Book A Visit

Monday - Friday 08:00 - 20:00

Saturday and Sunday - CLOSED

+62 815-8890-611

info@bocahindonesia.com

Mengapa malu membicarakan masalah infertilitas?

Mandul.

Istilah itu merupakan sesuatu yang umum diucapkan saat seseorang sulit memiliki keturunan. Dulu kata “mandul” hanya diasosiasikan milik wanita. Untungnya saat ini sudah banyak yang berfikiran terbuka bahwa pria juga dapat mandul. Namun, di gender manapun, kata mandul merupakan sebuah hal yang menyakitkan dan berkesan merendahkan. Buat saya pribadi dan kebanyakan pasien, penggunaan kata “infertil” akan jauh lebih tidak menyakitkan.

Namun apapun istilahnya, suatu keadaan tidak dapat memiliki anak merupakan cobaan bagi tiap pasangan. Mayoritas pasangan suami istri menginginkan keturunan, sehingga pihak yang dianggap berkontribusi dalam menyebabkan masalah akan merasa bersalah dan seringkali ditekan berbagai pihak. Besarnya tuntutan orang-orang terdekat terhadap masalah ini menyebabkan banyak pasangan merasa tertekan dan malu bila diketahui mereka memiliki masalah infertilitas.

Permasalah “malu” menjadi lebih besar bila ternyata diketahui bahwa masalah ada pada pihak pria. Banyak yang mengasosiasikan mandul dengan impoten, meskipun kedua hal itu jelas jauh berbeda. Dimana ketidakmampuan memiliki anak jelas berbeda dengan kemampuan tidak mampu ereksi optimal (impoten). Ketakutan dihakimi dan dinilai sebagai pria “bermasalah” membuat banyak pria enggan memeriksakan kesuburannya. Sangat berbeda dengan pihak wanita yang mayoritas segera memeriksakan rahimnya bila tak kunjung hamil.

Pihak pria harus menyadari bahwa mereka memegang peranan 50% dalam terjadinya kehamilan. Keengganan untuk mengetahui kondisi kesuburan mereka menyebabkan masalah infertilitas pria dan pasangan tidak akan tuntas terselesaikan. KArena sedikitnya pengetahuan mengenai kondisi reproduksi mereka, banyak pria tidak mengetahui bahwa:

1. Ada kondisi dimana mereka hanya menghasilkan cairan semen tanpa sperma karena sperma tidak dapat dibentuk ataupun tidak dapat keluar dari saluran ejakulat

2. Hormon mereka tidak cukup untuk menjaga kondisi lingkungan pembentukan sperma,

3. Penyakit kelamin ataupun infeksi saluran kemih yang pernah mereka derita bisa merusak kualitas sperma

4.Dapat terbentuk antibodi terhadap sperma dari dalam tubuh pria sendiri

5.dll.

Singkat kata, infertilitas merupakan suatu keadaan yang dapat menimpa pria maupun wanita. Pihak wanita perlu memeriksakan dirinya kepada dokter Spesialis Obgyn dan pria tentu kepada dokter Spesialis Andrologi.

 

Sadari, bicarakan, periksakan kepada yang berkompeten di bidangnya.

No Comments

Leave a Reply