan insomnia dan mengacaukan hormon reproduksi wanita.

  1. Yong Liu, MD. Prevalence of Healthy Sleep Duration among Adults — United States, 2014. February 19, 2016 / 65(6);137–141. URL.
  2. Cathy A. Goldstein & Yolanda R. Smith. Sleep, Circadian Rhythms, and Fertility. Current Sleep Medicine Reports volume 2, pages 206–217 (2016). URL.
  3. Medic G, Wille M, Hemels ME. Short- and long-term health consequences of sleep disruption. Published 19 May 2017 Volume 2017:9 Pages 151—161. URL.
  4. Mei-Mei Liu. Sleep Deprivation and Late Bedtime Impair Sperm Health Through Increasing Antisperm Antibody Production: A Prospective Study of 981 Healthy Men. Med Sci Monit. 2017 Apr 16;23:1842-1848. URL.
  5. Qiao He, Peng Zhang, Guangxiao Li, Huixu Dai, Jingpu Shi. The association between insomnia symptoms and risk of cardio-cerebral vascular events: A meta-analysis of prospective cohort studies. European Journal of Preventive Cardiology, Volume 24, Issue 10, 1 July 2017, Pages 1071–1082. URL.
  6. Omar Mesarwi, MD. Sleep disorders and the development of insulin resistance and obesity. Endocrinol Metab Clin North Am. 2013 Sep; 42(3): 617–634. URL.
  7. Amirreza Sajjadieh. The Association of Sleep Duration and Quality with Heart Rate Variability and Blood Pressure. Tanaffos. 2020 Nov; 19(2): 135–143. URL.
  8. Mercedes R. Carnethon and Dayna A. Johnson. Sleep and Resistant Hypertension. Curr Hypertens Rep. 2019 Apr 5; 21(5): 34. URL.
  9. S P Drummond. Altered brain response to verbal learning following sleep deprivation. Nature. 2000 Feb 10;403(6770):655-7. URL.
  10. Wei-Li Wang. The effect of yoga on sleep quality and insomnia in women with sleep problems: a systematic review and meta-analysis. BMC Psychiatry. 2020; 20: 195. Published online 2020 May 1. URL.
  11. Emma J Wams, DPhil (PhD). Linking Light Exposure and Subsequent Sleep: A Field Polysomnography Study in Humans. Sleep, Volume 40, Issue 12, December 2017, zsx165. URL.
Share:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Reservasi