Book A Visit

Monday - Friday 08:00 - 20:00

Saturday and Sunday - CLOSED

+62 815-8890-611

info@bocahindonesia.com

Buncit dan Gangguan Seksual

Lingkar perut seharusnya bukan lagi menjadi momok buat kaum wanita saja. Penelitian menunjukkan hubungan besarnya lingkar perut seorang pria dengan gangguan seksual yang paling ditakuti mereka, Disfungsi Ereksi. Mungkin banyak yang sudah tahu bila tinggi nya kolesterol atau kadar gula darah yang tinggi dalam darah yang biasanya terjadi pada pria berperut buncit dapat menyebabkan gangguan ereksi. Namun tidak banyak yang tahu bahwa tingginya lemak di perut dapat meningkatkan perubahan hormon testosteron menjadi hormon estrogen.

Testosteron yang banyak dirubah menjadi estrogen akhirnya akan menyebabkan gejala kekurangan hormon testosteron, diantaranya merasa tidak berenergi, mood swing, kurang agresivitas, menurunnya libido dan disfunsi ereksi. Perubahan keseimbangan rasio antara testosteron dan estrogen juga membuat peningkatan resiko gangguan fertilitas pada pria.

Solusi instan yang dipilih biasanya adalah herbal, pil biru atau yang lebih ekstrim karena informasi sesat di internet, injeksi testosteron.

Tentu saja selayaknya penyakit pada umumnya, gangguan ereksi yang terjadi harus diselidiki lebih dalam untuk mengetahui penyebabnya (kausa) dan bukan hanya terapi gejala (simptom). Tak ubah seperti sakit pilek yang kadang butuh antibiotik karena sakitnya disebabkan bakteri, atau hanya butuh istirahat dan obat untuk meredakan gejala yang mengganggu seperti hidung tersumbat.

Mencari informasi yang benar, bertanya pada sumber yang tepat akan menghindarkan anda dari terapi-terapi tidak berguna dan terutama, tidak membahayakan jiwa.

Kembali ke gangguan ereksi. Bila sudah dilakukan pemeriksaan dengan baik untuk diketahui sebabnya, mungkin dokter Andrologi anda akan meresepkan obat yang tidak dapat dibeli: lingkar perut ideal.

No Comments

Leave a Reply