Book A Visit

Monday - Friday 08:00 - 20:00

Saturday and Sunday - CLOSED

+62 815-8890-611

info@bocahindonesia.com

PEMBEDAHAN DENGAN LAPAROSKOPI

PEMBEDAHAN DENGAN LAPAROSKOPI

 

 

PEMBEDAHAN DENGAN LAPAROSKOPI UNTUK PENYAKIT KANDUNGAN

Pembedahan Invasive Minimal

 

Pembedahan dengan laparoskopi adalah pembedahan yang dilakukan dengan sayatan yang kecil di dinding perut, selanjutnya pembedahan dilakukan melalui sayatan yang kecil tersebut dengan menggunakan alat khusus.

 

Dibandingkan dengan pembedahan konvensional (laparotomi) yang memerlukan sayatan pada dinding perut mencapai 10 cm, pada pembedahan laparoskopi sayatan yang diperlukan hanya 1 cm.

 

Pada pembedahan laparoskopi, pasien berada dalam anestesi umum. Kemudian sayatan sebesar 1 cm dilakukan di dinding perut dekat pusar, kemudian melalui dinding perut tersebut dimasukkan gas CO2 ke dalam rongga perut sehingga tercipta ruang dalam perut sehingga operasi dapat dilakukan.

 

Selanjutnya dimasukkan teleskop yang sudah dihubungkan dengan sistem kamera “high definition” melalui sayatan kecil di dinding perut tersebut, sehingga organ dalam perut (rahim, saluran telur, indung telur, usus, hati) dapat dilihat dengan jelas melalui TV monitor.

 

Kemudian pembedahan dilakukan melalui 2 atau 3 sayatan kecil (0,5 cm) di sisi kiri dan kanan bawah perut dengan menggunakan instrumen khusus laparoskopi dan electrosurgery.

 

 

PEMBEDAHAN YANG DAPAT DILAKUKAN DENGAN LAPAROKOPI

 

Hampir semua jenis penyakit kandungan dapat dilakukan pembedahan dengan laparoskopi. Laparoskopi dapat digunakan untuk tindakan diagnostik (untuk melihat dan mencari penyebab infertilitas dan nyeri panggul) dan untuk terapi (pengangkatan penyakit).

 

Untuk terapi atau pengobatan, laparoskopi dapat digunakan untuk:

  • pengangkatan kista ovarium (laparoskopi kistektomi)
  • pengangkatan indung telur dan saluran telur (laparoskopi salpingo-oophorektomi)
  • pengangkatan myoma (laparoskopi myomektomi)
  • pengangkatan rahim (laparoskopi histerektomi)
  • operasi kasus-kasus endometriosis, mulai dari yang simpel sampai kompleks

 

APA KEUNTUNGAN PEMBEDAHAN LAPAROSKOPI?

 

Rasa nyeri yang lebih minimal: karena pembedahan dilakukan dengan sayatan yang kecil, maka kerusakan jaringan dan otot juga lebih sedikit sehingga rasa nyeri yang ditimbulkan akan lebih minimal.

 

Penyembuhan yang lebih cepat: dengan sayatan yang kecil tersebut, maka umumnya pasien sudah dapat kembali beraktifitas normal dalam waktu 1 sampai 2 minggu.

 

Masa rawat di rumah sakit lebih pendek: karena sayatan yang kecil sehingga trauma pada kulit dan jaringan lebih minimal, maka pembedahan dengan laparoskopi umumnya hanya memerlukan 1 hari perawatan pasca operasi. Pembedahan konvensional (laparotomi) biasanya memerlukan perawatan sampai 3 hari pasca operasi.

 

Akurasi yang lebih baik: karena laparoskopi menggunakan kamera high definition dan pembesaran gambar, maka lapangan operasi menjadi lebih jelas sehingga tindakan pembedahan menjadi lebih akurat. Hal ini sangat penting pada kasus-kasus infertilitas.

 

Perlekatan organ dalam pasca operasi lebih minimal: karena tangan dokter bedah tidak masuk ke dalam rongga perut pasien dan penggunaan instrumen khusus laparoskopi yang canggih, maka perlekatan organ dalam pasca operasi lebih minimal, sehigga nyeri kronik pasca operasi lebih sedikit dan memberi dampak positif pada fertilitas.

 

Infeksi yang lebih sedikit: karena rongga perut tidak dibuka lebar dan organ dalam perut tidak terpapar ke dunia luar seperti pada pembedahan konvensional (laparotomi), pada pembedahan laparoskopi (sayatan 1 cm), maka resiko untuk terjadi infeksi pasca operasi lebih kecil.

 

APA RESIKO PEMBEDAHAN DENGAN LAPAROSKOPI?

 

Walaupun sayatan pada laparoskopi sangat kecil (1 cm), tindakan pembedahan ini mempunyai resiko operasi yang sama dengan pembedahan konvensional (laparotomi). Selain itu, pembedahan ini juga banyak menggunakan electrosurgery, sehingga mempunyai  resiko untuk terjadi cedera organ dalam akibat electrosurgery (resiko 0,3%). Pada beberapa kasus, kadang-kadang tindakan pembedahan laparoskopi dapat berubah menjadi pembedahan konvensional (laparotomi).

 

 

No Comments

Leave a Reply