Book A Visit

Monday - Friday 08:00 - 20:00

Saturday and Sunday - CLOSED

+62 815-8890-611

info@bocahindonesia.com

Kista Mioma | Tumor Jinak Mematikan

Mioma: Tumor Jinak yang Mematikan!

picture1

Miom adalah pertumbuhan jaringan pada rahim yang bersifat jinak, namun jangan lengah dan terbuai dengan kata jinak yang ada karena gangguan yang ditimbulkan dapat berupa perdarahan hebat yang bisa berujung kepada kematian. Miom merupakan pertumbuhan dari sel otot rahim yang tumbuh secara tidak normal yang pada akhirnya akan membentuk tumor jinak yang biasanya berbentuk bulat atau lonjong.  Miom merupakan masalah yang juga sering ditemukan pada wanita namun sama seperti kista ovarium, kehadirannya sering tidak disadari sehingga terkadang seringkali pasien datang setelah miom yang diderita berukuran besar.

 

Penyebab Penyakit Mioma Uteri

Hingga kini, penyebab kemunculan miom masih belum diketahui.  Biasanya miom muncul pada usia sekitar 30-50 tahun.  Faktor penyebab penyakit mioma uteri ini bisa beragam, namun secara umum terjadi karena hal-hal sebagai berikut:

  • Faktor hormon. Miom dikaitkan dengan hormon estrogen (hormon reproduksi yang dihasilkan oleh ovarium).Setelah mengalami menopause, miom akan menyusut karena penurunan kadar estrogen.
  • Faktor berat badan berlebih atau obesitas. Dengan meningkatnya berat tubuh, hormon estrogen di dalam tubuh juga akan meningkat.
  • Faktor genetik. (riwayat keluarga yang mempunyai penyakit mioma uteri). Wanita dengan ibu dan saudara perempuan yang pernah mendapatkan miom akan cenderung memiliki miom.
  • Infeksi dan jamur.
  • Gaya hidup yang tidak sehat. Faktor gaya hidup yang dapat merangsang terjadinya miom seperti banyak mengkonsumsi daging merah dibandingkan sayur-sayuran dan buah-buahan,  kebiasaan mengkonsumsi alkohol dan merokok.
  • Gangguan psikologis dan stress dapat menimbulkan adanya rangsangan hormon yang berasal dari kondisi emosi yang tidak stabil

mioma-terapikista65

Gejala Penyakit Mioma Uteri

Sekitar 75 persen wanita pernah memiliki miom. Terkadang, kondisi ini tidak diketahui oleh sebagian wanita yang mengalami karena tidak muncul gejala.  Gejala yang timbul bergantung pada lokasi dan besarnya tumor, namun yang paling sering ditemukan adalah:

1) Adanya benjolan di perut bawah.

Gejala ini sering mengakibatkan penderita pertama kali datang untuk mencari pengobatan. Kadang, sebelum massa membesar, dapat disertai dengan perasaan tidak nyaman disekitarnya.

2) Perdarahan.
Yang sering menyebabkan perdarahan adalah mioma uteri submukosa sebagai akibat pecahnya pembuluh-pembuluh darah. Perdarahan yang hebat dapat menimbulkan kekurangan darah berat hinga dapat berakibat “fatal”. Mioma uteri intramural dapat juga menyebabkan perdarahan karena ada gangguan kontraksi otot uterus. Jenis mioma uteri subserosa tidak menimbulkan perdarahan abnormal.
3) Nyeri.
Gejala ini tidak khas untuk mioma uteri, walaupun sering terjadi. Keluhan yang sering diutarakan ialah rasa berat dan nyeri saat mesntruasi. Rasa nyeri dan sakit pada mioma uteri mungkin disebabkan karena gangguan peredaran darah disertai nekrosis setempat, atau disebabkan proses radang dengan perlekatan ke omentum usus. Kadang, rasa sakit juga akibat torsi pada mioma uteri subserosa. Sifatnya nyeri adalah akut disertai rasa mual dan muntah-muntah. Pada mioma uteri besar, rasa nyeri disebabkan karena tekanan terhadap saraf, yang dapat menjalar ke pinggang dan tungkai bawah.
4) Gangguan Akibat Tekanan.

Bila mioma uteri menekan kandung kencing, akan menimbulkan kerentanan kandung kencing,sulit buang air kecil dan nyeri saat buang air kecil bila di biarkan bahkan bisa menuju kepada terjadinya gangguan ginjal. Tekanan pada usus dan saluran cerna dapat  menimbulkan konstipasi dan nyeri saat buang air besar.

5) Gangguan Kesuburan dan Keguguran
Dapat terjadi apabila sarang mioma uteri menutup atau menekan pars interstisialis tuba, sedangkan mioma uteri submukosum juga memudahkan terjadinya keguguran karena terjadi distorsi rongga uterus

mioma

Jenis-jenis Mioma

Ukuran dari miom sendiri sangat bervariasi, ada yang sekecil biji dan ada juga yang berukuran besar hingga mengakibatkan rahim membesar. Miom yang muncul mungkin hanya satu atau bisa juga muncul beberapa secara sekaligus.

Berdasarkan tempat tumbuh atau letaknya mioma uteri dapat diklasifikasikan menjadi :
1) Mioma uteri intramural

Pada korpus uteri mioma mulai tumbuh dalam lapisan miometrium. Miom jenis ini tumbuh di antara jaringan otot rahim, lokasi yang paling umum terbentuknya miom. Apabila tumor ini dalam pertumbuhannya tetap tinggal dalam dinding uterus, maka disebut mioma uteri intramural. Kalau besar atau multipel dapat menyebabkan pembesaran uterus dan berbenjol-benjol.

2) Mioma uteri submukosa

Miom ini tumbuh di lapisan otot bagian dalam dari dinding rahim. Tumbuhnya tepat di bawah dinding rahim. Paling sering menyebabkan perdarahan yang banyak oleh karena terjadi perluasan permukaan dinding rahim, sehingga diperlukan tindakan segera, walaupun ukurannya miomnya kecil.

3) Mioma uteri subserosa atau sub peritoneal
Miom yang tumbuh di bagian luar dinding rahim, ke rongga panggul. Jenis ini bisa tumbuh menjadi sangat besar. Mioma uteri subserosa bisa tumbuh di antara lapisan depan dan belakang ligamen penyangga rahim dan akan menjadi mioma uteri intraligamen, yang dapat menekan kandung kemih dan pembuluh darah. Kadang-kadang vena yang ada dipermukaan pecah dan menyebabkan perdarahan intraabdominal. Mioma uteri subserosa yang tumbuh ke permukaan uterus yang diliputi oleh serosa, kadang-kadang bertangkai. Walaupun jarang, bisa terjadi bahwa pada mioma uteri yang bertangkai tangkainya menjadi tipis dan tumor dapat mendapat makanan dari jaringan yang ditempeli, biasanya ligamentum atau omentum.

Pemeriksaan 

Miom terkadang ditemukan secara tidak disengaja ketika Anda melakukan pemeriksaan ginekologi, melakukan tes, atau pencitraan tertentu. Hal ini terjadi karena miom bisa tidak menimbulkan gejala sama sekali.Untuk menentukan apakah keluhan dan gejala yang diderita benar berasal dari mioma uteri atau bukan, dokter kandungan akan menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan:

a. Pemeriksaan laboratorium
Akibat yang sering terjadi pada mioma uteri adalah kurang darah (anemia). Hal ini akibat perdarahan uterus yang berlebihan dan kekurangan zat besi. Bisa juga ditemukan adanya tanda-tanda infeksi pada kasus yang sudah terjadi komplikasi.
b. Ultrasonografi (USG)
Dari pemeriksaan USG, bisa ditemukan adanya gambaran jaringan tumor pada kandunga. Miom bisa terlihat berupa gambaran rahim yang membesar maupun kumpulan miom kecil yang tersebar pada rahim. Melalui USG, dokter juga dapat membedakan kelainan pada dinding rahim maupun kelainan lainnya yang mungkin menyebabkan gejala yang ada.
c.Histerosalfingografi
Digunakan untuk mendeteksi mioma uteri yang tumbuh kearah rongga rahim pada pasien infertil untuk mendeteksi apakah terjadi penekanan pada saluran indung telur yang bisa menyebabkan terjadinya gangguan kesuburan.
d. Urografi Intravena
Digunakan pada kasus miom yang membesar di rongga perut bagian bawah untuk memeriksa apakah ada penekanan pada saluran kandung kemih kita yang bisa menumbulkan gangguan buang air kecil sampai ke gangguan ginjal.
e. Magnetic Ressonance Imaging (MRI)
Lebih akurat untuk menentukan lokasi, ukuran, jumlah mioma uteri, namun biaya pemeriksaan menjadi lebih mahal.

Pengobatan Miom

Miom yang berukuran kecil dan tidak memunculkan gejala tertentu, biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus. Biasanya setelah masa menopause, miom jenis ini akan menyusut atau bahkan menghilang tanpa menjalani pengobatan.Pengobatan akan dilakukan pada mioma yang menimbulkan gejala atau berukuran besar. Pengobatan ini berfungsi meringankan gejala yang muncul. Apabila pengobatan yang dilakukan tidak memiliki dampak yang efektif, pelaksanaan prosedur operasi perlu dilakukan.

1. Konservatif dengan pemeriksaan periodik.

Bila seorang wanita dengan mioma uteri mencapai usia menopause, biasanya tidak mengalami keluhan, bahkan dapat mengecil, sehingga mioma uteri pada wanita yang sudah mendekati masa menopouse dapat melakukan kontrol secara teratur kepada dokter spesialis kandungan, jika miom tidak membesar dan tidak menimbulkan keluhan maka penanganan bisa ditunda. Bila mioma uteri besarnya seperti kehamilan 12-14 minggu apalagi disertai pertumbuhan yang cepat sebaiknya dioperasi, walaupun tidak ada gejala atau keluhan. Pada masa setelah menopause, mioma uteri biasanya tidak memberikan keluhan. Bila terjadi pembesaran mioma uteri uteri setelah usia menopause harus dicurigai kemungkinan keganasan.

2. Medikamentosa
Obat yang digunakan untuk mengecilkan miom dapat diberikan dengan obat yang mengandung hormon GnRH baik agonis maupun antagonis, pemberian obat ini dikatakan dapat menurunkan ukuran rahim beserta dengan miom hingga 30-64 % setelah 3-6 bulan pemberian obat. Respon maksimal biasanya tercapai pada bulan ketiga. Pemberian terapi medikamentosa dapat digunakan sebagai terapi pre operasi hingga ukuran uterus kurang dari 16 minggu ( yang sudah operabel ) mampu mencegah kehilangan darah berlebihan selama operasi. Respon terhadap terapi GnRH bervariasi sebab banyak hormon yang mempengaruhi perkembangan mioma uteri.
Efek samping terapi GnRH yang dilaporkan, antara lain adalah hot flushes ( kulit kemerahan ) yang terjadi pada > 75 % pasien dan umumnya gejala tersebut tampak setelah 3-4 minggu penggunaan GnRH. Sekitar 5-15 % pengguna terapi GnRH mengeluh sakit kepala, vagina kering, kekakuan pada sendi dan otot, serta depresi. Reaksi alergi setempat pada daerah penyuntikan GnRH ditemukan pada 10 % pasien. Reaksi alergi serius lainnya jarang terjadi, namun tidak menutup kemungkinan terjadi reaksi anafilaksis segera maupun lambat.
3. Radioterapi.
Merupakan teknologi penanganan tumor dengan menggunakan penembakan sinar radiasi langsung kepada jaringan tumor yang dituju. Jenis radioterapi seperti dengan menggunakan radium dalam cavum uteri, menggunakan sinar X. Tujuan radioterapi adalah untuk menghentikan perdarahan dengan cara merusak jaringan tumor maupun jaringan endometerium.
Berikut adalah beberapa kriteria pasien disarankan dilakukan pengobatan dengan radioterapi:
• Hanya dilakukan pada wanita yang tidak dapat dioperasi (bad risk patient)
• Rahim harus lebih kecil dari kehamilan 3 bulan
• Bukan jenis submukosa atau yang berdegenerasi
• Tidak disertai radang pelvis, atau penekanan pada rectum
• Tidak dilakukan pada wanita muda karena dapat menyebabkan menopause.
4. Operasi 
Tindakan operasi dapat dilakukan dengan cara Laparoskopi (insisi minimal melalui tiga lubang di perut) maupun dengan Laparotomi (insisi dinding perut langsung)  sesuai dengan ukuran
Indikasi operasi pada penderita dengan mioma uteri adalah pada kasus :
• Perdarahan abnormal, yang umumnya disebabkan oleh mioma uteri submukosa dan mioma uteri bertangkai.
• Mioma uteri yang telah menimbulkan gejala penekanan, misalnya menyebabkan sumbatan saluran kemih.
• Nyeri hebat akibat terpuntirnya tangkai mioma uteri.
• Mioma uteri berukuran besar, walaupun tidak menunjukkan gejala.
• Pada mioma uteri yang dicurigai ke arah keganasan.
 Jenis operasi pada penderita dengan mioma uteri adalah :
 a. Miomektomi
Cara ini dilakukan operasi hanya untuk mengangkat jaringan tumornya saja dan rahim tetap ditinggalkan. Prosedur operasi disesuaikan dengan lokasi dan ukuran mioma uteri.
Kerugian :
• Dapat melemahkan dinding rahim, sehingga meningkatkan kemungkinan ruptur uteri saat hamil.
• Menyebabkan perlekatan.
• Kekambuhan.
b. Histerektomi (Pengangkatan Kandungan)
Dilakukan pada mioma uteri yang besar dan multipel, usia penderita diatas 40 tahun, penderita tidak menginginkan anak lagi. Sebaiknya dilakukan histerektomi totalis, kecuali bila keadaan tidak mengijinkan. Untuk menjaga kemungkinan keganasan pada cervix, sebaiknya dilakukan pap smear pada waktu tertentu.

Penutup

Berbagai gejala dan berbagai metode pengobatan telah ditemukan untuk menangani tumor jinak yang mematikan ini. Meski kecenderungan dari miom untuk berubah menjadi keganasan sangatlah kecil, namun risiko perdarahan hebat yang berlangsung terus menerus jika tidak segera ditangani bisa berisiko menjadi fatal. Karena itu kesadaran diri untuk rutin melakukan pemeriksaan dan kesiapan untuk segera melakukan tindakan penangaan sebelum gejala yang lebih buruk terjadi sangatlah penting untuk mendukung terjadinya kesembuhan dan mencegah terjadinya hal-hal buruk yang tidak diinginkan.

Semoga kita semua diberikan kesehatan selalu..

Dengan penuh kasih,